3 Festival Adat Indonesia yang Mendunia
Sabtu, 17 Maret 2018
ok nusantara
Bagikan

3 Festival Adat Indonesia yang Mendunia

Salah satu hal utama yang membuat kalangan wisatawan dari seluruh dunia selalu memfokuskan perhatian untuk negara kepulauan yang tercinta ini adalah sedemikian beragamnya kekayaan budaya yang dimilikinya.

Beberapa festival budaya Indonesia tahunan yang diadakan oleh sejumlah provinsi di tanah air, seperti Pesta Kesenian Bali, Karnaval Ogoh-Ogoh sebelum perayaan Nyepi, Sekaten di Yogyakarta dan festival Pasola yang menegangkan di Sumba, sudah dikenal luas oleh kalangan wisatawan dari seantero dunia.

Karenanya, untuk mengenalkan kembali ingatan akan pesona dan keindahan festival budaya yang dimiliki oleh Indonesia, laman Buruflymengetengahkan beberapa festival budaya yang bisa jadi belum pernah Anda dengar atau kunjungi sebelumnya.

Festival Dieng

Gambar terkait

Sebagai salah satu dataran tinggi termasyur dunia karena eksotis dan berpemandangan menakjubkan, Dieng terkenal karena keindahan matahari terbit (sun rise), penduduk setempat yang sopan dan ramah, dan juga berbagai hidangan tradisional yang lezat.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa dari semua festival budaya yang ada di Indonesia, Dieng juga memiliki satu festival yang selalu mengundang wisatawan untuk datang.

Wilayah dataran tinggi ini menyimpan beragam keunikan budaya, di mana tradisi kuno masih memainkan peran besar dalam masyarakat. Salah satu ritual yang sangat khas adalah pembersihan atau ruwatan, yang merupakan sebuah upacara untuk beberapa anak-anak asli Dieng yang anehnya, lahir dengan rambut yang secara alami menjadi gimbal, sehingga mereka disebut 'Anak Gimbal'.

Dalam setiap Ruwatan Anak Gimbal, merupakan perayaan yang berbahagia, dimana rambut gimbal dipotong sehingga si anak kelak mendapat rambut yang tumbuh normal.

Potongan-potongan rambut tersebut kemudian dilarung di sungai yang alirannya menuju selatan, sebagai simbol memulangkan rambut tersebut ke tempat asalnya.

Dalam upacara ini, penduduk Dieng juga menyajikan berbagai pertunjukan kesenian tradisional mereka seperti tari Rodad dan Lengger, Warokan, dan Wayang Kulit, yang kesemuanya bergabung dalam perayaan yang bisa dibilang terlangka dari semua festival budaya yang ada di Nusantara.

Satu destinasi yang tak boleh dilewatkan saat menghadiri festival ini adalah, mengunjungi Candi Arjuna yang dibangun tahun 809 SM, dan merupakan candi Hindu tertua di Indonesia.

Festival Rambu Solo

Hasil gambar untuk festival rambu solo

Penduduk Toraja yang tinggal di rumah-rumah adat yang mengagumkan di dataran tinggi Sulawesi Selatan kerap mengadakan upacara pemakaman legendaris yang disebut 'Rambu Solo'.

Dianggap sebagai festival budaya paling dinanti di seluruh Sulawesi, upacara ini makan waktu berhari-hari, dengan persiapan yang berbulan-bulan lamanya dan dilakukannya juga beragam upacara sampingan sebagai bagian dari tradisi.

Walau Rambu Solo pada dasarnya upacara pemakaman, namun dalam tradisi masyarakat Toraja, ritual pemakaman dianggap terpenting dan memakan biaya terbanyak, sehingga upacara ini sangat berwarna dan menarik.

Upacara biasanya diadakan di sore hari, saat matahari condong ke barat, dan biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari bahkan hingga dua minggu jika yang dimakamkan seorang bangsawan. Kuburan dipersiapkan, digali dalam tebing batu tinggi yang mengelilingi desa.

Orang Toraja percaya bahwa semakin tinggi jenazah ditempatkan, semakin cepat jiwanya mencapai surga. Seruling, nyanyian, lagu dan puisi, tangisan dan ratapan sebagai ekspresi kesedihan oleh keluarga yang berduka adalah bagian dari upacara.

Jember Fashion Carnaval

Hasil gambar untuk jember fashion carnaval

Walau hanya sebuah kota kecil di Jawa Timur, Jember berani dan sukses menjadi tuan rumah karnaval busana yang seru dan meriah, serta mendapat perhatian dari kalangan mode dunia.

Berdiri pada tahun 2001, Jember Fashion Carnaval telah menjadi ikon budaya kontemporer Jawa Timur selama lebih dari satu dekade, sampai sekarang.

Selain itu, festival ini menjadi ajang bagi kalangan desainer fashion lokal untuk menapakkan kaki dalam dunia mode Indonesia dan dunia, serta menjadi salah satu even paling eye-catching dari antara semua festival budaya Indonesia lainnya.

Dengan catwalk terpanjang di dunia (sekitar 3,6 km), Jember Fashion Carnival selalu dihadiri puluhan ribu penonton setiap tahunnya. Parade busana ini dipuji sebagai karnaval terbesar nomer tujuh di dunia, dan setiap kali kemegahannya disoraki puluhan ribu penggemar fashion yang datang dari berbagai penjuru negeri.

Dengan gemerlap penuh warna, dimana kalangan fashionista berkerumun menunjukkan glamorama dan kegembiraan mereka, acara ini benar-benar fantastis untuk disaksikan secara langsung.

Nah, jika Anda telah mengenal ketiga festival budaya yang menakjubkan ini, silakan mulai menyusun rencana untuk mengunjungi dan mendatangi salah satu atau keseluruhan festival, di kesempatan liburan yang berikutnya.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar