Danau Merah Pagaralam, Danau Penuh Misteri di Bengkulu
Rabu, 07 Maret 2018
ok nusantara
Bagikan

Danau Merah Pagaralam, Danau Penuh Misteri di Bengkulu

Danau identik dengan warna air yang

hijau atau biru. Tapi, danau di pedalaman Bengkulu ini punya warna merah darah dan berbau pandan ketika malam.
Danau darah ini bernama Danau Merah Rimba Candi. 
Danau Merah Rimba Candi atau disebut juga Danau Rimba Candi mempunyai luas sekitar 6 hektar. Untuk sampai ke sini, traveler akan memakan waktu sekitar 1 hari perjalanan dari pusat kota. 
Kawasan ini ditemukan oleh sekelompok warga yang melakukan ekspedisi pada tahun 2010. Menurut saksi mata, di sekitar danau dan kawasan hutan ditemukan beberapa hewan yang hanya ada di situ. 
Misalnya kelabang berukuran raksasa dengan panjang 50 cm dan lebar 30 cm, burung raksasa (masih belum diketahui jenisnya) serta kerbau dengan telinga yang penuh dengan sarang lebah. 
Ada lagi, danau ini tak hanya berwarna merah darah tapi juga punya bau yang khas. Saat siang, kawasan danau tak akan berbau. Namun saat malam tiba, seketika juga kawasan akan berbau pandan. 
Konon, daerah Rimba Candi ini adalah kawasan candi pertama di Sumatera. Kemudian datanglah rombongan Kyai Subroto untuk menyebarkan ajaran Islam. Namun masyarakat desa Rimba Candi menolak rombongan Kyai Subroto dan melawan mereka. 
Munculnya danau darah ini dipercaya memiliki hubungan erat dengan kejadian rombongan Kyai Subroto. Namun, tak ada yang tahu dengan pasti tentang kebenaran cerita ini.
Air yang danau yang berwarna darah ini, uniknya, meskipun air danau berwarna merah, namun ketika airnya diambil dan diangkat ke permukaan, justru warnanya jernih seperti air biasa.
Selain itu keunikan lainnya adalah pohon-pohon hutan yang tegak berdiri di atasnya pun seperti mempunyai tatanan tersendiri. Kalau tanah tempat pohon itu tumbuh masih masuk wilayah Tanah Basemah Pagar Alam, maka semua pohonnya miring ke arah Pagar Alam. Namun, kalau tempat tumbuhnya di Bengkulu, maka pohon-pohonnya miring ke arah Bengkulu pula, atau berlawanan dengan arah Pagar Alam.

Belum habis sampai situ saja, banyaknya sisa-sisa bangunan, menguatkan bahwa lokasi ini dulunya pernah ada candi, bahkan sudah diperkirakan bahwa candi yang dulunya ada di sini merupakan candi pertama yang ada di Pulau Sumatera. Sehingga penelitian para arkeolog terhadap situs ini juga terus berlanjut.

Hasil gambar untuk danau berwarna merah di bengkulu

Sebuah danau seluas enam hektar ditemukan di Bengkulu dan manyimpan banyak misteri. Selain warnanya yang menyerupai darah, danau tersebut juga memiliki banyak cerita-cerita misterius. Adanya di perbatasan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu dengan Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Persisnya berada di sekitar bukit Raje Mandare. Danau ini ditemukan pada 2010 oleh warga sekitar. Butuh waktu dua hari untuk menjangkau danau yang memiliki nama Danau Merah Darah ini. Sahabat Sporto akan berjalan kaki melewati kawasan hutan dan bukit

Selain memiliki warna tak biasa, Danau ini juga memiliki banyak keanehan di sekitarnya. Salah satunya, warnanya yang merah seperti darah. Uniknya, bila Sahabat Sporto mengangkat air danau dengan tangan, warna air terlihat seperti biasa laiknya air kolam yang jernih. Tak cuma berhenti di sana keanehannya, tapi juga pada benda-benda sekitar.

Pohon-pohon hutan yang tegak berdiri di sekitarnya pun seperti mempunyai tatanan tersendiri. Kalau tanah tempat pohon itu tumbuh masuk wilayah Tanah Basemah Pagaralam, maka semua pohonnya miring ke arah Pagaralam.

Sebaliknya, bila tempat tumbuhnya di Bengkulu maka pohon-pohonnya miring ke arah Bengkulu. Hal aneh juga terjadi pada satwa yang hidup di sana, seperti kelabang raksasa berukuran lebar 30 cm dan panjang 50 cm, kerbau yang telinganya terdapat sarang lebah, atau burung-burung raksasa. Menariknya lagi, semua binatang-binatang tersebut cukup jinak.

Keanehan lainnya, menurut penuturan warga sekitar, saat malam hari di dekat lokasi danau ini tercium aroma pandan yang entah dari mana asalnya. Belum habis sampai situ saja, di sekitar danau juga banyak ditemukan sisa-sisa bangunan yang menguatkan kalau lokasi ini dulunya ada candi. Bahkan candi ini diperkirakan sebagai candi pertama yang ada di Pulau Sumatera.

Akses menuju danau ini cukup susah. Tidak ada kendaraan yang bisa digunakan untuk menuju lokasi danau. Sahabat Sporto harus menyewa kendaraan untuk sampai di desa terakhir sebelum melakukan trekking ke bukit Rimba Candi. Meski begitu, daerah ini tetap menyedot perhatian wisatawan untuk datang. 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar