5 Makanan Khas Pantura Di Jawa Tengah Yang Layak Dicicipi
Jum'at, 01 Desember 2017
ok nusantara
Bagikan

5 Makanan Khas Pantura Di Jawa Tengah Yang Layak Dicicipi

Pantai utara adalah salah satu jalan tersibuk di Indonesia. Jalanan macet dan rasa capek sering menggelayuti pengendara. Oleh karenanya, tak ada salahnya mampir mencicipi makanan khas di beberapa kota yang kalian lewati. Pastinya akan membuat capek kamu bakal hilang. Setiap kota memiliki makanan khas tersendiri. Tentu akan membuat kamu jadi ketagihan.

Buat kalian yang lewat jalan pantura di Jawa Tengah bisa singgah untuk mencicipi makanan khas yang ada. Berikut 5 makanan khas pantura di Jawa Tengah yang layak dicicipi.

5 Makanan Khas asal Pantura Jawa Tengah

1. Nasi Gandul

masakan khas pantura

Nasi Gandul atau biasa disebut sego gandul adalah salah satu kuliner asal Kabupaten Pati. Kenapa bisa disebut nasi gandul? Banyak versi yang beredar. Diantaranya karena cara penyajiannya yang unik. Yaitu piring yang digunakan dilapisi dengan daun pisang. Baru kemudian diisi dengan nasi, cacahan daging sapi dan setelah itu diguyur dengan kuah.

Nasi yang tak menyentuh langsung dengan piringnya atau menggantung (gandul) itulah asal mula nama nasi gandul. Nasi gandul sepintas mirip dengan kari atau semur daging. Namun jika dicicipi rasanya berbeda. Manis dan gurih bercampur olahan rempah membuat rasa nasi gandul begitu menyatu.

2. Nasi Megono

masakan khas pantura

Nasi megono banyak ditemukan di daerah seperti Pekalongan, Batang, dan Pemalang. Kuliner ini layaknya seperti nasi biasa. Namun, yang membedakan adalah campurannya. Nasi megono berisi nasi yang diberi parutan kelapa dan cacahan nangka muda. Kemudian bersama dengan bumbu lainnya dicampur jadi satu. Rasa nasi megono yang gurih menggugah selera penikmatnya. Nasi megono biasa disajikan dengan tempe mendoan hangat.

3. Sauto

masakan khas pantura

Sauto adalah soto asal Tegal. Dinamakan sauto karena adanya campuran tauco. Mungkin terdengar aneh, soto dipadukan dengan tauco yang asam. Akan terbayang perpaduan rasa yang gurih dari soto dengan tauco yang asam. Namun, bagi warga Tegal perpaduan tersebut begitu klop. Rasa asam dan bau tauco yang tajam justru membuat kenikmatan tersendiri. Tauco yang dicampur sudah dimasak terlebih dahulu dengan bumbu-bumbu lain. Hal inilah yang membuat rasa tauco berbeda. Bagi yang kurang menyukai tauco, tenang saja. Karena biasanya warung-warung sauto tetap menjual soto tanpa campuran tauco.

4. Lumpia Semarang

masakan khas pantura

Lumpia Semarang jika dilihat sepintas hanya seperti lumpia pada umumnya. Namun, yang menjadi ciri khasnya adalah isiannya. Rebung atau bambu muda menjadi salah satu bahan isian yang membedakan dengan lumpia lainnya. Rebung yang dicampur dengan daging ayam atau udang, serta telur membuat teksturnya renyah dan empuk.

Ada dua varian yaitu lumpia basah dan kering. Yang membedakannya adalah digoreng atau tidak. Sehingga bagi yang menghindari gorengan bisa tetap menikmati kuliner ini. Lumpia semarang enak disajikan dalam kondisi hangat dengan cocolan saus yang dibuat khas tersendiri.

5. Garang Asem

masakan khas pantura

Garang asem salah satu makanan khas Jawa Tengah. Kuliner ini akan membuat kamu merem melek, karena sensasi asam dan pedas. Cara pembuatannya cukup unik. Ayam yang diberi kuah santan serta cabai dan belimbing beserta bumbu lainnya dibungkus dengan daun pisang yang kemudian dikukus. Rasa belimbing yang asam dan cabai yang pedas membuat ketagihan. Garang asam sering disajikan dengan nasi beserta perkedel dan tempe goreng. Kuliner ini sering ditemukan di daerah Kudus, Pati, dan Semarang.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar