10 benteng bersejarah
Minggu, 26 Februari 2017
ok nusantara
Bagikan

10 benteng bersejarah



15 Benteng peninggalan kolonial Belanda ini belum banyak orang tahu

Kamu pasti tertarik mengunjunginya saat liburan.
750xauto-15-benteng-peninggalan-kolonial

Brilio.net - Sejarah mencatat, Belanda menjajah Nusantara selama kurang lebih 350 tahun. Selain meninggalkan jejak penderitaan tak terperi, nggak bisa dipungkiri Belanda juga banyak meninggalkan bangunan- bangunan yang bernilai seni tinggi

Salah satunya berupa benteng-benteng pertahanan. Nggak cuma satu atau dua, ada belasan benteng peninggalan Belanda yang sekarang banyak dijadikan tempat wisata sejarah, lho. Berikut 15 benteng peninggalan Belanda yang tersebar di seluruh Nusantara yang brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Rabu (9/11):

1. Benteng Belgica.

Benteng ini awalnya dibagun oleh Portugis, namun diambil alih dan dibangun ulang oleh Belanda pada 4 September 1611. Benteng tersebut terletak di Pulau Neira, Maluku.

2. Benteng de Kock.

Fort de Kock adalah benteng peninggalan Belanda yang berdiri di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Merkus de Kock menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Bangunan tersbeut digunakan sebagai pertahanan Belanda saat Perang Paderi 1821 - 1837.

3. Benteng Du Bus.

Fort Du Bus merupakan benteng pertama pasukan Belanda yang didirakan di Papua. Berdiri pada 24 Agustus 1828, nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies.

4. Benteng Pendem Cilacap.

Benteng peninggalan Belanda ini berada di pesisir pantai Teluk Penyu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bangunan ini merupakan bekas markas pertahanan tentara Belanda yang dibangun bertahap selama 18 tahun dari tahun 1861 hingga 1879. Benteng tersebut sempat tertutup tanah dan tidak terurus. Benteng ini kemudian ditemukan dan mulai digali pemerintah daerah Cilacap tahun 1986.

5. Benteng van der Wijk Gombong.

Benteng Van Der Wijck adalah benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun pada abad ke-18. Benteng ini terletak di Gombong, sekitar 21 km dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

6. Benteng Vastenburg.

Benteng ini terletak di pusat Kota Surakarta atau Solo. Benteng ini dibangun tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff.

7. Benteng Willem II.

Benteng yang terletak di Kota Ungaran ini dibangun pada tahun 1786. Saat itu, benteng ini juga pernah jadi tempat tahanan sementara Pangeran Diponegoro sebelum diasingkan.

8. Benteng Willem I.

Benteng ini dibangun oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Johannes van den Bosch. Nama Willem diambil dari nama raja Belanda waktu itu yaitu Raja William I ( 1772 – 1843).

9. Benteng Erfprins.

Benteng ini terletak di Kota Bangkalan, Madura. Bangunan itu dikelilingi tembok setinggi 4,5 meter, dengan ketebalan tembok 0,5 meter, di dalam dinding tersebut terdapat gedung yang memiliki luas 980 meter persegi.

10. Benteng van den Bosch.

Benteng yang dibangun pada tahun 1839 di Ngawi, Jawa Timur ini berfungsi sebagai markas dan pertahanan Belanda menghadapi perlawanan rakyat yang dipimpin Wirotani.

11. Benteng van der Capellen.

Benteng yang terletak di wilayah Batusangkar, Sumatera Barat ini namanya diambil dari Jenderal Belanda Godert Alexander Gerard Philip baron van der Capellen.

12. Benteng VOC Kalimo'ok.

Benteng yang dibangun di Madura ini dahulu berfungsi untuk melindungi Sumenep dari serangan-serangan pihak luar.

13. Benteng Martello.

Benteng yang terletak di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, Jakarta ini adalah garda terdepan Belanda dalam melindungi kekuasaannya di Batavia dari serangan pihak luar. Dibangun sekitar abad ke-17 dengan bentuk bulat dan terbuat dari batu-bata.

14. Benteng Speelwijk.

Benteng yang terletak di Banten ini dibangun pada tahun 1681 sebagai penanda berkuasanya Belanda atas Kesultanan Banten.

15. Benteng Oranje.

Benteng ini merupakan benteng pertama yang dibangun Belanda di Nusantara. Di tahun 1607, Sultan Ternate mengundang Belanda untuk membantu mereka mengusir pasukan Spanyol
.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar