20 Suku Pedalaman Paling Terasing yang Jauh dari Peradaban Modern
Kamis, 15 Maret 2018
ok nusantara
Bagikan

20 Suku Pedalaman Paling Terasing yang Jauh dari Peradaban Modern

Kita sekarang ini hidup di peradaban yang sudah menggunakan teknologi modern untuk mendukung kegiatan sehari-hari.

Tapi tahukah kamu, di beberapa tempat di bumi masih ada ratusan suku pedalaman yang terasing. Mereka tidak pernah berhubungan atau berkomunikasi dengan masyarakat modern.

Suku-suku terasing tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Masing-masing suku memiliki gaya hidup dan tradisi adat yang berbeda dan masih bertahan sampai sekarang.

Suku-suku pedalaman terasing hidup di tempat terpencil di tengah hutan belantara yang luas, pulau kecil yang terisolir dan tempat-tempat yang tidak bisa di akses dengan mudah.

Setiap suku biasanya menggunakan senjata yang terbuat dari bahan-bahan yang ada di hutan untuk melindungi diri dan hewan peliharaan mereka.

Hutan Pedalaman Amazon menyimpan banyak misteri, di sana terdapat banyak suku terasing yang belum tersentuh kehidupan modern.

Daftar Isi [show]

#1 Suku Sentinel

suku sentinel di india

http://www.psychosemantics.net/

Suku Sentinel tinggal di Teluk Benggala, Pulau Sentinel Utara, India. Pulau ini letaknya berjauhan dengan pulau-pulau di sekitarnya.

Bisa dibilang bahwa Suku Sentinel merupakan suku paling terasing di dunia ini dan masih menjadi misteri. Sentinelese sudah menghuni Teluk Benggala sejak sekitar 60 ribu tahun lalu.

Sentinelese tidak tersentuh sama sekali dengan peradaban modern, sedikit sekali informasi yang diketahui tentang Suku Sentinel.

Mereka menghindari kontak dengan orang luar, bahkan jika ada yang mendekat, mereka tak ragu untuk menyerang. Tahun 2006 lalu dikabarkan dua orang nelayan meninggal ketika perahunya berada di dekat kawasan Suku Sentinel.

Suku Sentinel terkenal dengan melesatkan senjata panah api dan melemparkan batu pada pesawat pengintai yang terbang di sekitaran pulau mereka.

Suku Sentinel hidup dari alam dan berburu makhluk laut. Mereka terus bertahan hidup dari masa ke masa. Terbukti ketika ada terjangan tsunami, tapi mereka masih lolos dari kepunahan.

Petugas Pantai India menyebut Suku Sentinel sebagai “suku zaman batu”. Saat terjadi tsunami tahun 2004 lalu ada seorang penduduk Suku Sentinel yang mencoba melesatkan panahnya pada helikopter petugas pantai karena kedapatan sedang mengambil foto.

Pemerintah India memilih untuk tidak ikut campur dengan urusan Suku Sentinel, meski sebelumnya sudah mencoba menjalin kontak dengan mereka.

Pemerintah menetapkan tindak kejahatan bagi siapapun yang mencoba pergi ke Pulau Sentinel untuk mencoba menjalin kontak dengan Suku Sentinel.

#2 The Man in The Hole

the man in the hole amazonsu

rvivalinternational.org

Suku ini tinggal dan bertahan hidup dengan menetap di lubang-lubang tanah di hutan Amazon. Anehnya, hanya ada satu orang yang tersisa dari suku ini.

Suku ini mendadak menghilang ketika para ilmuwan hampir menemukan keberadaannya. Satu-satunya orang yang tersisa ini pun sulit untuk di dekati, dia tinggal di sebuah gubug dan akan bersembunyi di lubang tanah ketika ada orang asing yang mendekatinya.

Pemerintah menetapkan zona ekslusif seluas 31 mil persegi untuk melindungi satu orang ini. Tidak ada seorang pun yang tahu asal mula cerita suku ini. Para ahli antropolog sudah 15 tahun mencoba menghubungi orang ini, tapi dia selalu menghindar.

#3 Suku Pintupi Aborigin

suku pintupi gurun gobi australian

ewsapi.com.au

Suku Pinuti ditemukan secara tidak langsung pada tahun 1984 ketika sembilan orang Suku Ppinuti menemukan sebuah pemukiman di Australia Barat.

Mereka terdiri dari 2 orang wanita dan 7 laki-laki. Mereka bertemu dengan seorang pria dari Kiwirrkura ketika sedang mencari kerabat suku mereka. Selanjutnya sembilan orang Suku Pintupi ini di ajak tinggal oleh pria tersebut di Kiwirrkurra.

Sembilan orang ini terpisah dari suku mereka dan hidup terasing di pemukiman modern. Seorang ahli antropologi berhasil melacak keluarga dari sembilan orang ini.

Pada tahun 1986, salah seorang dari mereka memutuskan untuk kembali ke suku asal mereka di Gurun Gibson, 850 km sebelah barat Alice Springs, Australia. Sedangkan sisanya memilih tetap hidup di pemukiman dan bekeja sebagai seniman tradisional.

#4 Suku Korowai

suku korowai papua indonesia

http://tripfreakz.com/

Suku Korowai dikenal juga dengan nama Suku Kolofu dengan populasi sekitar 3000 orang. Suku Korowai pertama kali ditemukan keberadaannya sekitar tahun 1970 oleh Arkeolog dan Misionaris.

Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa korowai dan tinggal di rumah yang dibangun di atas pohon.

Suku Korowai berada di pedalaman hutan Papua, Indonesia. Sebelum ditemukan tahun 1970an, mereka tidak mengetahui adanya keberadaan orang selain dari kelompok mereka.

Semenjak tahun 1980, sebagian Suku Korowai sudah pindah ke desa-desa yang baru dibuka di tepian Sungai Becking, Mu dan Basman.

#5 The Jackson White

suku the jackson whited


eviantart.net

Sekitar lima ribu orang suku The Jackson White tinggal di sekitar Pegunungan Ramapo di Bergen, New Jersey sebelah utara dan New York sebelah utara.

Suku ini sudah memiliki hubungan dengan peradaban modern, tetapi mereka lebih memilih tetap hidup dengan gaya tradisional mereka di Pegunungan Bergen.

Suku ini memiliki kantor perwakilan di Mahwah, New Jersey dengan ketuanya yaitu Dwaine Perry sejak tahun 2007.

#6 Suku Surma

suku surma ethiopiaw


ikimedia.org

Suku Surma merupakan suku terbesar di dunia dengan populasi 186.875 orang pada tahun 2007. Penduduk Suku Surma bisa ditemukan di Ethiopia dan Sudan Selatan.

Mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Suri, Mursi dan Me’en. Suku Surma hidup dengan berkelompok-kelompok, ada sekitar 500-2500 kelompok kecil.

Suku Surma menghindari kontak dengan peradaban modern, mereka tetap menjaga kebudayaan dan tradisi adat. Pada tahun 1980 seorang dokter Rusia mencoba menjalin hubungan dengan Suku Surma, tapi mereka melarikan diri karena mengira dokter itu sebagai mayat yang berjalan.

Dari dokter-dokter inilah Suku Surma mengenal senjata AK-47, mereka menggunakan AK-47 untuk melindungi diri dan hewan ternak mereka.

#7 Suku Nukak Maku

suku nukak maku kolombiapa


rquesnacionales.gov.co

Suku Nukak Maku termasuk suku yang terancam punah, populasi Suku Nukak Maku terletak diantara Guaviare dan Sungai Inrida dan sebagian tinggal di hutan Amazon, Kolombia. Mereka berbicara dengan menggunakan bahasa Nukak.

Suku Nukak Maku merupakan pemburu yang ahli, mereka berburu menggunakan blowgun dengan anak panah dilapisi dengan racun yang dibuat dari tanaman-tanaman.

Hewan buruan favorit mereka yaitu monyet dan burung, mereka juga mengkonsumsi beberapa spesies ikan, buah-buahan dan mengumpulkan madu.

Sejak tahun 2005, keberadaan Suku Nukak di Kolombia mulai terusir dari hutan mereka oleh Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia. Sebagian dari mereka tinggal di kamp pengungsiAqua Bonita.

#8 Suku Ruc Vietnam

suku ruc vietnam

http://loobobilly.blogspot.co.id/

Para prajurit Vietnam Utara secara tidak sengaja menemukan keberadaan Suku Ruc ketika masa Perang Vietnam, mereka tinggal di dalam gua-gua yang ada di hutan Provinsi Quang Binh Timur.

Hutan mereka rusak dibombardir oleh serangan bom penjajah. Para tentara mencoba berkomunikasi dengan Suku Ruc dan mengajak mereka untuk mengungsi ke pemukiman terdekat.

Meskipun sebagian dari Suku Ruc tinggal di pemukiman yang lebih beradab dibandingkan dengan lingkungan hutan, tapi mereka tetap mempertahankan gaya hidup dan tradisi adat mereka.

Mereka sering mengadakan upacara sihir dengan mantra-mantranya supaya tidak diserang binatang buas. Suku Ruc dikenal sebagai salah satu suku yang paling misterius yang tinggal di bumi.

#9 Suku Jarawa

suku jarawa indiaib

times.co.uk

Suku Jarawa sudah menetap dan tinggal di Pulau Andaman, India sejak ribuan tahun yang lalu sebelum akhirnya masyarakat India berdatangan ke Pulau Andaman.

Suku Jarawa memiliki tampilan fisik yang mirip seperi suku-suku di Afrika. Suku Jarawa bertahan hidup dengan cara berburu dan berkebun.

Hutan tempat mereka tinggal semakin berkurang ketika masyarakat pendatang mulai menebangi hutan untuk dijadikan pertanian dan perkebunan. Semenjak tahun 1998 Suku Jarawa mulai menampakkan diri dan berinteraksi dengan masyarakat pendatang.

Pemerintah India sudah menawarkan kepada beberapa penduduk Suku Jarawa untuk tinggal di kota atau desa di India, tapi mereka menolak dan memilih untuk tetap bertahan hidup di tempat asal mereka.

Suku Jarawa dicap sebagai suku primitif karena menolak perkembangan teknologi. Kini hanya tersisa sekitar 400 orang penduduk Suku Jarawa, dan menjadikan suku ini sebagai salah satu suku yang terancam punah.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar