7 Pelajaran Hidup Dari Supir Angkot Yang Layak Untuk Diteladani
Minggu, 24 Desember 2017
ok nusantara
Bagikan

7 Pelajaran Hidup Dari Supir Angkot Yang Layak Untuk Diteladani

1. Semangat kerja

semangat kerja

Tidak ada kata malas untuk bekerja bagi para supir angkot, karena di pagi hari mereka sudah menyusuri jalanan untuk menanti kehadiran penumpang. Bagi mereka, pantang berangkat setelah matahari terbit karena disanalah banyak penumpang yang menunggu, baik itu dari anak-anak sekolah, ibu-ibu belanja, atau karyawan kantor. Sebuah semangat yang harus diteladani oleh siapapun, karena sejatinya pelajaran hidup bisa didapatkan darimana saja, salah satunya dari supir angkot.

2. Tidak takut gagal

tidak takut gagal

Penumpang adalah peluang, dan peluang dapat mengantarkan kepada keberhasilan. Supir angkot tidak pernah takut mengambil peluang tersebut, meskipun terkadang harus gagal dan mengalami beberapa kekecewaan. Kamu pasti sering melihat bagaimana supir angkot turun jauh untuk menjemput para penumpangnya. Meski terkadang semuanya tidak berhasil, setidaknya mereka sudah berjuang dengan sekuat tenaga.

Jadi, pelajaran yang bisa diambil adalah jangan pernah takut gagal dan takut untuk mengambil peluang sekecil apapun, karena kita tidak akan pernah tahu hasil akhir apa yang akan didapatkan.

3. Mudah berkomunikasi

pelajaran dari supir angkot

Berhadapan dengan individu-individu berbeda sudah menjadi makananan sehari-hari, dan para supir angkot pun sangat terbuka kepada orang-orang yang ada disekitarnya, meskipun sebelumnya belum kenal satu sama lain. Kamu yang sering naik angkot pasti sering menemui dan mengalami kejadian seperti yang sudah disebutkan tadi, dimana para supir angkot sangat mudah untuk diajak berkomunikasi.

Jika supir angkot saja mudah untuk diajak berkomunikasi, maka kamu pun juga harus mudah untuk diajak berkomunikasi. Jangan sampai kamu menjadi seseorang yang dijauhi oleh orang lain, karena masalah komunikasi.

4. Membudayakan antri

pelajaran dari supir angkot

Siapapun yang sampai terlebih dahulu sudah siap menempati urutan pertama dan siapapun yang sampai belakangan harus siap menempati urutan buncit. Kamu tidak akan pernah menemui supir angkot yang berusaha menempati posisi terdepan ketika mereka datang belakangan, karena hal itu haram dilakukan dan melanggar aturan, kecuali supir angkot yang lain memberikan izin.

Jadi, apabila saat ini masih tidak mau membudayakan antri, apa tidak malu dengan para supir angkot? Angkot ajaantri, masak kamu nggak.

5. Rezeki sudah diatur

pelajaran dari supir angkot

Saat berhenti di pangkalan, terkadang satu sama lain memberikan penumpang kepada temannya. Kepercayaan para supir angkot, bahwa rezeki sudah diatur oleh tuhan sangatlah kuat. Bahkan, ketika melaju di jalanan mereka harus mengikhlaskan calon penumpangnya digondol oleh angkot lain. Meskipun begitu, mereka tetap yakin akan ada penumpang lain yang menggantikan, karena rezeki memang sudah ada yang mengatur.

Apabila saat ini kamu masih kesulitan ekonomi bersabarlah, karena sesungguhnya rezekimu tidak pernah tertukar dan rezekimu sudah ada yang mengatur.

6. Punya target


Target merupakan pemicu seseorang untuk berubah menjadi baik dan memiliki mental pemenang. Dan seorang supir angkot sebelum target setorannya terpenuhi, maka pantang mereka untuk pulang. Bahkan, cuaca panas dan hujan pun akan diterjang demi sebuah target yang sudah dicanangkan.

Apakah kamu belum memiliki target dalam hidup? Jika belum, mulailah untuk membuat target hidup agar semuanya tertata dengan jelas dan hasil jerih payah yang dilakukan selama ini benar-benar untuk mencapai suatu target yang sudah direncanakan.

7. Peduli sesama


Menjadi seorang yang peduli ketika bergelimang harta sangatlah mudah, namun menjadi seorang yang peduli sesama ketika keadaan pas-pasan dan serba kekurangan sangatlah susah. Dibalik banyaknya kasus-kasus supir angkot, ternyata masih ada banyak yang peduli kepada sesama, salah satunya adalah dengan membuat perpustakaan angkot. Apabila saat ini, kamu masih menjadi seorang yang tidak peduli dengan orang lain, segeralah untuk berubah. Peduli terhadap sesama tak harus selalu dengan uang, karena tenaga, ilmu dan kasih sayang yang diberikan kepada orang lain adalah suatu bentuk kepedulian.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar