4 Hal Bisnis Kontarakan
Minggu, 30 Juli 2017
ok nusantara
Bagikan

4 Hal Bisnis Kontarakan


1.Dari mana?

Salinan kartu tanda penduduk wajib disetor si tenan ketika hendak menghuni kontrakan. Tapi kita wajib menerima meski belum berupa e-KTP ya. Soalnya, gara-gara korupsi, e-KTP belum diterima semua orang.

bisnis rumah kontrakan

Dari data identitas ini kita bisa melihat asal dan status pernikahannya. Tentunya kita gak mau menerima tenan yang di KTP tertulis lajang tapi menginapkan tamu lawan jenis melulu.

Saat menerima identitas ini, sekalian tanyakan latar belakangnya. Misalnya saudara ada berapa, kerja di mana, ayah-ibu masih sehat atau sudah tiada, dan lain-lain.

Tapi jangan berlagak layaknya detektif saat tanya-tanya. Santai saja, kemas dalam canda dan tentunya makanan ringan di ruang tamu.

2.Kerja atau kuliah?Di mana?Berapa lama?

Bila sudah bekerja, mintalah fotokopi kartu karyawannya. Bila masih kuliah, yang diminta adalah kartu tanda mahasiswa. Meski sudah ada KTP, data tambahan ini diperlukan agar lebih yakin.

Kalau belum punya karena masih baru, ya paling gak dia bisa menjelaskan dengan rinci lokasi kerja atau kuliahnya. Khusus tenan yang bekerja, gak perlu sungkan meminta slip gaji ya.

Ini berhubungan dengan kemampuan bayar sewa rumah kontrakan per bulan. Kalau harga sewa Rp 1 juta sementara gajinya Rp 2 juta, bakal ngos-ngosan. Kasihan.

Ada tips menghindari tenan ngaret bayar sewa, yaitu minta uang sewa di muka untuk setahun ke depan. Jadi gak perlu susah-susah nagih dan mencegah risiko tenan kabur dengan uang sewa belum dibayar.

3.Bawa binatang peliharaan?

Tenan mesti jujur apakah dia membawa binatang peliharaan masuk kontrakan. Bila kita menerapkan aturan rumah bebas hewan, penting sekali hal ini.

bisnis rumah kontrakanCari tahu juga apa si penyewa punya hewan peliharaan. Kalau punya ya suruh dia tanggung jawab akan kebersihan rumahmu (kucing/twtrcover)

Apalagi jika kita punya alergi terhadap hewan tertentu, misalnya kucing. Bulu yang tertinggal di rumah bisa membuat kita bersin-bersin, bahkan jatuh sakit, kelak ketika si tenan sudah pergi.

4.Buat hunian doang?

Rumah kontrakan bisa dijadikan hunian doang maupun usaha. Tapi kita mesti memastikan dulu ke tenan. Bila dijadikan tempat usaha, kita pantas pasang tarif lebih tinggi.

Sebab, rumah tersebut jadi modal buat menjalankan bisnisnya. Secara gak langsung, kita ikut menyokong roda usahanya.

Toh, di pasaran pun harga sewa ruko lebih tinggi ketimbang rumah biasa. Ada nilai komersial di sana yang menjadi pendongkrak tarif sewa.

bisnis rumah kontrakanYakin tuh disewa buat tempat tinggal doang? (rumah/novooakley)

Itulah 4 poin yang setidaknya bisa dijadikan dasar ketika memilih tenan untuk rumah kontrakan. Sebenarnya ada satu poin yang juga penting, namun sensitif: catatan kriminal.

Pastinya kita gak mau seorang penjahat menjadikan rumah kita sebagai markasnya. Namun susah menelusuri riwayat kejahatan seseorang, kecuali kita punya data di kepolisian.

Minimal kita bisa meminta surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Di surat itu tertera riwayat kriminal seseorang, jika memang dia pernah melanggar hukum.

Yang pasti, kita sebagai pebisnis rumah kontrakan gak perlu ragu menanyakan segala hal yang berkaitan dengan identitas tenan. Kita berhak menolak kok kalau dia gak mau memberikan data yang kita minta.

Jangan sampai kita ditegur RT gara-gara gak memberikan laporan identitas penghuni. Yang lebih parah, si tenan kabur tanpa bayar sewa dan rumah rusak lantaran gak dirawat. Kita sendiri yang rugi kalau itu sudah terjadi.


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar