Kenali Budaya Jawa Melalui 10 Tempat Wisata Di Solo
Rabu, 29 November 2017
ok nusantara
Bagikan

Kenali Budaya Jawa Melalui 10 Tempat Wisata Di Solo

1. Keraton Kasunanan Surakarta

tempat wisata di Solo

Salah satu ikon kota Solo adalah Keraton Kasunanan, didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan pada tahun 1743. Dalam kawasan Keraton Kasunanan terdapat sebuah museum yang menyimpan berbagai koleksi kerajaan seperti kereta kencana, tandu, patung, senjata kuno dan berbagai pemberian dari raja-raja Eropa. Selain menikmati bangunan yang indah, kamu juga bisa berwisata warisan budaya seperti Upacara Sekaten, Malam Satu Suro dan tarian sakral.

2. Taman Satwa Taru Jurug

Taman Satwa Taru Jurug

Berdiri sejak tahun1870 oleh Sultan Hamengkubuwono X sebagai tempat konservasi binatang dan tumbuhan. Terletak di Jl. Ir Sutami no. 40 Kentingan Jebres, Surakarta atau di sebelah kampus Universitas Sebelas Maret. Cocok dijadikan sebagai tempat wisata keluarga. Memiliki banyak fasilitas seperti kereta mini, kolam renang dan wahana air.

3. Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka

Museum ini didirikan pada masa pemerintahan Pakubuwono IX di dalem kepatihan pada tahun 1890 dan dipindahkan ke jalan Slamet Riyadi pada tahun 1913. Bangunan ini dulunya merupakan kediaman seorang warga negara Belanda yang bernama Johannes Busselaar, karena itu museum ini tidak berbentuk seperti bangunan museum pada umumnya. Semula digunakan sebagai tempat penyimpanan surat-surat kerajaan namun seiring berjalannya waktu koleksi museum pun makin bertambah. Berisikan berbagai koleksi arca, pusaka adat, wayang kulit dan buku-buku kuno museum ini patut kamu kunjungi untuk mengenal sejarah Indonesia lebih dekat.

4. Pasar Ngarsopuro

pasar ngarsopuro

Pasar ini cuma buka pada malam Minggu saja antara pukul 19.00 sampai 22.00 WIB. Terletak di sepanjang ruas jalan Diponegoro, pasar malam ini diresmikan oleh Bapak Joko Widodo saat beliau menjabat sebagai walikota Solo tahun 2009. Uniknya yang boleh berdagang di sini adalah mereka yang memiliki KTP Solo adapun yang dijual di pasar ini adalah kreasi kerajinan para UMKM Solo, aneka batik, mainan anak tradisional, pakaian sampai kuliner seperti nasi liwet, sosis solo, sate kere dan lain-lain. Kamu juga bisa menikmati pertunjukan kesenian seperti keroncong, musik jazz dan akustik yang digelar oleh komunitas mahasiswa Solo.

5. Pasar Klewer

Pasar Klewer

Siapa yang belum kenal sama Pasar Klewer? Pasar ini merupakan salah satu pusat grosir batik terbesar di Indonesia, lho! Bangunan pasar yang sudah ada sejak tahun 1942 dan diresmikan tahun 1971 sebagai pusat perdagangan oleh presiden Soeharto ini terletak di jalan Dr. Radjiman. Selain sebagai pusat grosir pakaian, pasar ini juga menyediakan aneka kuliner khas Solo seperti jajan pasar, nasi liwet, tengkleng, timlo dan lain-lain

6. Museum Batik Danar Hadi Solo

Museum Batik Danar Hadi Solo

Museum ini didirikan oleh H. Santosa Doellah bersma istrinya Hj. Danarsih. Nama Danar Hadi ini merupakan gabungan dua nama yaitu Danarsih dan H. Hadipriyono (ayah ibu Danarsih). Di sini kamu bisa melihat aneka koleksi batik-batik antic yang didapat pada masa penjajahan Belanda dan Jepang sampai Indonesia merdeka. Beraneka batik ada di tempat ini seperti Batik Belanda, batik kraton, batik China dan batik Hokokai juga batik Indonesia. Berada di jalan Slamet Riyadi di kompleks bangunan kuno Ndalem Wuryaningratan yang adalah rumah pangeran, cucu dari Sri Susuhan Paku Buwana IX bernama Raden Wuryaningrat.

7. Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan

Sesuai namanya kampung ini merupakan pusat batik tertua dan terkenal di Solo. Dengan luas area 24,83 hektar dan penduduk sekitar 2500 jiwa, penduduk di sini rata-rata adalah pedagang dan pembuat batik. Di sini kamu bisa berwisata belanja, budaya, sejarah dan wisata edukasi sekaligus. Ada sekitar 70 toko/showroom penjualan aneka kerajinan batik dan souvenir, kamupun bisa belajar membatik, menikmati keindahan bangunan rumah di kawasan ini dan juga mengunjungi museum Samanhudi.

8. Kampung Batik Kauman

Kampung Batik Kauman

Kampung batik Kauman ini juga menjadi pusat batik tertua di Kota Solo. Perlu kamu ketahui bahwa dulunya kampung ini adalah tempat tinggal para abdi dalem Keraton Kasunanan. Berbeda dengan Kampung batik Lawean, motif batik Kauman lebih menampilkan motif batik pakem atau standar keraton. Di sini kamu juga bisa melihat proses pembuatan batik secara langsung bahkan belajar membatik.

9. Taman Balekambang

taman balekambang

Taman Balekambang berada di kelurahan Manahan, Banjarsari, Solo. Kamu bisa mengunjungi tempat ini dari dua pintu, pintu timur berada di Jl. Raden Mas Said dan pintu utara berada di Jl. Ahmad Yani. Resmi dibuka menjadi hutan kota pada tahun 2008, hutan ini menjadi lokasi favorit wisata keluarga. Taman ini dilengkapi dengan kereta kuda, perahu kayuh dan mobil-mobilan. Terdapat juga monyet, rusa dan angsa yang dipelihara untuk hiburan para pengunjung.

10. Galabo, kuliner malam Solo

destinasi wisata di Solo

Bagi kamu pecinta kuliner, jangan lewatkan untuk mampir ke tempat ini pada malam hari. Sebab, ada sekitar 75 sampai 100 warung makan berjualan di kawasan Gladag Langen Bogan (Galabo), tepatnya berada di Jalan Walikota Sunaryo atau daerah Gladag. Adapun makanan yang dijual meliputi tengkleng, nasi liwet, gudeg ceker, sate kere, bebek goring, mie thoprak, wedang ronde, nasi tumpang bakso, tahu kupat, gempol, dan lainnya. Banyak pilihannya, kan?

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar