5 Bukti Bahwa Game Bisa Membuat Hidup Bergelimang Harta
Sabtu, 25 November 2017
ok nusantara
Bagikan

5 Bukti Bahwa Game Bisa Membuat Hidup Bergelimang Harta

Para gamers dianggap tidak mempunyai masa depan melihat waktunya dihabiskan untuk bermain, bukan belajar apalagi bersosialisasi. Sebagian orang tua menganggap bahwa hidup para gamers hanya menghabiskan uang tanpa mendapatkannya.

Padahal, tanpa kita sadari, banyak gamers yang malah meraup banyak keuntungan dari hobinya tersebut. Bahkan, pemasukannya bisa berkali lipat lebih besar dibandingkan para pekerja biasa.

Saahil Arora

sahil arora dota 2


Siapa yang hobi bermain Dota 2? Seperti Anda yang menghabiskan waktu untuk berlatih menjadi pemain Dota 2 terbaik, Saahil Arora atau yang lebih dikenal dengan UNiVeRsE sukses menjadi pemain profesional Dota 2 dengan posisi offlaner pada Evil Geniuses (EG).

Pada bulan Maret lalu, ia menduduki posisi kedua tertinggi untuk pemasukan dalam professional eSports dengan total pemasukan $2.085.114,64 atau kira-kira setara dengan Rp 27 Miliar-an dari 46 pertandingannya, salah satunya menjadi juara 3 dalam The International 6 lalu, juara pertama pada The Summit 4, The International 5, Dota 2 Asia Championship 2015 dan DreamHack Winter 2014.

Danil Ishutin

danil ishutin gamers


Danil Ishutin atau Dendi adalah pemain Dota internasional yang terkenal dengan kemampuan solonya sejak umurnya 17 tahun. Di umur ke 26 ini, total penghasilannya kira kira $723.234 atau setara dengan 9,4 miliar rupiah. Ia berhasil enam kali menduduki peringkat pertama dalam 10 pertandingannya. Pemuda Ukraina ini memulai permainan profesionalnya dengan bergabung dengan WG di tahun 2006 dan bergabung di beberapa tim lainnya, seperti Ks.int, DTS dan Natus Vincere.

Johnathan Wendel

Johnathan Wendel gamers


Warga Amerika Serikat yang berumur 35 tahun ini adalah pemain eSport profesional dalam game shooter “First Person Shooter”, salah satunya Quake III Arena pada umurnya yang ke-18 dan menghasilkan sekitar $450.000 atau setara dengan 5,8 miliar rupiah dari berbagai pertandingan internasionalnya, salah satunya Cyberathlete Professional League.

Ia juga menjadi orang pertama yang memenangkan gelar e-Sport dunia pada tahun 1999 dan tercatat dalam Guiness Book of World Record. Ia pernah mengikuti pertandingan dunia seperti Cyberathlete Professional League pada tahun 2000-2002 dan 2005 serta World Cyber Games pada tahun 2000.

John Hanke

john hanke pokemon go


Selain menjadi pemain game, pencipta game juga mendapatkan keuntungan yang kurang lebih sama besar melihat jumlah pemain yang kian bertambah, salah satunya Pokemon Go. Permainan yang sempat membawa kontroversi karena berbahaya jika dimainkan di tempat terbuka dan menimbulkan resiko kecelakaan ini ternyata membuat John Hanke dibanjiri $2.000.000 per harinya, atau setara dengan 26 miliar rupiah per harinya dari 10 juta downloadernya.

Pemasukan ini setara dengan waktu yang Hanke habiskan untuk mengembangkan game ini, yaitu ia menghabiskan 20 tahun terakhirnya untuk Pokemon Go. Tak heran, persiapan yang matang ini membuatnya dibanjiri kepingan uang dari para penggunanya.

Selain asik bermain Pokemon Go yuk coba koleksi merchandise berbau Pokemon dari Matahari Mall. Jika Anda belanja di Matahari Mall melalui ShopBack dapatkan cashback sampai dengan 7,5%.

Team Newbee

team newbee gamers 

Ini menjadi salah satu pembuktian bahwa nggak semua gamers itu individualis. Banyak berbagai game yang mengharuskan pemainnya untuk bermain menjadi sebuah tim yang membuat mereka membangun solidaritas dan kerja sama yang baik, salah satunya Newbee ini.

Newbee yang terdiri dari pemuda yang berasal dari China ini adalah para gamers yang meraup banyak uang dari pertandingan Dota 2. Berdasarkan We Got This Covered, kelima pemuda ini sudah berhasil memperoleh Rp 13 Miliar-an per orangnya pada tahun 2014 yang didapat dari kurang lebih 24 pertandingan.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar