Eloknya Danau Maninjau
Senin, 20 Maret 2017
ok nusantara
Bagikan

Eloknya Danau Maninjau

Misteri di balik eloknya Danau Maninjau



Wilayah Sumatra Barat memang belum ngehits di kalangan pecinta wisata alam. Padahal beberapa tempat seperti Danau Maninjau punya panorama alam yang sangat cantik dan bisa bikin nafas kamu terhenti karena takjub memandangi keindahannya.

danau-maninjau


LEGENDA DANAU MANINJAU

Masyarakat sekitar percaya bahwa Danau Maninjau terbentuk ratusan tahun silam akibat letusan sebuah gunung berapi yang bernama Gunung Sitinjau. Menurut mereka bukit-bukit yang mengelilingi danau seluas 100 meter persegi itu membuat Danau Maninjau bagaikan sebuah cekungan di puncak sebuah gunung. Lha kalo kawahnya aja segede ini, pasti gunungnya besar banget! Tapi sayangnya belum ada penelitian yang dilakukan buat membuktikan kebenaran cerita ini.

Menurut orang-orang tua setempat, dulu banget sebelum Danau Maninjau terbentuk ada sepuluh orang bersaudara yang sudah ditinggal mati orangtuanya yang tinggal di kawasan itu. Si sulung bernama Kukuban, sedangkan si bungsu adalah seorang perempuan cantik bernama Sani. Kukuban dan adik-adik laki-lakinya dijuluki Bujang Sembilan oleh masyarakat setempat.

Bujang Sembilan punya seorang paman yang baik hati bernama Datuk Limbatang dan ia punya seorang anak lelaki yang ganteng bernama Giran. Karena sering ketemuan, Sani dan Giran akhirnya jatuh hati. Datuk Limbatang juga tak keberatan dengan hubungan mereka dan ia malah ingin menikahkan kedua sejoli ini.

img-1489984503.jpg

Namun, si sulung Kukuban nggak setuju karena ia pernah dikalahkan Giran dalam pertandingan pencak silat dan merasa benci kepadanya. Suatu hari Giran dan Sani bertemu secara diam-diam karena Sani tak ingin membuat kakaknya tersinggung. Tapi Kukuban menguntit Sani dari belakang dan menuduh mereka telah melakukan perbuatan tak senonoh. Para warga pun percaya akan hasutan Kukuban dan mereka mengarak Giran dan Sani untuk dilemparkan ke kawah panas Gunung Sitinjau sebagai hukuman.

Sebelum dilemparkan ke kawah, Giran mengucap sumpah, “Ya Allah, biarkan tubuh kami hancur jika kami bersalah. Tapi kalo kami tak bersalah, ubahlah Bujang Sembilan menjadi ikan!” Benar saja travelers, sesudah pasangan kekasih ini melompat ke dalam kawah, Gunung Sitinjau pun meletus dengan hebatnya dan laharnya menghancurkan apapun yang dilewatinya. Bekas letusan Gunung Sitinjau berubah menjadi Danau Maninjau dan di sanalah Bujang Sembilan hidup sebagai sembilan ekor ikan.

MENGINTIP KEELOKAN DANAU MANINJAU, BUKIT TINGGI

danau-maninjau1


Secara administratif, Danau Maninjau merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Danau Maninjau bisa didatangi dari arah Kota Padang maupun Lubuk Basung. Tapi perjalananmu pasti akan lebih menarik kalo kamu mendatangi Danau Maninjau dari arah Bukittinggi, karena di jalur ini kamu akan disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan di sepanjang jalan yang berkelok-kelok atau yang populer disebut Kelok 44. Danau Maninjau ada di ketinggian 461,5 meter dari permukaan laut sehingga udara di sekelilingnya cukup sejuk dan menyegarkan.

Suasana di sekitar Danau Maninjau yang masih alami dan rapat dengan aneka pepohonan cocok buat kamu yang pengen menyepi mencari ketenangan atau ketenangan batin. Di Danau Maninjau yang damai inilah salah satu sastrawan ternama Indonesia, Buya Hamka, lahir dan dibesarkan. Dan keindahan Danau Maninjau menjadi inspirasi bagi novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wick yang membesarkan namanya hingga saat ini.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar