8 Hal Paling Menyenangkan Bagi Para Kutu Buku
Senin, 11 Desember 2017
ok nusantara
Bagikan

8 Hal Paling Menyenangkan Bagi Para Kutu Buku

Setiap tanggal 23 April, orang-orang di seluruh penjuru dunia merayakan hari spesial bernama World Book Day, atau Hari Buku Sedunia. Tentunya momen ini merupakan waktu penting bagi para pencinta buku untuk memperingati ramainya kancah literasi dunia.

Sebagai elemen penting kehidupan, buku merupakan barang wajib untuk Anda yang ingin melihat gambaran dunia; penambah pengetahuan, pembuka pikiran, pemasok gizi untuk mental. Kalau Anda percaya ini dan apabila buku ada di daftar benda favorit Anda, kami bisa labeli Anda sebagai ‘kutu buku’.

Kami mengerti bahwa ada banyak hal yang menyenangkan terkait soal buku. Jilidan kertas dengan kandungan buah pikiran tersebut selalu punya kedekatan personal untuk Anda. Dan oleh karenanya, beberapa hal jadi menyenangkan kalau sudah bicara soal buku. Misalnya,

Ketika beli buku baru, dan mulai membacanya

Mungkin rasanya seperti masuk ke universe yang berbeda bagi kutu buku. Belum lagi wangi kertas buku baru yang tersibak, sehingga Anda refleks menempelkan hidung di tengah halaman demi merasakan harumnya.

Saat masuk ke toko buku

Ada sensasi tersendiri bagi Anda yang kutu buku ketika melangkahkan kaki ke dalam toko buku. Jejeran buku berbagai topik yang mengelilingi seakan memberi spirit positif bagi pikiran. Seperti kelaparan, para kutu buku bisa saja spontan menelan ludah tanda siap ‘menyantap’ apa yang ada di hadapan mereka. Siapkan uang untuk memborong, tentunya.

Menyendiri di perpustakaan

Menyendiri di perpustakaan

Terlalu berlebihan untuk menyebut kutu buku sebagai orang yang antisosial. Memilih membaca buku di perpustakaan lebih dimaknakan sebagai kebutuhan terhadap ruang privat, agar bisa fokus menyelami isi buku. Itulah mengapa perpustakaan kadang jadi ‘kamar kedua’ bagi para kutu buku.

Saat menambah koleksi buku di lemari

Belum beres membaca buku yang satu, Anda sudah membeli buku yang lain, dengan alasan, “Beli dulu, bacanya kapan-kapan.” Akhirnya koleksi buku selalu bertambah di kamar, memenuhi lemari, bertumpuk di samping tempat tidur. Tapi memang adakah yang lebih indah daripada hidup dikelilingi bacaan bergizi?

Saat menambah koleksi buku di lemari

Ketika baru saja selesai membaca sebuah buku

Sebenarnya ini lebih mixed feelings; antara sedih dan senang. Si kutu buku merasakan sedih ketika menutup buku yang selesai dibacanya karena dia mesti mengucapkan selamat tinggal pada kisah menarik yang dituturkan di dalam buku tersebut. Tapi pada waktu yang sama, Anda bisa merasakan senang tak terhingga karena sudah berhasil menyantap bacaan itu, apalagi kalau jumlah halamannya begitu tebal.

Mendapat tanda tangan si penulis di buku

Momen yang paling ditunggu kutu buku adalah book signing atau penandatanganan buku, yang biasanya dihelat setelah acara diskusinya. Adalah hal menyenangkan bagi pencinta buku untuk mendapatkan langsung tanda tangan si penulis di bukunya, apalagi kalau bisa melakukan interaksi dan membahas buku langsung dengan sang penulis.

Tak sengaja menemukan buku langka yang diincar sejak lama

Para kutu buku biasanya punya daftar bacaan incaran yang sayangnya belum tentu bisa ditemukan dengan mudah. Dan pada saat yang tak terduga, saat sedang asyik book hunting di lapak buku favorit, mata Anda berbinar melihat buku yang lama dicari. Sulit dideskripsikan rasa bahagianya ketika itu, kami pastikan.

Saat mulai mencoba menulis

Saat mulai mencoba menulis

Ketika membaca buku yang bagus, tak jarang para kutu buku merasakan ‘geregetan’ ingin menulis. Sebagiannya tak berani mencoba, tapi sebagian lagi menuruti kata hatinya. Mulai menulis, paragraf demi paragraf, sampai akhirnya jadi satu cerpen, satu kumpulan cerpen, hingga berbuku-buku. Bagi pencinta buku, merilis buku sendiri adalah pencapaian hidup.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar