Ini 4 Fakta Soal Makanan Hewan. Bagi yang Selalu Penasaran Pengen Coba, Mungkin Harus Baca
Senin, 12 Februari 2018
ok nusantara
Bagikan

Ini 4 Fakta Soal Makanan Hewan. Bagi yang Selalu Penasaran Pengen Coba, Mungkin Harus Baca

Nyicip makanan hewan

Ngaku deh, kamu pasti pernah ‘kan penasaran gimana rasa makanan hewan peliharaanmu di rumah. Entah itu anjing, kucing, atau bahkan ikan. Tenang, kamu nggak perlu malu mengakui, karena faktanya bukan cuma kamu aja yang pernah kepikiran buat mencoba! Bahkan nggak sedikit juga orang yang nekat mencicipinya lho! Nggak tahu deh apa motivasinya, apakah semata-mata ya karena penasaran, atau memang saking laparnya dan nggak punya makanan buat dimakan?

Apapun alasannya, yang jelas memakan makanan hewan ini jelas memunculkan pertanyaan besar: “Amankah??”. Terlebih buat kalian yang udah sejak zaman batu pengen coba tapi nggak berani karena khawatir bakal keracunan atau lebih buruk lagi… mati. Nah, di sini kita sudah mengupas tuntas fakta di balik mengonsumsi makanan hewan bagi manusia lho. Siapa tahu setelah membaca artikel ini, kamu jadi bisa menentukan, mau tetap mencoba atau cukup mendengar pengakuan mereka yang pernah aja. Kuy, simak~

Kamu bukan satu-satunya orang yang pernah pengen mencicipi makanan hewan peliharaan di rumah kok. Soalnya kadang baunya juga menggoda sih

Tergoda… via s3.amazonaws.com

Satu hal yang sering bikin manusia tergoda buat mencoba makanan hewan peliharaannya adalah karena baunya! Iya, apalagi makanan kucing atau anjing punya banyak varian rasa, mulai dari beef, tuna, sampai salmon. Duh, aromanya itu lho bikin nggak tahan. Belum lagi saat hewan kesayangan kita makan dengan lahapnya. Makin-makin lah penasaran, emangnya enak ya?

Makanan kucing dan anjing pada dasarnya mengandung daging dari peternakan yang sama kayak kita. Bedanya, punya mereka kebanyakan terbuat dari otot dan jeroan

Kandungan sebenarnya sama kayak makanan kita via www.vice.com

Rasa penasaran nggak serta-merta membuat kita sebagai manusia langsung berani mencoba. Alasannya takut di dalamnya terkandung sesuatu yang berbahaya. Pada dasarnya sih makanan kucing atau anjing itu terbuat dari daging yang berasal dari peternakan juga lho. Sama kayak yang selama ini kita konsumsi. Tapi ya jangan terus mikir dagingnya pakai sirloin atau tenderloin ya. Makanan mereka banyak dibentuk dari jenis bahan pangan sisa yang sebenarnya nggak sesuai buat kita, kayak tulang, cacing, darah, zat ash, asam taurin, otot, atau jeroan. Kalau cacing biasanya buat bahan dasar makanan ikan.

Meski pada dasarnya nggak menimbulkan bahaya signifikan, tapi mengonsumsi makanan hewan bisa merugikan tubuh

Kalau dikonsumsi manusia dalam jangka panjang bisa merugikan via www.petcircle.com.au

Karena bahan-bahan yang pada dasarnya sama kayak makanan kita sehari-hari, kalau secara umum sih mencicipi makanan hewan dalam jumlah kecil nggak bakal bisa bikin kita langsung keracunan dan sakit parah. Ahli gizi di American Dietetic Association, Dawn Jackson Blatner, juga mengatakan kalau manusia sebetulnya punya organ hati, ginjal, dan kulit, yang bisa membuang zat atau racun berbahaya yang nggak dikenali tubuh. Makanya, kalau kamu nekat memakannya dalam jumlah besar dan jangka waktu lama, kamu mungkin berisiko diare dan muntah-muntah, karena tubuhmu berusaha mengeluarkan zat asing yang nggak bisa dicerna manusia.

Belum lagi kandungan karbohidrat, protein, atau vitamin yang beda kayak yang kita butuhkan. Makanan kucing atau anjing mengandung karbohidrat lebih sedikit. Di dalamnya juga nggak ada vitamin C karena mereka bisa memproduksinya sendiri. Jadi kalau dimakan terus-terusan bukan nggak mungkin kamu malah kekurangan gizi.

Selain itu, seperti dilansir Vice, meski proses pembuatannya mengacu pada standar kebersihan dan keamanan tertentu tapi standar tersebut berbeda dengan yang diterapkan pada makanan kita. Ini nih tugas dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), atau Food and Drug Administration (FDA) di Amerika, yang nggak berlaku buat makanan hewan.

Saking penasarannya, sampai ada beberapa orang yang nekat mencoba, kayak jurnalis media satu ini. Katanya sih makanan kucing rasa tuna rasanya enak parah

Kristian Ejlebæk Nielsen via www.vice.com

Sebenarnya kamu nggak perlu repot-repot mencoba makanan hewan sendiri kalau cuma penasaran sama rasanya. Karena beberapa orang sampai menulis testimoni tentang gimana perasaannya setelah mencicipi makanan tersebut. Salah satunya ada jurnalis Vice ini, namanya Kristian Ejlebæk Nielsen. Saat itu ia mencoba 3 rasa berbeda; salmon, sapi muda, dan tuna. Kira-kira begini pendapatnya:

  • Salmon: rasanya kayak makan ikan dan hati dicampur jadi satu. Konsistensinya mirip pâté, yaitu sejenis hidangan pembuka dingin yang terbuat dari daging ayam, sapi, ikan, dan hati yang dicincang halus dan dibentuk.
  • Sapi muda: teksturnya lebih berair dan rasanya mirip rasa pertama.
  • Tuna: dari luar teksturnya mirip gel. Tapi rasanya sangat enak, bahkan lebih enak dari beberapa merk tuna kalengan buat manusia.

Kalau di Huffingtonpost, ada penulis yang pernah mencicipi makanan ikan. Rasanya agak asin, amis, mirip babat, dan ada satu rasa menonjol yang sulit ia deskripsikan. Setelah mencoba, ia pun dibuat kaget karena di balik kemasannya ada tulisan ‘NOT FOR HUMAN CONSUMPTION’.

Kesimpulannya, mencicipi seujung sendok makanan hewan sepertinya tak akan jadi masalah. Kalau adikmu yang kecil nggak sengaja menelannya, rasanya kamu nggak perlu panik luar biasa. Yang jadi catatan kalau dikonsumsi dalam jumlah besar dan lama. Tapi ada baiknya kamu lupakan aja rasa penasaranmu, buat meminimalisir segala risiko. Oke?

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar