Kebiasaan Hewan Paling Jorok
Sabtu, 13 Mei 2017
ok nusantara
Bagikan

Kebiasaan Hewan Paling Jorok

10 Kebiasaan Hewan Paling Jorok yang Ada di Dunia

Kuda nil

Kuda Nil

Kuda nil adalah termasuk mamalia yang terbilang unik, sebab mereka merupakan salah satu mamalia yang tidak memiliki rambut. Selain itu, mereka memiliki berat tubuh yang cukup fantastis yaitu sekitar 1.800 kilogram. Untuk menghindari sinar dari terik matahari, mereka menggunakan lumpur sebagai tabir surya untuk melindungi sekujur tubuhnya.

Mungkin jika hanya menggunakan lumpur merupakan hal yang wajar, namun yang menjadikan hewan ini dianggap jorok adalah kebiasaan mereka ketika menandai daerah atau teritorial kekuasaannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka akan mencampurkan urine dan kotoran mereka untuk dijadikan gumpalan menjijikkan. Gumpalan-gumpalan itulah yang dijadikan penanda batas wilayah antara kuda nil satu dengan yang lain.

Kambing gunung

Kambing Gunung

Kambing gunung merupakan salah satu dari sekian jenis kambing yang memiliki kebiasaan jorok. Kambing gunung ini kebanyakan hidup di daerah perbukitan India Selatan. Dalam bahasa India, kambing tersebut disebut dengan Tahr. Ketika si betina hendak kawin, dia akan memberikan tanda kepada sang jantan dengan mengencinginya.

Sapi

Sapi

Mungkin anda akan berfikir hewan ternak yang satu ini adalah termasuk hewan normal seperti yang lainnya. Tapi tahukah anda jika sapi memiliki kebiasaan yang jorok?

Rumput adalah sumber makanan utama sapi pada umumnya, dan hal tersebut tanpa kita sadari dapat menyebabkan gas metana yang ada didalam perut mereka terakumulasi. Dengan keberadaan gas dalam perut, secara otomatis sapi pun menjadi sering buang angin. Yang menakjubkan, dari gas dalam jumlah besar tersebut rata-rata sapi bisa mengelurkan setengah galon gas metana dari tubuhnya dengan durasi waktu satu menit sekali.

Berdasarkan fakta yang beredar, dengan banyaknya jumlah sapi yang ada di planet ini juga membuat gas metana yang keluar juga tidak sedikit. Hal tersebut dipercaya menjadi penyebab penting tentang pemanasan global di bumi.

Burung hering

Burung Hering

Hewan yang satu ini mungkin sudah terkenal sebagai burung pemakan bangkai. Kelebihan mereka dibanding hewan yang lain adalah dapat merasakan keberadaan bangkai hingga jarak yang sangat jauh. Burung hering tidak memiliki kelenjar keringat di tubuhnya. Oleh sebab itu, jika tubuhnya merasa panas, mereka akan memanfaatkan uap dari sisa bangkai yang mereka makan sebagai pendingin di bagian kulit kaki mereka.

Babi

Babi

Hewan yang memiliki kriteria jorok selanjutnya babi. Mungkin sebagian orang ada yang berbeda pendapat tentang hal ini. Selain kebiasaan mereka yang berendam dalam lumpur, mereka juga tidak ragu untuk memakan kotorannya sendiri. Tidak hanya itu, didalam perut babi juga terdapat cacing pita yang sangat berbahaya. Oleh sebab itu agama Islam melarang umatnya agar tidak memakan hewan yang satu ini.

Serigala

Serigala

Selain dikenal sebagai hewan yang menakutkan, serigala juga tergolong hewan yang memiliki kebiasaan jorok. Bagaimana tidak, hewan pemakan bangkai ini memiliki kebiasaan menyimpan daging busuk hasil buruannya sampai berhari-hari.

Sang induk serigala berupaya untuk mengajari anaknya agar hidup hemat. Sang induk akan mengajari sang anak agar tidak membuang makanan meski sudah membusuk. Jika persediaan makanan telah habis, induk seigala akan memberikan makanan kepada anak-anaknya dengan bangkai yang sudah membusuk. Yang lebih parah, mereka tidak segan-segan memuntahkan hasil makanannya yang kemudian dimakan lagi.

Jerapah

Jerapah

Jerapah memiliki tinggi sekitar 6 meter dengan berat badan kurang lebih 1,3 ton. Dengan ukuran tubuhnya yang demikian, jerapah dapat mengkonsumsi air dalam jumlah besar. Karena itu pula hewan yang satu ini memiliki kadar air liur yang sangat banyak.

Selain itu, jerapah juga memiliki lidah yang sangat panjang yakni 18 inci atau setara dengan 45 cm. Di samping digunakan sebagai alat bantu mengunyah makanan, jerapah juga menggunakan lidahnya untuk membersihkan kotoran yang ada pada hidungnya.

Timun laut

Timun Laut

Hewan laut yang satu ini memiliki panjang setangah hingga satu meter dengan bentuk tubuh menyerupai sosis yang panjang. Makanan sehari-harinya adalah bangkai. Dapat diperkirakan bahwa setiap tahun hewan ini dapat mengkonsumsi bangkai sebanyak 136 kilogram. Meski dianggap jorok, masih terdapat orang yang menyatakan bahwa timun laut ini memiliki rasa yang lezat.

Koala

Koala

Koala hidup dengan mengkonsumsi daun eucalyptus sebagai sumber makanan utamanya. Sayangnya, didalam daun eucalyptus terdapat senyawa beracun yang berbahaya jika dikonsumsi makhluk hidup lain. Namun sistem pencernaan koala memiliki bakteri khusus yang dapat menetralisir kadar racun pada daun tersebut, sehingga mereka aman mengkonsumsinya walau dalam jumlah yang banyak.

Yang jadi masalah, ketika bayi koala lahir, sistem pencernaan mereka belum mampu menetralisir racun dari daun tersebut. Agar membangun sistem kekebalan pada sang bayi, akhirnya induk koala memberikan hasil kunyahannya yang kemudian diberikan kepada sang bayi. Dengan memakan bekas kunyahan sang induk, bakteri yang ada pada induk koala otomatis juga akan masuk ke dalam tubuh si bayi.

Lalat

Lalat

Para ilmuwan mengklaim bahwa lalat memiliki kebiasaan jorok yang berbeda dibanding dengan serangga lainnya. Ketika hendak menyantap makanan, lalat akan memuntahkan enzim khusus yang memiliki fungsi sebagai pelembut makanan, sehingga mereka dengan mudah menyedot makanannya seperti bentuk jerami.

Kebiasaan jorok yang lainnya adalah mereka suka bertelur pada bangkai binatang lain, yang nantinya telur tersebut akan menetas dan menjadi belatung.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar