Ada Sabun Mandi Terbuat dari ASI, Mau Coba?
Sabtu, 18 Agustus 2018
ok nusantara
Bagikan

Ada Sabun Mandi Terbuat dari ASI, Mau Coba?

"Soapnuts penuh vitamin dan mineral sehingga baik untuk kulit."

Jasmine Overton (37) asal Queensland, Australia, membuat produk sabun dari bahan yang tak pernah Anda kira, yaitu air susu ibu (ASI). Siapa sangka sabun organiknya ini banyak diminati. Padahal Jasmine awalnya hanya membuat untuk digunakan sendiri.

Inovasi itu berawal karena adiknya, Crystal (30) memiliki banyak stok ASI perah saat menyusui. Hal itu membuat Jasmine tertarik untuk memanfaatkan ASI itu, karena menurutnya sangat sayang jika ASInya dibuang begitu saja.

Jasmine pun memiliki ide untuk mengolah ASI menjadi sabun. Ia menamai sabun itu dengan Soapnuts. Jasmine menjelaskan, proses membuat Soapnuts adalah dengan mencampurkan ASI dengan minyak kelapa, minyak zaitun, minyak kastor, minyak bunga matahari, shea butter, cocoa butter, dan susu kambing.

Campuran itu kemudian dituangkan ke dalam cetakan dengan proses pembekuan selama 4-6 minggu. Ibu dari dua orang anak itu mengungkap kalau Soapnuts memiliki banyak manfaat.

Seperti membantu melembutkan kulit, mengurangi kemerahan di kulit, mengurangi kulit berminyak, mengatasi jerawat dan gatal-gatal, dan cocok untuk kulit sensitif.

" Soapnuts penuh vitamin dan mineral sehingga baik untuk kulit," kata Jasmine.

Crystal mengatakan, ia menggunakan sabun yang terbuat dari ASI-nya untuk dirinya dan kedua anaknya.

" Sabun ASI adalah sesuatu yang menakjubkan. Selain wanginya yang 
menenangkan, sabun ini juga cocok untuk kulit anakku yang sensitif," ungkapnya.

Awalnya, Soapnuts hanya ia jual kepada teman dan keluarga. Lalu berkat promosi dari mulut ke mulut, kini usahanya mulai berkembang. Sejak November 2016 ini, Jasmine memutuskan untuk menjualnya ke pasaran.

Bisnis barunya ini ia beri nama Rosie Posie Handcrafted Creations dengan Soapnuts sebagai produk andalannya. Namun, untuk bisa membeli Soapnuts, pembeli harus memesannya terlebih dahulu. Anda ingin membelinya?

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar