keajaiban alam di dunia
Rabu, 15 Maret 2017
ok nusantara
Bagikan

keajaiban alam di dunia


Fenomena Alam Laut] Al-Qur’an dan Logika Ilmu Pengetahuan

[Fenomena Alam Laut] Al-Qur’an dan Logika Ilmu Pengetahuan


Momentum ramadhan merupakan kesempatan terbaik buat umat muslim untuk lebih meningkatkan aktifitas ibadahnya. Ramadhan adalah bulan rahmat, bulan pengampunan dan bulan pembebasan dari panasnya api neraka. Ramadhan merupakan bulan yang didalamnya penuh dengan berbagai kenikmatan. Segala aktifitas ibadah yang dikerjakan di bulan ini diganjarkan pahala yang berlipat kepada orang-orang yang menunaikannya. Tak terkecuali dengan membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an selama ramadhan telah dijadikan sebagai ‘sahabat hidup’ oleh umat muslim. Tujuannya jelas untuk membaca dan mengamalkannya. Oleh karena itu, setiap orang punya misi tersendiri untuk bisa mengkhatamkan Al-Qur’an di akhir ramadhan nanti. Sesibuk apapun aktifitas yang dilakukan maka disela kesempatan tertentu atau pada saat memasuki waktu sholat maka akan didapati orang-orang yang sedang menggenggam kitab suci ini untuk membacanya. Ibarat mengejar setoran atas misi yang telah ditetapkan semenjak awal puasa maka Al-Qur’an tidak hanya dibaca di rumah atau masjid semata. Di tempat kerja, kantor, sekolah, kampus hingga di dalam mobilpun akan disempatkan waktu untuk membaca beberapa ayat dalam kitab suci ini. 17 ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an oleh Allah Swt kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Sejak saat itu, Al-Qur’an telah menjadi pedoman hidup umat muslim hingga kiamat nanti. Dalam Al-Qur’an tidak hanya menjelaskan tentang kisah para nabi saja, tetapi Al-Qur’an menjelaskan tentang masalah waktu (dahulu, sekarang dan masa akan datang), pahala dan dosa, hidup dan mati, dunia dan akhirat, semua dimensi hidup (alam semesta) ini telah dijelaskan secara tuntas dan detil tanpa ada kesalahan dan kekeliruan di dalamnya (Karena Al-Qur’an adalah Firman Allah Swt) sehingga tidak ada keraguan sedikitpun bagi umat manusia untuk membaca dan mengamalkannya. Untuk persoalan waktu dan kisah, semenjak zaman kehidupan nabi Adam dan Siti Hawa hingga datangnya kiamat nanti telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Fenomena/keajaiban alam yang sering kita dengar atau saksikan juga sesungguhnya telah tertuang pada beberapa surah di dalam kitab suci yang mulia ini. Namun kebanyakan dari umat manusia lebih sering menerima fenomena alam itu dari logika ilmu pengetahuan. Sebenarnya tidak ada yang salah jika fenomena alam lebih sering diterima dari segi ilmu pengetahuan dan sains. Karena pesatnya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan membuat manusia untuk terus mencoba mengungkapkan fenomena-fenomena alam dari sudut pandang ilmu pengetahuan tersebut. Namun, apakah dengan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan sains mampu mengungkapkan semua fenomena/keajaiban alam yang terjadi? Jawabannya “bisa ia bisa tidak”. Karena menurut saya, manusia diciptakan dengan kemampuannya yang terbatas sehingga tidak bisa melampaui kodrat yang telah ditetapkan Allah Swt. Namun kembali pada pesatnya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan setidaknya manusia (para ilmuan) bisa sedikit mengungkapkan penyebab munculnya fenomena-fenomena alam tersebut.


Gambar terkait


Fenomena alam sudah menjadi bagian dari siklus hidup alam. Peristiwa yang oleh manusia dianggap sebagai sesuatu yang baru pernah terjadi dan memiliki indikasi terhadap gejala yang akan terjadi seperti datangnya musibah maka disebut sebagai fenomena alam. Sudah sangat sering kita dengar dan saksikan fenomena/keajaiban alam yang menggemparkan masyarakat dunia. Fenomena terkahir yang membuat masyarakat dunia resah dan takut adalah munculnya suara ‘misterius’ dari langit yang dianggap sebagai tiupan sangkakala yang oleh sebagian manusia di bumi ini mengira sebagai tanda telah datangnya kiamat. Suara misterius ini tidak hanya di dengar oleh orang Amerika semata tetapi beberapa Negara di belahan bumi inipun membenarkan suara dari langit itu. Salah satunya termasuk di Indonesia (Jogja) (Sumber">Sumber). Meskipun demikian, fenomena suara gaib dari langit itu dapat dijelaskan dalam ilmu pengetahuan. Menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), suara terompet dari langit itu bukanlah sangkakala melainkan fenomena alam biasa. Dalam situs Tech In Time, NASA mengungkapkan suara gaib itu memang datang dari langit akibat gerakan planet dan bintang. Fenomena suara ini dikenal dengan sebutan “The Hum” (Sumber">Sumber)


Gambar terkait


Contoh suara gaib dari langit yang sontak membuat takut manusia di bumi ini hanyalah bagian kecil dari fenomena alam yang sering terjadi. Begitu banyak fenomena alam yang hingga saat ini terjadi menarik perhatian para ilmuan dunia untuk memecahkan fenomena alam. Al-Qur’an yang telah diturunkan semenjak 14 abad silam sesungguhnya telah menjelaskan bahwa akan ada fenomena/keajaiban alam yang terjadi. Beberapa surah dalam kitab ini secara akurat mengungkapkan fenomena-fenomena alam yang ada di bumi. Inilah bukti originalitas dan otentitas dari kitab suci Al-Qur’an. Karena sekali lagi Al-Qur’an adalah Perkataan Allah Swt. Fenomena Alam di lautan merupakan bagian dari kuasa Allah Swt yang membuat para ilmuan begitu penasaran mengungkapkan penyebab terjadinya keajaiban-keajaiban tersebut dari sudut pandang pengetahuan dan pendalaman ilmu yang mereka miliki. Lantas Fenomena/Keajaiban Alam di lautan manakah yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an beberapa puluh abad yang lalu? Fenomena Inpolarisasi Antara Dua Lautan Air secara umum dalam bidang ilmu sains dan kimia bersifat polar. Baik air tawar maupun air laut merupakan komponen/zat yang sama dari sifat fisiknya. Bedanya hanya terdapat pada kadar garam dan rasanya. Air luat terasa asin karena disebabkan oleh kandungan mineral pembentuk garam dari air laut lebih tinggi dibandingkan dengan air tawar. Jika air laut dilarutkan (dicampur) dengan air tawar maka akan saling menyatu. Berbeda halnya jika baik air tawar maupun air laut dilarutkan/dicampur dengan komponen lain yang tak sejenis seperti minyak maka akan terlihat jelas bagaimana kedua zat itu tidak saling menyatu. Hal ini tanpa lebih diperinci sebabnya dalam ilmu pengetahuan pun bisa dijelaskan secara logika sederhana kita. Air dan minyak merupakan dua komponen yang memiliki perbedaan kepolaran yang sangat jauh. Air bersifat polar sedangkan minyak merupakan zat nonpolar. Perbedaan kepolaran dari kedua komponen ini menyebabkan keduanya tidak akan saling bercampur. Jika saja (ada) fenomena alam antara air dan minyak yang tidak saling menyatu di dua lautan maka sangat mudah dijelaskan berdasarkan logika sederhana kita seperti penjelasan umum diatas. Tapi bagaimana jika fenomena ini terjadi pada dua lautan yang benar-benar tidak saling menyatu? Pertanyaan diatas tidak perlu dijawab karena fenomena ini benar-benar terjadi di laut bumi ini. Laut tersebut merupakan pertemuan Samudera Atlantik dan Mediterania.
Fenomena dua lautan yang tidak saling menyatu ini menarik perhatian seorang Oceanografer asal Perancis untuk mengungkapkan misteri dibalik inpolarisasi kedua lautan ini. Penelitian yang dilakukan adalah dengan mengeksplorasi bawah laut bersama tim. Peneliti bernama Jaques Yves Cousteau ini mengungkapkan pada saat itu, ia menemukan ada kumpulan air tawar yang tidak bercampur dengan air laut. Dalam mengeksplorasi lautan ini ia berujar seolah-olah ada dinding yang membatasi aliran air kedua lautan ini. Ia pun penasaran dan mencoba menemukan penyebab dua aliran air ini. Namun betapa kagetnya bahwa ternyata “tidak ada dinding yang membatasi kedua air ini untuk saling menyatu” seperti yang ia duga  (Sumber">Sumber). Fenomena laut yang tidak saling menyatu ini telah terjadi semenjak jutaan tahun yang lalu. Sekalipun terjadi gelombang besar, pasang-surut air laut, dan arus yang kuat tidak dapat menyatukan kedua lautan tersebut ( Sumber">Sumber).


Hasil gambar untuk keajaiban alam dunia di laut ada air tawar


Jauh sebelum fenomena ini terjadi ataupun ditemukan, Al-Qur’an semenjak 14 abad silam telah menjelaskan fenomena laut yang tidak saling menyatu. Dalam surah Ar-rahman (19-20), Allah Swt berfirman: Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu (19). Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing (20). Pada saat para ilmuan dunia (terutama Oceanografer) melakukan berbagai macam penelitan untuk mengungkapkan fenomena dua lautan tersebut, sesungguhnya Al-Qur’an telah lebih dahulu mengungkapkannya dalam dua penggal ayat diatas. Memang tak dijelaskan secara ilmu pengetahuan karena disitulah peran manusia untuk memecahkan gejala ataupun fenomena alam yang terjadi. Kobaran Api Dalam Air Laut Api dan air adalah dua unsur yang saling berlawanan. Bukan sebagai pasangan melainkan bermusuhan. begitulah ilustrasi sederhananya menggambarkan sifat dari kedua unsur ini. Air dapat memadamkan api. Sebesar apapun itu kobaran api yang lagi membara maka air mampu memadamkannya. Demikian inilah apabila kita menjelaskan kedua komponen ini secara umum. Selembut apapun air, dia lebih perkasa dari pada api yang tampak ganas dan panas. Bila sudah demikian, maka api hanyalah sebagai pengalah untuk air. Tapi, tidak semestinya air selalu perkasa terhadap api. Fenomena berikut inilah yang membuktikan bagaimana kobaran api di dasar laut tidak dapat padam dalam perut lautan yang luas itu. Fenomena yang bagi manusia sangat tidak masuk akal menjadi bukti kebesaran Allah Swt Sang Pencipta Alam beserta isinya. 

fiery-blast-slideshow-604x500-5595e0ac33


Seperti di kutip dari Sumber ini">Sumber ini mengungkapkan, Discovery Channel mempublikasikan sebuah video yang berisi munculnya sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava. Lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat celcius. Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah-luah, ia tidak bisa memadamkan api. Saya pernah mendengar sebuah penjelasan dari salah seorang dosen saya yang kala itu meyebutkan bahwa letusan gunung berapi tidak hanya terjadi di daratan saja. Akan tetapi di lautan pun memiliki gunung yang dapat mengeluarkan lava panas. Bahkan ada banyak gunung di dasar laut yang aktif cenderung meletus. Dari sinilah kita ketahui sebagian mineral di lautan berasal dari luapan lava tersebut. Terlepas dari hubungannya dengan ilmu pengetahuan, munculnya kobaran api di dalam lautan sudah dijelaskan dalam Al_Qur’an surah At-Thur Ayat 6 yang berbunyi: “Ada laut yang di dalam tanahnya ada api” (QS. At-Thur ayat 6). Sedangkan nabi SAW juga bersabda bahwa: Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan," (HR Abu Daud). Fenomena kobaran api ini pertama kali ditemukan oleh dua ahli Geologi Rusia Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint yang pernah meneliti tentang kerak bumi dan patahannya di dasar laut pada tahun 1990an. Mereka menyelam ke dasar laut sejauh 1.750 kilometer di lepas pantai Miami menggunakan kapal selam canggih. Di dasar laut, mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang sangat panas mengalir ke arah retakan batu. Kemudian aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur layaknya api didaratan, dan disertai dengan debu vulkanik layaknya asap kebakaran di daratan (Sumber">Sumber). Sungai Di dasar Laut 

rol-5595e280d89373190a0b0a6e.jpg?v=600&t


Fenomena terkahir yang membuat kita berdecak kagum terhadap kuasa Allah Swt adalah munculnya sebuah sungai di dasar laut. Fenomena sungai di dasar laut ini pertama kali ditemukan seorang Oceanografer bernama Jaques Yves Cousteau di Cenota Angelina, Mexico (Sumber">Sumber). Ini menjadi hal menakjubkan kedua yang di temukan oleh oceanographer asal perancis ini setelah menemukan dua lautan yang tidak saling menyatu di perbatasan lautan Mediterania dan Atlantik. Fenomena sungai di dasar laut juga telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Furqan ayat 53: ''Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia Jadikan antara keduanya dinding dan barat yang tidak tembus.'' Dan Al-Qur’an surah Ar-rahman ayat 19-20: Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu (19). Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing (20). Fenomena Haloclin Fenomena dua luatan yang tidak saling menyatu dan munculnya sungai di dasar laut disebabkan oleh fenomena Halocline. Dalam dunia Oceanografi, Halocline menurut Wikipedia">Wikipedia adalah zona vertikal di dalam laut dimana kadar garam berubah dengan cepat sejalan perubahan kedalaman. Perubahan kadar garam ini akan mempengaruhi kepadatan air sehingga zona ini kemudian berfungsi sebagai dinding pemisah antara air asin dengan air tawar. Seperti penjelasan penulis diatas, air asin dan air tawar merupakan komponen polar. Namun ternyata sifat ini hanya menjadi cirri khas umum dari kedua jenis air. Selain itu, kadar garam lah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya pemisahan antara kedua lautan yang saling bertemu maupun sungai di dasar laut tersebut. Air aut memiliki kerapatan/kepadatan (density) lebih tinggi bila dibandingkan dengan air tawar. Perbedaan densitas antara kedua jenis air ini menyebabkan massa jenis keduanya menjadi berbeda dan juga lebih besar. Akibatnya air asin yang memiliki densitas lebih tinggi akan berada dibawah air tawar. Sehingga saat kedua air saling bertemu akan terbentuk sebuah lapisan Halocline yang menjadi pemisah antara keduanya. Kadar yang tinggi, perbedaan densitas air asin yang lebih besar dan di tambah dengan lapisan Halocline akan membuat kedua lautan maupun sungai di dasar laut tidak akan saling menyatu. Sehingga meskipun terjadi pasang-surut air laut, arus yang kuat maupun ombak yang besar tidak mampu menyatukan keduanya. Semoga Bermanfaat

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar