Kemegahan Benteng Kuto Besak Palembang
Kamis, 20 April 2017
ok nusantara
Bagikan

Kemegahan Benteng Kuto Besak Palembang

Kemegahan Wisata Sejarah Benteng Kuto Besak Palembang

Benteng Kuto Besak Palembang adalah sebuah bangunan keraton pusat kesultanan Palembang pada abad XVIII. Bangunan ini diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang kemudian diteruskan pembangunannya oleh Sultan Mahmud Bahauddin. Pada masa pemerintahannya, Sultan Mahmud Bahauddin menjadikan Palembang sebagai pusat sastra dan agama.

Bangunan Benteng Kuto Besak Palembang kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di kota Palembang. Jika kamu mengunjunginya, jangan kaget jika di pelatarannya saja sudah ramai. Tempat ini sudah ditata sedemikian rupa oleh pemerintah setempat sehingga pelataran Benteng Kuto Besak digunakan sebagai plaza atau alun-alun kota.

img-1492663205.jpg

Saat ini, masyarakat Kota Palembang memang benar-benar menjadikan area sekitar Benteng Kuto Besak sebagai lokasi berkumpul yang nyaman. Bahkan setiap sore dan malam hari, tempat ini akan ramai dikunjungi oleh masyarakat Kota Palembang. Lumayan, bisa menjadi solusi wisata murah meriah dan mudah dijangkau oleh masyarakat lokal.

Sejarah Benteng Kuto Besak Palembang

Arsitek Benteng Kuto Besak sendiri belum diketahui dengan pasti, tetapi pengawasan pembangunan yang dimulai pada tahun 1780 ini dilakukan oleh orang tionghoa. Untuk bahan perekat batu bata sendiri menggunakan putih telur dengan batu kapur yang terletak di pedalaman Sungai Ogan. Sementara waktu yang diperlukan untuk memyelesaikan pembangunan benteng ini sekitar 17 tahun dan digunakan pada tanggal 21 Februari 1979.

img-1492663215.jpg

Pada tahun 1989 saat mengusir penjajah dari Belanda, ada sekitar 129 pucuk meriam yang diletakkan di atas dinding Benteng Kuto Besak. Kemudian pada tahun 1921 terdapat 75 pucuk meriam yang siaga di sepanjang benteng dan 30 pucuk meriam diletakkan di daerah sepanjang tembok sungai. Semuanya disiagakan untuk menyerang penjajah kapan saja.

Tak hanya ramai, tempat ini juga lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung. Dan akan lebih menarik jika kamu mencoba restoran terapung milik warga. Melihat kerlap kerlip cahaya yang terpantul dari sungai dan suasana yang romantis dari atas perahu. Dijamin menyenangkan!

img-1492663224.jpg

Kondisi Bangunan Benteng Kuto Besak Palembang

Ada pendapat dari de Sturler mengenai keadaan benteng ini yaitu lebar 77 roede dengan panjang 44 roede. Mempunyai tiga baluarti separo dengan satu baluarti penuh. Temboknya memiliki tebal lima kaki dengan panjang dari tanah 22 dan 24 kaki.

Temboknya ada 4 bastion atau baluarti yang memperkuat benteng. Di dalamnya masih ada tembok yang serupa dengan tinggi yang sama dengan pintu-pintu yang kokoh. Tembok ini bertujuan untuk pertahanan utama jika pintu utama dapat diterobos oleh musuh.

img-1492663240.png

Baru-baru ini ada sebuah pengukuran baru dari konsutan terhadap Benteng Kuto Besak dan mendapatkan ukuran yang sedikit berbeda, yakni 290 meter panjangnya dan lebarnya sendiri sekitar 180 meter. Di tengah-tengah benteng ada sebuah ruangan yang disebut dalem. Di sini dikelilingi oleh tembok besar yang digunakan untuk melindungi keselamatan raja. Tidak ada yang boleh memasuki daerah dalem ini kecuali raja, keluarga beserta utusannya.

Lokasi Benteng Kuto Besak Palembang

Lokasinya yang dekat dengan Sungai Musi membuat pelataran benteng ini kerap digunakan sebagai festival karena tempatnya yang strategis. Di tempat ini pula kamu dapat melihat Jembatan Ampera yang membentang dengan kokoh. Saat malam pun tak kalah eksotis, di sini kamu dapat membeli jajanan khas Palembang karena ada pasar malam tempat banyak pedagang berkumpul menjajakan jajanannya.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar