Benarkah Memelihara Kucing Membuat Anda Sulit Hamil?
Jum'at, 11 Januari 2019
ok nusantara
Bagikan

Benarkah Memelihara Kucing Membuat Anda Sulit Hamil?

Jika Anda sedang berencana hamil, Anda mungkin sering mendengar kata orang bahwa memelihara kucing membuat mandul. Atau jika Anda sedang hamil, mungkin bukan sekali-dua kali Anda mendengar orang bilang bahwa adanya kucing yang mondar-mandir di rumah akan memengaruhi kehamilan dan jabang bayi Anda nantinya.

Kehamilan yang sehat dan lancar tentu menjadi impian setiap wanita, termasuk Anda. Tapi di sisi lain, Anda juga tak sampai hati untuk mendepak Si Manis kesayangan keluar dari rumah. Bagaimanapun juga, kucing peliharaan Anda adalah bagian dari keluarga. Hewan peliharaan memberikan Anda begitu banyak cinta dan kebahagiaan layaknya anak sendiri.

Jangan khawatir, Anda kini bisa duduk tenang sambil memangku kucing kesayangan Anda. Tak apa untuk tetap memelihara kucing berkeliaran di rumah selama Anda sedang merencakan kehamilan atau sedang hamil. Tapi Anda harus ekstra hati-hati saat membersihkan kandang dan kotak pup si kucing. Bukan karena kucing Anda yang berbahaya, namun parasit bersel tunggal yang disebut toksoplasma yang dapat terbawa oleh kucing.

Apa efeknya jika ibu hamil tertular toksoplasma?

Kotoran kucing dapat mengandung parasit penyebab infeksi yang disebut toksoplasma. Toksoplasmosisbiasanya tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang. Gejalanya mirip seperti flu biasa. Individu yang terinfeksi tokso mungkin mengalami demam ringan, batuk, sakit kepala, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar leher. Jika Anda tertular toksoplasma saat Anda sedang hamil, atau bahkan beberapa bulan sebelum Anda hamil, parasit ini dapat menyebabkan cacat lahir serius seperti kerusakan mata dan otak pada janin. Sekitar setengah dari bayi yang terinfeksi tokso lahir prematur.

Kerusakan lainnya dapat timbul berminggu-minggu, bulanan atau tahunan setelah kelahiran, termasuk kerusakan hati dan limpa, ketulian atau gangguan pendengaran, penyakit kuning, kerusakan mata dan masalah penglihatan, diare, muntah, masalah makan, dan ruam kulit. Ada juga kemungkinan hubungan antara infeksi tokso dan ketidaksuburan, dan juga keguguran, pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

Anda mungkin dapat terinfeksi tokso saat menangani kotoran kucing dan tidak segera mencuci tangan Anda, kemudian menelan jejak virus saat menyentuh makanan, tetapi kemungkinan ini sangat kecil. Risiko tertular toksoplasma selama kehamilan adalah rendah. Jika Anda sudah lama memelihara kucing di rumah, sangat mungkin bahwa Anda sudah pernah mengidap tokso sebelumnya — ini adalah pertanda baik! Setelah terinfeksi, tubuh akan otomatis membangun antibodi untuk melindungi diri dari infeksi berulang. Jadi setelah Anda mendapat tokso (yang mungkin tak Anda sadari sebelumnya), Anda tidak dapat terinfeksi kembali. Jika tes laboratorium membuktikan bahwa Anda sudah memiliki antibodi tokso, hampir tidak mungkin paparan selama dan menjelang kehamilan akan menyebabkan dampak kesehatan buruk bagi calon bayi Anda.

Mengapa kecil kemungkinan untuk tertular tokso dari kucing peliharaan Anda?

Kucing, seperti manusia, hanya bisa tertular tokso sekali saja. Oleh karena itu, Si Manis kesayangan Anda menyebarkan parasit hanya satu kali selama berada dalam perawatan Anda. Kucing mendapatkan parasit toksoplasma dari makan tikus atau burung yang terinfeksi tokso, atau jika ia makan daging mentah untuk makanannya sehari-hari. Setelah kurang lebih 3-10 hari, kucing akan rentan menyebarkan parasit yang tertanam dalam fesesnya selama dua minggu. Tapi, parasit tidak langsung menular begitu kucing Anda pup. Dibutuhkan satu sampai lima hari untuk feses kucing menjadi sangat menular. Tentu ini dengan anggapan bahwa kucing Anda baru pertama kali tertular tokso saat Anda sedang merencanakan/dalam masa kehamilan.

Santai. Anda tidak bisa secara langsung mendapatkan tokso dari kucing Anda. Risiko penularan langsung dari kucing ini akan meningkat jika dibarengi dengan anggapan bahwa Anda tidak pernah tertular tokso sebelumnya, misalnya baru sebentar memelihara kucing berjarak sangat dekat dengan perencanaan kehamilan Anda, atau Anda membiarkan kandang kucing atau rumah Anda terlantar berserakan dengan kotoran kucing lebih dari satu hari. Ini juga mengasumsikan bahwa Anda membersihkan kotak pup kucing Anda langsung dengan lidah atau menyerok pup dengan tangan kosong. Setelahnya kemudian meracik sandwich untuk makan siang tanpa cuci tangan.

Tapi tetap saja, menurut Center for Disease Control tokso adalah penyebab utama dari kematian akibat keracunan makanan. Parasit ini ditularkan melalui mulut, sehingga menyentuh mulut dengan tangan yang terkontaminasi bisa mengakibatkan infeksi. Bahkan jika Anda tidak memiliki kucing, Anda masih bisa terkena kontak dengan tokso dari menangani atau makan daging mentah, atau tidak mencuci tangan sebelum makan setelah menyentuh tanah yang terinfeksi tokso. Organisme ini terutama ditemukan pada daging babi, daging sapi, daging kambing. Tokso juga ditemukan pada burung dan tikus.

Cara mencegah penularan toksoplasma dari memelihara kucing

Kemungkinan tertular toksoplasma selama kehamilan termasuk rendah. Dan jika Anda memelihara kucing, kemungkinannya bahkan lebih tinggi bahwa Anda sudah tertular penyakit itu, dan ini akan membangun kekebalan tubuh terhadap parasit tersebut. Calon jabang bayi Anda kemungkinan tidak akan berisiko apapun.

Tapi jika Anda tidak pernah terkena tokso atau jika Anda tidak yakin, sangat penting untuk melindungi diri Anda dari sekarang. Jika parasit melintas plasenta dalam trimester pertama kehamilan (terutama di bulan kedua), tokso sangat bisa merusak janin. Masalah dapat berkisar dari kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah, cacat sistem saraf pusat serius, dan bahkan lahir mati. Jangan biarkan informasi ini menghantui Anda. Gunakan ini sebagai cara untuk melindungi Anda berdua.

Jadilah calon ibu yang bijak dan ikuti langkah berikut:

  • Jika kucing Anda tidak terinfeksi, tak apa untuk tetap membiarkannya seliweran di rumah: Jangan biarkan mereka makan daging mentah dan jaga mereka tetap dalam rumah sesering mungkin (di mana mereka tidak bisa makan tikus atau burung yang mungkin terinfeksi dantidak bersosialisasi dengan kucing liar yang mungkin terinfeksi).
  • Jauh-jauh dari kotak pup kucing Anda! Kandang dan kotak pup harus dibersihkan setiap hari, tapi minta orang lain untuk melakukannya.
  • Jauh-jauh dari kucing liar dan jangan memegang kucing yang tidak familiar dengan Anda
  • Hindari berkebun di tanah yang mungkin terkontaminasi dengan kotoran kucing. Selalu pakai sarung tangan khusus berkebun.
  • Cuci buah dan sayuran secara menyeluruh (tanah tempat sayur dan buah jatuh saat panen mungkin terkontaminasi).
  • Jangan makan daging mentah atau kurang matang. Masak semua daging secara menyeluruh. Daging mentah, kurang matang, atau yang diawetkan adalah faktor risiko utama untuk infeksi toksoplasma.
  • Praktikkan kebersihan pribadi yang baik. Selalu cuci tangan setelah memegang feses binatang atau manusia, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, dan sebelum dan sesudah berkebun

Tindakan pencegahan ini sudah cukup ampuh untuk mencegah Anda dari tertular toksoplasma, bahkan jika Anda memiliki kucing yang terinfeksi. Namun, jika Anda masih khawatir Anda mungkin telah terkena toksoplasmosis, konsultasikan dengan dokter Anda untuk menjalani tes darah guna mengetahui apakah Anda kebal terhadap penyakit ini. Selain itu, juga bawa kucing Anda ke dokter hewan untuk menjalani tes apakah ia telah terinfeksi toksoplasmosis.

Jika kucing Anda terbukti positif membawa parasit toksoplasmosis, Anda dapat memutuskan untuk menempatkan dia dalam penitipan hewan atau menitipkan mereka untuk hidup sementara dengan orang lain selama enam minggu sampai ia tidak lagi menular.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar