Kebiasaan Keuangan Buruk Milenial yang Harus Dihindari Sejak Dini
Jum'at, 19 Oktober 2018
ok nusantara
Bagikan

Kebiasaan Keuangan Buruk Milenial yang Harus Dihindari Sejak Dini

5 Kebiasaan Keuangan Buruk Milenial yang Harus Dihindari Sejak Dini

1. Mengeluarkan duit lebih banyak daripada penghasilan

Kebiasaan Keuangan Buruk Milenial

Besar pasak daripada tiang, begitulah bunyi peribahasa yang cocok ditujukan pada mereka yang suka boros. Alias kelompok orang yang cenderung lebih mementingkan belanja daripada isi dompetnya. Hal ini bisa kita amati dengan jelas pada , yang kerap kali ditemukan nongkrong di warung kopi hingga jalan-jalan ke sejumlah spot liburan di setiap weekend walaupun sebenarnya gaji yang mereka peroleh itu mungkin tidak seberapa.

Intinya, bagi kids zaman now, gaya dan konsumsi adalah yang nomor satu. Padahal, kebiasaan keuangan yang buruk seperti ini sangat berbahaya jika terus ditumbuhkan. Pasalnya kita tidak pernah bisa tahu bagaimana kondisi masa depan kita nantinya. Sementara sejumlah kejadian yang tidak diinginkan seperti bencana alam, sakit parah, pencurian, hingga krisis ekonomi sangat bisa sewaktu-waktu menimpa diri kita. Sehingga bila kebiasaan besar pasak daripada tiang ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin pada satu momen dalam hidupmu, kamu mendadak jadi fakir miskin. Gak banget, bukan?

2. Kerap memuaskan hati dengan belanja

Kebiasaan Keuangan Buruk Milenial

Pernah tidak kamu menemukan dirimu berupaya meningkatkan suasana hati kamu dengan cara pergi berbelanja? Jika iya, maka kamu tidaklah sendirian. Pasalnya, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ternyata aktivitas belanja juga dapat memicu otak untuk melepaskan endorphin.  Sama seperti halnya ketika seseorang berolahraga dan melakukan seks yang juga memicu pelepasan endorfin. Artinya, belanja juga bisa dikatakan dapat mengakibatkan seseorang menjadi kecanduan sama seperti kedua hal  diatas.

Efek bahagia yang ditimbulkan oleh endorfin ketika seseorang sedang berbelanja akan memberikan sinyal pada otak untuk menghubungkan perasaan bahagia dengan aktivitas belanja. Semakin sering sinyal ini diterima oleh otak, maka akan semakin kuat pula jaringan saraf yang terbentuk dan menciptakan kecanduan. Untuk itu, sebisa mungkin hindarilah aktivitas belanja di saat mood kamu lagi tidak baik. Tanamkan dalam pikiran bahwa kamu hanya akan belanja ketika kamu benar-benar merasa butuh akan suatu barang, bukan karena pengaruh dari yang lain, apalagi jika hanya menyangkut suasana hati.

3. Menggunakan kartu kredit dengan leluasa

kebiasaan keuangan yang buruk

Ketika memiliki kartu kredit, seseorang akan cenderung menganggap isi dari kartu plastik tersebut sebagai bagian dari uang pribadinya yang bebas ia belanjakan. Sehingga dapat mendorong tingkat konsumsi yang berlebihan, bahkan untuk produk/jasa yang tidak dibutuhkan. Padahal, kita tahu bahwa menggunakan kartu kredit itu sama seperti kita tengah berhutang. Berhutang pada bank yang menerapkan bunga.

Untuk itu, sebagai anak milenial, kamu harus menyadari bahwa ini adalah kebiasaan keuangan yang buruk. Dan mesti segera dihentikan. Pasalnya, jika tidak, maka sebagian besar pendapatanmu tiap bulan nanti bakalan hanya habis digunakan untuk membayar hutang kartu kredit plus bunganya.

4. Tidak memikirkan tagihan yang harus dibayar

kebiasaan keuangan yang buruk

Ketika menerima gaji bulanan, sebagian orang akan cenderung untuk menggunakannya pada hal-hal yang bersifat konsumtif dan foya-foya seperti kegiatan nongkrong di warung kopi, liburan, dan lain-lain. Kemudian setelah itu bersikap menghindar dari beberapa email dan telpon yang masuk untuk mengingatkan tentang sejumlah tagihan yang harus dibayar. Hingga terpaksa harus menunda pembayarannya akibat uang sisa yang tersedia tinggal sedikit.

Perilaku seperti ini tentu merupakan salah satu kebiasaan keuangan yang buruk. Artinya, bagaimanapun juga, kamu harus berusaha untuk menghindarinya. Caranya adalah dengan selalu berupaya membayar tagihan lebih awal. Bahkan, kalau perlu gunakan saja fasilitas autodebet.

5. Tidak memiliki rencana anggaran

Kebiasaan Keuangan Buruk Milenial

Terakhir, satu kebiasaan keuangan yang buruk dan dimiliki oleh hampir setiap orang adalah tidak adanya rencana anggaran. Padahal peran dari rencana sendiri sangatlah penting untuk hal apa saja. Termasuk dalam hal pengelolaan keuangan pribadi. Dengan adanya rencana anggaran, seseorang akan jadi jauh lebih sadar dengan setiap aktivitas yang terjadi dalam kehidupan finansialnya. Anggaran untuk keperluan konsumsi, pembayaran tagihan atau hutang, liburan, investasi, dan lain-lain semuanya sudah diketahui. Sehingga resiko terjadinya pengeluaran biaya-biaya yang tidak perlu jadi bisa terminimalisir.

Kamu boleh saja memiliki penghasilan yang banyak, tetapi jika dibarengi dengan tata kelola yang buruk, maka itu tidak ada artinya. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kamu untuk memastikan kondisi kesehatan keuangan kamu tetap stabil. Salah satunya adalah dengan cara menghindari 5 kebiasaan keuangan yang buruk  seperti yang telah disebutkan diatas.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar