Game Paling Kontroversial yang Pernah Diciptakan
Selasa, 29 Mei 2018
ok nusantara
Bagikan

Game Paling Kontroversial yang Pernah Diciptakan

Ini 7 Game Paling Kontroversial yang Pernah Diciptakan

1. Pokemon

1

Percaya atau tidak, Pokemon telah menjadi salah satu game paling kontroversial selama bertahun-tahun, meski diberi rating E yang notabene ditujukan untuk audiens muda. Salah satunya terdapat pada game original Pokemon milik Nintendo yang dirilis untuk Game Boy, yang menjadi kontroversi karena wujud salah satu karakternya. Karakter bernama Jynx ini, dianggap sebagai bentuk rasis karena penampilan dan wajahnya yang mirip dengan aktor kulit hitam. Tak sampai di situ saja, kontroversi Pokemon kembali terjadi ketika Niantic merilis Pokemon GO. Disebutkan jika sumber kontroversi dari game mobile ini berasal dari banyaknya pemain yang cedera hingga meninggal karena konsep gameplay Augmented Reality yang dibenamkan.

2. Soldier of Fortune

2

Soldier of Fortune dirilis pada tahun 2000 dan merupakan video game pertama yang menggunakan game engine GHOUL buatan Raven Software. GHOUL sendiri merupakan game engine yang memungkinkan developer untuk membuat tingkat kekerasan sedetail mungkin, seperti memecahkan kepala musuh hingga keluar otak atau menembak perut musuh sampai bagian dalam teruai keluar. Berbeda dengan Doom yang mungkin masih di level standar, desain kekerasan dan gore pada Soldier of Fortune terbilang tidak masuk akal. Di seri keduanya yang dirilis pada tahun 2002, detail kekerasannya dibuat lebih detail dan gila lagi.

3. Six Days in Fallujah

3

Game tactical-FPS yang berlatar di Perang Irak yaitu Six Days in Fallujah, terbukti sangat kontroversial sampai-sampai tidak pernah dirilis hingga saat ini. Banyak yang menilai bahwa game ini merupaka game 'mimpi buruk', karena ketika dikembangkan dan akan dirilis, Perang Irak masih berlangsung. Tim Collins yang merupakan mantan letnan Kolonel Batalion Kerajaan Royal Resimen Irlandia, mengatakan jika game ini sangatlah kurang ajar dan sensitif, mengingat apa yang terjadi di Fallujah. Tak mau ambil risiko, Konami akhirnya secara resmi mengumumkan mundur sebagai publisher dari game itu pada tanggal 27 April 2009. Kemudian Atomic Games yang menjadi developer-nya, ditutup pada akhir tahun itu karena gagal menemukan publisher lain.

4. Bully

4

Bukan Rockstar namanya jika tidak bisa menciptakan game yang kontroversial. Tidak seperti Manhunt atau Grand Theft Auto, yang memang kontroversial karena memiliki unsur kekerasan, Bully dianggap kontroversial karena narasi yang disandangnya. Banyak pihak yang menilai apabila Bully mengagung-agungkan bullying dan hal itu ditakutkan dapat mempengaruhi remaja untuk melakukan hal-hal buruk. Padahal secara garis besar, Bully hanyalah game open-world berbasis sekolahan yang menyoroti kesenjangan sosial buruk di antara murid-murid. Meski dianggap kontroversial, Bully tetap mendapat review positif dan membuat banyak gamer berharap akan kehadiran sekuelnya.

5. Postal 2

5

Postal 2 merupakan game FPS yang dirilis pada tahun 2003 dan merupakan salah satu game paling sadis yang pernah dibuat. Postal 2 menawarkan apa yang disebut rasisme dan kekerasansecara konstan dan dibuat dengan berbagai cara yang berbeda. Seolah-olah game yang dikembangkan oleh Running With Scissors ini, memang ditujukan untuk menyinggung pemain sekaligus mengajarkan bagaimana melakukan kekerasan yang baik dan benar. Meski Postal 2 berhasil menarik banyak perhatian karena kemampuannya untuk menyinggung, pada faktanya game ini gagal secara finansial. Kendati demikian, Running With Scissors tidak berhenti dan tetap merilis seri ketiganya yang lebih gila dan kontroversial lagi.

6. Ethnic Cleansing

6

Ethnic Cleansing merupakan game FPS yang dirilis pada tahun 2002 oleh organisasi nasionalis putih, National Alliance. Dalam game yang berlatar di perang ras ini, pemain mengendalikan anggota neo-Nazi atau anggota Ku Klux Klan yang diberi tugas untuk membunuh berbagai karakter minoritas, terutama kulit hitam. Puncaknya, pemain akan disuruh untuk membunuh mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon. Sebagian besar dari kalian pasti sudah bisa membayangkan betapa kontroversialnya game ini, karena konten rasis dan kekerasan yang disinggungnya.

7. V- Tech Rampage

7

V-Tech Rampage merupakan game mengerikan yang dirilis hanya beberapa minggu setelah insiden penembakan Virginia Tech, di mana seorang pria bersenjata menembak dan menewaskan 32 orang dalam salah satu pembunuhan massal terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat. Game berbasis flash ini, memungkinkan pemain untuk membunuh ratusan siswa. V-Tech Rampage merupakan kasus klasik dimana orang tidak bertanggung jawab membuat uang bagi dirinya sendiri, lewat tragedi mengerikan yang menyita banyak simpati masyarakat. Dikabarkan, apabila pembuat game ini yaitu Ryan Lambourn, akan membuat game kontroversi lain yang berdasarkan kasus pembantaian lainnya berjudul Sandy Hook.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar