Dibalik keindahan danau biru singkawang sering memakan korban
Selasa, 09 Oktober 2018
ok nusantara
Bagikan

Dibalik keindahan danau biru singkawang sering memakan korban

Danau biru di Jalan Wonosari, Roban, Singkawang Tengah itu memang ‘’anggun’’. Airnya jernih. Kebiruan. Demikian juga puncak bukit-bukit kecil menjulang. Menjadi sebuah kawasan yang menawan dan layak menjadi objek wisata baru. Promosinya cukup dari mulut- ke mulut. Ahmad Fahrozy, Singkawang

KARENA air danau yang bewarna kebiruan inilah yang membuat kawasan ini kerap disebut Danau Biru  Cukup banyak ‘’wisatawan’’ yang mendatangi dan terpikat akan kecantikan si danau biru itu.Padahal, awalnya, kawasan ini adalah daerah tandung dan gersang. Kebanyakan digunakan untuk tambang emas. Ketika kawasan terbuka, membentuk kawah-kawah menganga yang dinilai merusak lingkungan.

Hasil gambar untuk danau biru pontianak

Tatkala emas sudah tiada. Ditinggal begitu saja. Lingkungan rusak. Tetapi, keajaiban terjadi dengan terbentunya danau-danau tersebut.‘’Memang indah. Saya sudah beberapa kali ke sini. Airnya jernih dan membiru. Setiap kali kesini seolah ada panggilan untuk berenang. Kapan lagi. Sayang kalau terlewati,’’ ujar Siman, 38 tahun, warga Pontianak yang pernah bertandang ke lokasi ini.

Pemikiran Siman memang tak beda dengan lainnya. Saat bertandang ke sebuah tempat yang dinilai bagus, selain berselfi ria, tentu ingin merasakan apa yang ditonjolkan di kawasan itu.Padahal, sebagai lokasi eks PETI (penambangan emas tanpa izin), belum pernah diperiksa apakah kandungan air danau biru masih mengandung merkuri atau tidak.

Sebagai tempat kawasan penambangan emas, tentu karib dengan zat untuk penggulung emas yang masih dalam bentuk butiran pasir tersebut. Di sisi lain, meski demikian, banyaknya warga yang tertarik ke kawasan tersebut. Bahkan beberapa kali terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Terakhir, pelajar SMP Negeri 3 bernama Yuni Witari Alias Yuni (16), Minggu (10/1) sekitar pukul 13.30 WIB ditemukan tewas di danau Biru.

Berdasarkan data dari Bidang Wasdal Badan Lingkungan Hidup Kota Singkawang, diakui bahwa di wilayah Wonosari, ada beberapa kubangan air semacam danau terbentuk dari aktivitas Pertambangan emas ilegal yang berlangsung. Jika dilihat, memang nampak bagus. Tapi belum diketahui bagaimana bahaya yang ditimbulkannya.Lantaran karakteristiknya bukanlah danau alam, tetapi eks penambangan. Baik dari unsur kandungan air ataupun tanah yang ada di tempat tersebut, maupun karakteristik danau itu sendiri.

Warga sekitar Danau Biru, mengaku kurang begitu tahu persis sejak kapan Danau tersebut ada. Hanya saja, ada yang menyatakan dulunya memang ada sebuah kolam, namun ukurannya tidak seperti sekarang.“Ada memang danau, tapi tidak seperti sekarang. Bahkan dulunya tempat untuk berkembang biak salah satu jenis ikan,” kata Amran, warga sekitar.

Setelah aktivitas PETI berkurang, sekarang tempat itu telah menjadi salah satu objek wisata. Hanya saja, terkadang disalahgunakan sebagai tempat berpacaran hingga berbuat mesum. Melihat kondisi ini, pemkot Singkawang melalui Satpol PP, beberapa kali melakukan razia di kawasan Danau Biru.Bukan saja itu, tempat tersebut juga sudah beberapa kali memakan korban, diantaranya karena berenang dan tenggelam

Menurut cerita warga setempat danau ini terbentuk karena genangan air yang memenuhi kolam-kolam eks penambangan emas. Setelah ditinggalkan para pekerja kolam tersebut menjadi sebuah danau yang cantik seperti sekarang ini. Aku sendiri pertama kali ke Danau Biru tahun 2010 bersama adikku Rika yang menunjukkan ada tempat wisata baru yang sedang tren saat itu. Setelah itu aku menjadi sering mengunjungi Danau Biru bersama teman-teman untuk sekedar bersantai dan menikmati pemandangan alam seperti Gunung Poteng.

danau biru singkawang; gunung poteng


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar