Bisnis Buah Jeruk Manis
Minggu, 19 Maret 2017
ok nusantara
Bagikan

Bisnis Buah Jeruk Manis

Jeruk manis! Hhhhmm, siapa yang tidak tergoda dengan buah nikmat yang satu ini? Buah jeruk sangat digemari oleh banyak orang dan tidak mengenal musim. Oleh karena itu, budidaya buah jeruk akan sangat menghasilkan pemasukan yang besar jika dilakukan dengan sangat baik.

Sebetulnya, jeruk sendiri banyak macamnya dan mempunyai cara-cara pembudidayaan masing-masing. Pada artikel ini, kita hanya akan membahas tentang teknik-teknik budidaya jeruk manis yang banyak dikonsumsi langsung di pasaran.

img-1489922197.png

Jeruk selain nikmat, terkenal sebagai buah yang mempunyai kandungan vitamin C yang tinggi. Itulah mengapa, banyak orang yang kekurangan vitamin C menjadikan buah jeruk sebagai konsumsi utama mereka.

Pemasaran buah jeruk sangatlah gampang, kita bisa menjadi pemasok para pedagang kaki lima. Jika jumlah panen jeruk kita banyak, kita bisa memasok para distributor besar yang akan memasarkan buah jeruk kepada para pedagang kaki lima.

Buah ini bisa dikategorikan sebagai buah premium, karena buah ini bisa dihidangkan pada acara apapun.

Budidaya buah jeruk tidaklah sulit, kita hanya perlu melakukan langkah-langkah besar di awal. Selanjutnya, kita hanya perlu melakukan perawatan tambahan, supaya buah jeruk dapat tumbuh dan menghasilkan secara berlimpah.

Mempunyai tanaman jeruk bisa dikatakan sebagai passive income yang begitu besar. Mengapa tidak, jeruk akan menghasilkan buah secara berkesinambungan, sampai pohon tersebut berhenti produktif.

img-1489922166.gif
MENGAPA BISNIS BUDIDAYA JERUK SANGAT MENGGIURKAN?

Budidaya jeruk sangat potensial dan harus sangat dipertimbangkan. Mengapa demikian? Buah jeruk mempunyai pangsa pasar yang sangat luas, terutama jeruk manis. Kita dapat melihat di pasar-pasar buah, jeruk pasti menjadi salah satu buah yang tidak pernah kosong. Konsumen bisa datang dari berbagai kalangan, bahkan orang sakit pun tidak dilarang mengkonsumsi jeruk oleh dokter.

Alasan lain mengapa buah jeruk sangat menggiurkan adalah, karena jeruk tidak mengenal musim. Jadi, Anda tidak harus menunggu musim jeruk untuk melakukan panen. Berbeda dengan manggis, untuk berbuah manggis biasanya membutuhkan kemarau yang panjang. Setelah itu, baru para petani manggis dapat mengais untung dari buah tersebut.

BAGAIMANA CARA MEMULAI BUDIDAYA JERUK MANIS?

Melakukan budidaya jeruk memang membutuhkan langkah-langkah yang strategis. Walaupun sebetulnya, jeruk akan tumbuh dengan baik dengan perawatan yang seadanya. Namun kita harus membuat prioritas, karena tujuan kita menanam jeruk adalah untuk bisnis budidaya dan mendapatkan untung. Berikut langkah-langkah strategis untuk memulai budidaya jeruk manis!

Pengetahuan

Mempunyai pengetahuan yang mumpuni tentang jeruk merupakan hal yang wajib, karena ini akan menentukan kualitas pertumbuhan. Anda harus memahami, bahwa tumbuhan jeruk mempunyai syarat-syarat tertentu agar bisa tumbuh dan produktif secara sempurna. Berikut syarat-syarat tumbuh dari buah jeruk:

  • Buah jeruk bisa tumbuh secara optimal pada iklim yang mempunyai angin tidak lebih dari 48%. Hal ini untuk memastikan bunga tidak jatuh.
  • Tanaman jeruk membutuhkan bulan basah (hujan) yang cukup lama, yakni 9 bulan. Hal ini mungkin bisa diakali dengan melakukan penyiraman. Tingkat kelembaban optimal yang dibutuhkan oleh tanaman jeruk adalah 70 – 80%.
  • Tanaman jeruk bisa tumbuh optimal pada ketinggian 1 – 700 di atas permukaan laut.
  • Suhu yang dibutuhkan untuk bisa tumbuh secara optimal adalah 25 – 30 °C.
  • Jenis tanah yang cocok sebagai media tanam jeruk adalah tanah lempung berpasir.
  • Ph optimum untuk pertumbuhan pohon jeruk adalah Ph 6.
  • Tanaman jeruk akan tumbuh optimal pada tempat yang mendapatkan sinar matahari secara langsung.

Pembibitan Jeruk

Sebelum kita bisa menanam buah jeruk, kita akan membutuhkan bibit-bibit unggul untuk ditanam. Pembibitan buah jeruk bisa dilakukan sendiri ataupun membeli yang sudah jadi. Pembibitan sendiri bisa dilakukan dengan dua cara, yakni vegetatif dan juga genaratif (biji).

  • Pembibitan Vegetatif
    Pembibitan dengan cara ini adalah memanfaatkan batang (stek) dari pohon jeruk. Caranya adalah dengan menyisipkan mata tempel. Untuk melakukan hal ini, Anda harus menyiapkan batang bawah/onderstam yang diambil dari jeruk yang mempunyai akar luas dan kuat, tahan terhadap virus, tahan terhadap kekeringan, busuk akar dan nematoda.
  • Pembibitan Generatif
    Cara pembibitan dengan langkah ini lebih umum di masyarakat kita, yakni dengan menyemai biji. Cara untuk melakukan ini dimulai dari pengambilan biji kering dan disimpan hingga lendirnya hilang (sekitar 2 – 3 hari). Penyemaian bisa dilakukan pada polybag, hingga tinggi bibit mencapai sekitar 20 Cm. Untuk bisa tumbuh setinggi ini, bibit membutuhkan waktu hingga 4 bulanan.

Pengelolaan Lahan Tanam

Setelah menyiapkan bibit untuk ditanam, kita bisa menyiapkan lahan sebagai media tanam dari bibit-bibit jeruk tadi. Tanaman jeruk sangat cocok untuk ditanam pada tanah bersengked/berlerang. Biasanya penanaman dilakukan pada tegalan sawah. Penanaman dilakukan dengan jarak yang berbeda-beda, tergantung jenis jeruk. Karena yang dibahas dalam budidaya jeruk manis, maka jarak idealnya adalah 7 x 7 meter.

Setiap lubang tanam, tanahnya akan diolah agar menjadi subur. Caranya adalah dengan mencampurkan tanah hasil galian dengan pupuk kandang sebanyak 20 Kg.

Teknik Penanaman Jeruk Manis

Penanaman jeruk umumnya ideal dilakukan saat awal musim hujan. Seperti yang dikatakan di atas, tanaman jeruk membutuhkan kelembaban yang tinggi. Namun Anda juga bisa menanamnya pada musim kemarau, asalkan Anda bisa memastikan pasokan air lewat penyiraman tercukupi. Sebelum melakukan penanaman, sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut:

  • Atur posisi akar dengan baik, supaya tidak ada yang terlipat
  • Jika akar terlihat terlalu banyak, sebaiknya dilakukan pengurangan akar
  • Cabang dan daun yang berlebihan sebaiknya dipangkas, supaya pertumbuhan jeruk lebih efektif.

Jika penanaman telah dilakukan dengan baik, maka Anda bisa menyirami tanaman jeruk dengan berkesinambungan, untuk memastikan tanah tidak mengalami kekeringan.

Jeruk yang baru ditanam perlu diberikan mulsa, tetapi bukan mulsa hitam perak yang sering digunakan dalam budidaya cabai. Anda bisa menggunakan mulsa alami menggunakan jerami dan daun-daun lainnya yang sehat.

Pemeliharaan Tanaman

Bibit yang sudah ditanam, harus dipelihara sedemikan rupa, agar pertumbuhannya dapat optimal. Ada beberapa langkah penting yang tidak boleh dilewatkan dalam melakukan pemeliharaan pohon jeruk. Berikut langkah-langkah pemeliharaannya:

  • Penyulaman
    Ini merupakan sebuah proses penggantian tanaman yang tidak tumbuh dengan baik/mati dengan tumbuhan baru yang lebih berpotensi untuk tumbuh sempurna.
  • Penyiangan
    Penyiangan bertujuan untuk membersihkan gulma yang dapat menjadi tanaman pesaing dan menyerap nutrisi makanan jeruk. Penyiangan bisa dilakukan secara berkesinambungan atau juga bisa dilakukan sekalian saat melakukan pemupukan.
  • Pembubunan
    Langkah ini biasanya dilakukan pada pohon jeruk yang ditanam pada tanah berlereng. Jika tanah terkena erosi dan pohon jeruk terlihat akarnya, maka perlu melakukan penambahan tanah yang disebut dengan proses pembubunan.
  • Pemangkasan
    Proses pemangkasan perlu dilakukan untuk mencegah cabang yang mengalami penyakit tumbuhan. Hilangkan beberapa batang yang memang sudah tidak produktif dan tidak sehat. Bekas luka yang ditinggalkan akibat pemangkasan, harus ditutup menggunakan lilin atau fungisida. Langkah ini dapat mencegah terjadinya penyakit pada pohon jeruk.
  • Pemupukan
    Pupuk adalah tumbuhan bagi pohon jeruk, sehingga dapat tumbuh secara sempurna dan menghasilkan buah dengan produktivitas yang tinggi. Berikut dosis pemberian pupuk pada pohon, sesuai dengan usianya:
    – Usia 1 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 20 Kg, ZK 100 gram, TSP 25 gram, ZA 200 gram, Urea 100 gram dan dolomit 20 gram/tanaman.
    – Usia 2 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 40 Kg, ZK 200 gram, TSP 50 gram, ZA 400 gram, Urea 200 gram dan dolomit 40 gram/tanaman.
    – Usia 3 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 60 Kg, ZK 300 gram, TSP 75 gram, ZA 600 gram, Urea 300 gram dan dolomit 60 gram/tanaman.
    – Usia 4 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 80 Kg, ZK 400 gram, TSP 100 gram, ZA 800 gram, Urea 400 gram dan dolomit 80 gram/tanaman.
    – Usia 5 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 100 Kg, ZK 500 gram, TSP 125 gram, ZA 1000 gram, Urea 500 gram dan dolomit 100 gram/tanaman.
    – Usia 6 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 120 Kg, ZK 600 gram, TSP 150 gram, ZA 1200 gram, Urea 600 gram dan dolomit 120 gram/tanaman.
    – Usia 7 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 140 Kg, ZK 700 gram, TSP 175 gram, ZA 1400 gram, Urea 700 gram dan dolomit 140 gram/tanaman.
    – Usia 8 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 160 Kg, ZK 800 gram, TSP 200 gram, ZA 1600 gram, Urea 800 gram dan dolomit 160 gram/tanaman.
    – Usia lebih dari 8 bulan membutuhkan pupuk kandang/kompos sebanyak 200 Kg, ZK 800 gram, TSP 200 gram, ZA 2000 gram, Urea > 1000 gram dan dolomit 200 gram/tanaman.
  • Penyiraman
    Kebutuhan air pada pohon jeruk sangat penting. Untuk itu, penyiraman harus dilakukan dengan sangat baik. Meskipun demikian, penyiraman yang dilakukan jangan sampai menggenangi bagian batang akar. Untuk itu, pada musim kemarau setidaknya lakukan pengairan sebanyak 1 kali dalam seminggu.
  • Penjarangan Buah
    Mungkin Anda berpikir, mengapa penjarangan buah harus dilakukan, padahal ingin panen berlimpah? Hal ini sangat efektif untuk merangsang kualitas buah dan bobotnya yang ideal. Penjarangan buah dilakukan pada buah yang tidak berkualitas/sakit, kelebihan jumlah dalam tangkainya dan tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Perawatan yang baik telah dilakukan dengan berbagai langkah, agar pertumbuhan dan hasil buah optimal. Namun selain itu, Anda juga harus mampu untuk mengendalikan hama dan penyakit yang bisa menyerang dan merusak jeruk. Beberapa hama yang sering menyerang antara lain adalah kutu loncat, ulat peliang daun, kutu daun, kutu penghisap daun, penggerek buah, tungau, lalat buah, kutu dompolan, thrips, ulat penggerek bunga dan puru buah, kumbang belalai, kutu sisik dan hama lainnya. Untuk pengendalian hama, bisa dilakukan dengan penggunaan insektisida dan festisida.

Selain hama, penyakit juga bisa menyerang jeruk. Penyakit-penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai macam virus, bakteri dan juga jamur. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan pemotongan atau juga bisa dengan fungisida, tergantung jenis penyakitnya.

Panen

Proses panen buah jeruk sangatlah mudah. Anda hanya perlu memetiknya dengan menggunakan gunting pangkas dan menempatkannya di keranjang khusus. Jeruk bisa dipanen pada usia buah 28 – 36 minggu, tergantung dari jenis jeruk itu sendiri. Panen jeruk di Indonesia sebetulnya masih jauh dari negara-negara sub tropis yang bisa menghasilkan hingga 40 ton/ha. Di Indonesia, panen jeruk hanya dapat menghasilkan sekitar 5 – 6 ton/ha. Setiap pohon jeruk dapat menghasilkan hingga 400 buah per tahun.

ANALISA USAHA BUDIDAYA JERUK MANIS

Langkah-langkah di atas tertulis secara lengkap. Namun meskipun demikian, tanpa melakukan simulasi analisa usaha, kita tidak betul-betul tahu tentang potensi dari bisnis budidaya jeruk manis yang telah kita bahas. Pada analisa ini, kita akan mengambil simulasi menggunakan 1 hektar lahan dengan durasi pemeliharaan selama 6 tahun. Berikut analisa usahanya!

Modal Investasi Awal

  • Sewa lahan seluas 1 hektar selama 6 tahun, per tahun Rp 20.000.000,- = Rp 120.000.000,-
  • Membeli bibit supaya lebih cepat sebanyak 400 tanaman, masing-masing Rp 15.000,- = Rp 6.000.000,-
  • Pembelian peralatan (cangkul, gunting stek, sprayer dll) = Rp 5.000.000,-
  • Pembelian pupuk untuk tahun pertama = Rp 15.000.000,-
  • Pembelian obat-obatan untuk tahun pertama = Rp 14.000.000,-
  • Tenaga kerja (penanaman, penggarapan lahan dsb) = Rp 7.000.000,-

Total investasi awal yang dibutuhkan adalah Rp 167.000.000,-

Modal Kerja

Modal kerja yang dihitung adalah kalkulasi seluruh biaya yang dikeluarkan selama 6 tahun.

  • Biaya tenaga kerja selama 6 tahun = Rp 150.000.000,-
  • Biaya pupuk dari tahun ke 2 – 6 = Rp 65.000.000,-
  • Biaya operasional = Rp 20.000.000,-
  • Biaya lain-lain = Rp 10.000.000,-

Total modal kerja yang dibutuhkan selama 6 tahun adalah Rp 245.000.000,-

Pendapatan

Produksi jeruk biasanya akan dimulai pada tahun ke tiga. Jumlah produksi setiap tahun akan mengalami peningkatan. Dengan rata-rata harga jeruk manis di pasaran adalah Rp 22.000,- maka berikut perhitungannya!

  • Pendapatan tahun ke 3, panen mendapatkan 1665 Kg x Rp 22.000,- = Rp 36.630.000
  • Pendapatan tahun ke 4, panen mendapatkan 5000 Kg x Rp 22.000,- = Rp 110.000.000,-
  • Pendapatan tahun ke 5, panen mendapatkan 10.000 Kg x Rp 22.000,- = Rp 220.000.000,-
  • Pendapatan tahun ke 6, harga jeruk naik menjadi Rp 25.000, panen mendapatkan 20.000 Kg x Rp 25.000,- = Rp 500.000.000,-

Maka pendapatan kotor yang didapatkan selama 6 tahun adalah Rp 866.630.000,-

Pendapatan bersih yang didapatkan selama 6 tahun adalah Rp 866.630.000 – Rp 412.000.000,- = Rp 454.630.000,-/72 bulan = Rp 6.314.000,-/bulan.

Dengan melakukan budidaya jeruk manis seluas 1 hektar, Anda bisa mendapatkan untung yang demikian besar.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar