Candi Ijo Candi Budha Tertinggi di Yogyakarta
Senin, 10 April 2017
ok nusantara
Bagikan

Candi Ijo Candi Budha Tertinggi di Yogyakarta

Candi Ijo, Candi Budha di Puncak Tertinggi Yogyakarta

Candi Ijo merupakan candi budha dengan letak tertinggi di Yogyakarta. Berlokasi di Bukit Ijo, Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Ijo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang harus dikunjungi untuk menelusuri sejarah di abad ke-9. Lokasi candi yang berada di ketinggian 410 meter di atas permukaan laut atau tepatnya di atas Bukit Ijo atau Gumuk Ijo merupakan candi di selatan Candi Boko.

img-1491818889.jpg

Candi dengan lokasi tertinggi di antara candi Yogyakarta berada di 4 kilometer ke arah tenggara Candi Ratu Boko dan sekitar 18 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Candi ini dibangun di jaman Kerajaan Medang periode Mataram sekitar abad ke-10 hingga ke-11.

Dengan kompleks dataran candi pada bagian utama yang memiliki luas sekitar 0,8 hektare diperkirakan masih terdapat bagian candi dengan area lebih luas dan menjorok dari arah barat ke arah utara. Hal tersebut disebabkan adanya temuan artefak Candi Ijo saat penduduk setempat menambang lereng bukit Gumuk Ijo di bagian timur dan utara.

Sejarah, Arsitektur dan Mitos Candi Ijo

candi ijo sleman

Candi Ijo yang terletak di ketinggian bukit memberikan pemandangan yang menakjubkan bagi pengunjung saat berada disini. Dari teras candi pengunjung dapat menikmati pemandangan alam di bawah bukit dengan teras pertanian yang berbentuk miring dan curam.

Kompleks candi agama Hindu ini terdiri dari 17 struktur bangunan dan dibagi menjadi 11 teras berundak. Di halaman pintun masuk yang juga merupakan teras candi berupa teras berundak membujur dari arah barat menuju ke arah timur.

Bangunan di teras ke-11 Candi Ijoterdiri dari 4 bangunan candi utama, 3 candi perwara, candi pengapit, 8 buah lingga patok dan pagar keliling. Kesakralan bangunan menjadi dasar peletakan bangunan di tiap teras. Sehingga bangunan yang paling sakral adalah terletak di teras tertinggi. Seni rupa yang tinggi diaplikasikan dalam arsitektur candi.

candi ijo yogyakarta

Di setiap candi utama terdapat hiasan berupa relung berjumlah 3 buah pada tiap sisinya. Candi induk menghadap ke arah barat. Di depan candi induk terdapat 3 candi perwara yang digunakan untuk pemujaan Dewa Trimurti yaitu Dewa Brahma, Dewa Syiwa dan Dewa Wisnu. Ketiga candi perwara tersebut menghadap ke arah timur. Di dalamnya terdapat ruangan dan jendela kerawangan dengan bentuk belah ketupat. Candi perwara bagian tengah melindungi lembu Nandini yang digunakan sebagai kendaraan Dewa Syiwa.

Saat wisatawan memasuki area Candi Ijo akan ditemui kala makara bermotif kepala ganda dengan atribut pelengkapnya yang dapat dilihat pada atas pintu masuk. Biasanya motif kepala ganda dapat ditemui pada candi Budha yang menyimbolkan akulturasi antara agama Budha dan agam Hindu. Candi dengan motif kala kepala ganda juga dapat ditemui di Candi Plaosan, Candi Sari dan Candi Ngawen.

Di Candi ijo wisatawan akan bertemu dengan arca yang menggambarkan sosok laki-laki dan perempuan sedang melayang menuju ke arah tertentu. Sosok tersebut memiliki makna untuk mengusir roh jahat dan lambang persatuan antara Dewa Siwa serta Dewi Uma. Dan persatuan antara Dewa Siwa dengan Dewi Uma dianggap sebagai penyebab terjadinya alam semesta.

img-1491818903.jpg

Bagian teras ke-11 bangunan Candi Ijo yang berada di bagian candi perwara wisatawan dapat melihat adanya bak sebagai tempat api pengorbanan atau homa. Api pengorbanan ini menjadi cermin pemujaan Brahma yang umum pada masyarakat Hindu. Di bak bagian atas belakang terdapat tembok dengan ventilasi atau lubang berbentuk segitiga dan jajaran genjang.

Candi Ijo dengan lokasi tertinggi di Kota Yogyakarta ini wisatawan akan melihat dua buah prasasti yang hingga saat ini masih menjadi misteri. Dua buah prasasti tersebut terletak pada bangunan teras di tingkat ke-9. Pada salah satu prasasti tersebut terdapat tulisan Guywan atau Bluyutan yang berarti pertapaan dan diberi kode huruf F. Prasasti kedua terbuat dari batu dengan ukuran tinggi 14 cm dan bertebal 9 cm. Prasasti tersebut bertuliskan mantra-mantra yang diperkirakan sebagai sebuah kutukan. Mantra yang berbunyi Om Sarwwawinasa Sarwwawinasa ditulis sebanyak 16 kali. Mantra yang tertulis pada prasasti diperkirakan berkaitan dengan adanya peristiwa saat itu. Tetapi peristiwa apa yang terjadi saat itu belum diketahui kepastiannya.

img-1491818920.jpg

Wisatawan yang berada di Candi Ijo dengan lokasi tertinggi di Yogyakarta tersebut dapat menikmati pemandangan saat pesawat landing dan take off melewati bukit. Bukit Ijo yang termasuk dalam kelompok Pegunungan Seribu merupakan batas bandara paling timur dan hal tersebut menyebabkan area Bandara Adisucipto tidak dapat diperluas ke arah timur.

Jika wisatawan melihat dari Candi Ijo ke arah timur akan terlihat pemandangan persawahan yang menghijau, keindahan Pantai Parangtritis dan Bandara Adisucipto. Wisatawan juga akan merasakan kesejukan udara di dataran tinggi yang membuat pikiran menjadi lebih rileks.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Candi Ijo Terbaru

Buka 07.00 sampai 18.00 setiap hari

Harga Tiket Masuk Gratis / Parkir 2000

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar