hidup berkah tanpa riba
Senin, 27 Februari 2017
ok nusantara
Bagikan

hidup berkah tanpa riba

Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol bersama Saptuari Sugiharto



Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol bersama Saptuari Sugiharto
kemaren siang ( Ahad, 04/09/2016) di masjid Asy Syifa' rumah sakit islam kota Magelang, tepatnya sehabis dzuhur, saya bersama ratusan jamaah dari Magelang dan sekitarnya menghadiri seminar Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik nol dengan pembicara Founder Komunitas Sedekah Rombongan Mas Saptuari Sugiharto. Acara ini di selenggarakan oleh Komunitas pengusaha tanpa riba (PTR) Jogja-Jateng. Seminar ini pertama kali diadakan di Magelang oleh komunitas pengusaha tanpa riba setelah beberapa kali menyelenggarakan acara yang sama di kota-kota lain.

Ustad Wawan, selaku ketua komunitas pengusaha tanpa riba Jogja-Jateng dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini di selenggarakan karena semakin maraknya riba di tengah masyarakat, bahkan sudah wajar dan di anggap sebagai sebuah kebutuhan, seperti hutang mobil, hutang motor lewat leasing, cicil rumah lewat KPR dan lain sebagainya. Padahal dalam Al-quran sudah di jelaskan mengenai bahaya dan dosanya riba, bahkan dosa teringan akibat riba seperti menzinai ibu kandung sendiri. Dengan diadakannya acara semacam ini kata Ustad Wawan, akan semakin banyak masyarakat yang meninggalkan riba.

Setelah sambutan dari Ustad Wawan, di lanjutkan dengan Mas Saptuari dengan materi Hidup berkah tanpa riba, kembali ke titik Nol. Mas Saptuari mengatakan banyak dari kita di kepung oleh riba tapi tidak menyadarinya, tawaran penuh jebakan. bukan kebutuhan nekad hutang, hidup menumpuk utang. Ngomong-ngomong tentang riba banyak dari kita yang belum tau apa itu yang di maksud dengan riba? Riba adalah semua utang yang memberikan manfaat. Sudah jelas-jelas di terangkan dalam Al-quran, banyak hadist yang membahas tentang riba. MUI sebagai salah satu lembaga yang menaungi umat islam di Indonesia juga telah mengeluarkan fatwa tentang haramnya riba. yaitu fatwa No. 1 tahun 2004. Akan tetapi entah kenapa banyak yang tidak tau tentang fatwa MUI tersebut.

Sebagaimana kita ketahui selama ini tidak ada tempat di Televisi bagi Ustad-ustad Fiqih Muamalah yang membahas tentang riba. Tapi setelah meledaknya internet dan adanya sosial media seperti Facebook, Twitter, You tube dan lain sebagainya banyak bermunculan ustad-ustad ahli fiqih muamalah yang membahas tentang riba di chanel-chanel mereka. Dan disinilah mulai awalnya banyak masyarakat yang faham tentang hukum riba, sehingga banyak bermunculan di tengah masyarakat komunitas-komunitas anti Riba, salah satunya adalah komunitas pengusaha tanpa riba.

Kita selama ini mungkin sangat antipati dengan alkohol dan daging babi yang di haramkan, akan tetapi sangat toleran dengan riba dan sama haramnya dengan babi dan alkohol. Padahal sudah jelas-jelas dalam Al-quran ancaman bagi para pelaku riba seperti pemakan, nasabah, penyetor, saksi, pencatat dan penyetor riba. Bahkan dalam sebuah hadist shahih, Nabi Muhammad SAW bersabda dosa riba paling ringan adalah seperti berzina 36 kali walau harta riba yang kita makan hanya 1 dirham saja. Banyak jamaah yang hadir termasuk saya di buat terkesima dengan pemaparan mas Saptuari tentang riba ini, karena hampir dari semua yang hadir pernah bersentuhan dengan yang namanya riba. Mas Saptu mengatakan bahwa bisnis bukan hanya soal rugi atau untung tapi juga soal surga atau neraka, maka jangan sampai hanya untuk kesenangan sesaat kita mengorbankan kepentingan yang abadi di akhirat kelak. 

Bukan hanya para jamaah saja yang pernah bersentuhan dengan riba, Mas Saptuari sendiri adalah salah seorang yang pernah terpuruk hidupnya karena riba ini. Kehidupan beliau yang tadinya ayem tentrem mendadak banyak masalah bermunculan setelah tanda tangan riba. Masalah pertama muncul yaitu di tipu karyawannya sendiri senilai 33 juta dan usahanya mulai bankrut, mesin percetakan yang di beli dengan uang riba seharga 80 juta bukannya menambah penghasilan tapi malah merugi 100 juta karena mengalami kersakan di sana sini, duit tabungannya senilai 350 juta juga ludes hanya dalam tiga bulan karena salah perhitungan dalam jual beli forexarrow-10x10.png. Tidak hanya sampai di situ saja, ruko yang selama ini menjadi kantornya sehari-hari di bobol maling, kerugian yang dia derita mencapai ratusan juta belum lagi komplian dari pelanggannya yang orderannya belum di kerjakan karena tidak ada alat produksi. Selang tidak begitu lama beliau mengalami kecelakaan di daerah Purwokerto, Mobilnya masuk jurang. Istrinya juga ikut-ikutan kecelakaan saat mengendarai motor. 

Selain mengisahkan dirinya sendiri yang terpuruk, masalah demi masalah mendatanginya tanpa henti setelah bersentuhan dengan riba. Mas Saptuari juga bercerita banyak orang dari yang hanya sopir  angkot sampai Vice Presiden di salah satu bank nasional dengan gaji puluhan juta perbulan yang akhirnya memutuskan resign hanya karena bersentuhan dengan riba setiap harinya. Salah seorang jamaah bertanya Di jaman yang serba kapitalis seperti sekarang ini apakah kita bisa hidup tanpa riba? Mas menjawab dengan menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW, Bahwasanya akan hadir di suatu masa semua orang akan memakan riba, sampai-sampai yang tidak makan riba akan kena debunya. 

Ada jamaah lain yang bertanya bagaimana hukumnya dengan berhutang ke bank syariah? apakah tergolong riba juga sementara bank tersebut sudah menerapkan prinsp-prinsip syariah? Mas Saptuari mengatakan bahwa bank Syariah di Indonesia belum murni syariah, karena terpentok dengan aturan Bank Indonesia. Jadi walaupun namanya syariah, masih ada riba di dalamnya. Seperti bagi hasil  yang telah di tetapkan keuntungannya di depan, sementara dalam prisip syariah dalam bagi hasil harus siap untung dan juga harus siap rugi. Mas Saptuari mengajak kepada jamaah yang hadir untuk meninggalkan hal-hal yang berbau riba karena dosanya ngeri banget.

Di akhir acara Mas Saptuari berbagi tips agar terbebas dari riba
1.Taubat
2.Berazam/ bercita-cita sampai mentok meninggalkan riba
3.Perbaiki ibadah secara total. baik ibadah wajib maupun yang sunah terutama shalat, karena sabar dan shalat sebagai penolong
4.Perbanyak doa dan dzikir 
5.Minta doa kepada kedua orang tua terutama ibu, apabila sudah meninggal bisa beramal dengan di niatkan pahala buat mereka
6.Naikan pendapatan
7. Tunda kesenangan 
8.Perbanyak sedekah, dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW bersabda kalau doa kita penge di kabulkan bantulah orang lain. 

Sebelum mengakhiri tausyiahnya Mas saptuari mengajak jamaah agar semakin mendekat ke Allah SWT, Ikuti aturannya jangan ngeyel. Insya Allah keberkahan akan menghampiri kita. 

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar