Benteng Kastela Perjuangan Rakyat Maluku
Rabu, 05 April 2017
ok nusantara
Bagikan

Benteng Kastela Perjuangan Rakyat Maluku

Benteng Kastela, Saksi Perjuangan Rakyat Maluku Melawan Para Penjajah

Banyak benteng bersejarah yang menjadi destinasi wisata menarik di Kepulauan Maluku. Terlebih, daerah ini dulunya menjadi perebutan para negara penjajah dari Eropa. Baik itu VOC Belanda, Spanyol, ataupun Portugis. Dan, salah satu benteng peninggalan penjajah yang kini ramai dikunjungi wisatawan di Maluku adalah Benteng Kastela.

Sesuai namanya, benteng ini berlokasi di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate. Bangunan Benteng Kastela ini sudah tidak utuh lagi seperti dulu karena benteng sudah mulai tua. Lokasinya pun di tengah-tengah pemukiman warga menjadi ciri khas dari benteng ini.

img-1491362929.jpg

Karena tidak utuh, puing-puing ini disusun sebegitu rupanya. Objek benteng ini sudah dipugar okeh pemerintah setempat dengan bentuk menyerupai taman. Padahal pada masa lampau, Benteng Kastela memiliki luas sekitar 2.724 meter tetapi kini luasnya tidak sampai setengahnya. Meskipun begitu, benteng ini tetap memiliki sejarah yang tinggi.

img-1491362950.jpg

Sejarah Benteng Kastela Maluku

Awalnya, benteng yang dibangun dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni 20 tahun ini bernama Nostra Senhora de Rosario yang memiliki arti wanita cantik berkalung bunga mawar. Hingga saat ini, nama ini menjadi misteri mengapa nama tersebut dijadikan sebagai nama dari benteng yang berfungsi sebagai pertahanan. Benteng ini juga disebut sebagai Benteng Gam Lamo yang berarti kampung besar oleh rakyat Ternate.

img-1491362983.jpg

Menurut catatan dari Belanda setidaknya tercatat ada 12 benteng di Ternate termasuk benteng yang berbahan dasr dari kayu, yakni Benteng Kalafusa, namun sisanya tidak ditemukan. Benteng Kastela sendiri ialah saksi bisu sejarah kelam yang menjadi saksi peristiwa pembunuhan Sultan Khairun, Raja Kesultanan Ternate.

Karena sifat Sultan Khairun yang cinta perdamaian, maka beliau sepakat untuk melakukan perundingan dengan Portugis, tetapi sesampainya di sana, beliau dibunuh dengan keji.  Sehingga timbul rasa perlawanan rakyat Ternate yang ingin menyerang Portugis yang telah memonopoli rempah-rempah.

Rakyat Ternate pun marah karena sultan mereka dibunuh dengan cara yang licik. Maka diangkatlah Sultan Baabullah, anak dari Sultan Khairun untuk dijadikan sultan. Di kepemimpinan Sultan Baabullah, bersama rakyat Ternate memulai serangan besar-besaran dengan Bangsa Portugis.

img-1491363000.jpg

Rakyat Ternate bersama sultan baru mereka, mengepung Benteng Kastela. Sehingga selama lima tahun, orang Portugis yang ada di dalam bentengbtidak bisa keluar. Sultan Baaubullah juga menghentikan pasokan makanan untuk orang portugis yang ada di dalam benteng. Hal itu membuat sebagian besar orang Portugis yang terkurung di dalam benteng merasa kelaparan dan akhirnya meninggal.

Taktik Embargo yang dilancarkan dengan cermat oleh Sultan Baabullah membuat Portugis angkat kaki di bumi pertiwi, khususnya di tanah Ternate. Hingga sekarang, Benteng Kastela ini dirawat dengan baik dan ikut dilestarikan bersama warga setempat. Kehadiran benteng yang menjadi tempat persembunyian orang-orang Portugis ini menjadi daya tarik tersendiri ketika berda di Ternate. Dan, tempat ini juga kerap menjadi lokasi kunjungan para wisatawan, terutama yang tertarik dengan peninggalan sejarah di Ternate.

Lokasi Benteng Kastela

Benteng bersejarah ini lokasinya berada di Kota Ternate, tepatnya beralamat di Jalan Raya Benteng Kastela Santo Paulo. Lokasi benteng ini masuk dalam wilayah Kelurahan Kastela di Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara. 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar