Kisah Pulau Cangke, Pulau Cinta dari Sulawesi Selatan
Selasa, 02 Mei 2017
ok nusantara
Bagikan

Kisah Pulau Cangke, Pulau Cinta dari Sulawesi Selatan

Gambar terkait

erkunjung ke Kota Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, selalu diidentikkan dengan wisata kuliner oleh para pejalan. Emang, sih, Makassar terkenal banget dengan keragaman kuliner lezatnya. Di Pantai Losari misalnya, terkenal sebagai pusat kuliner pisang epe’.

Tapi, tahukah kamu kalau di Sulawesi Selatan terdapat Pulau Cinta yang ceritanya mungkin saja melebihi kedahsyatan kisah cinta Romeo dan Juliet.

Pulau Cangke, Pulau Cinta dari Kepulauan Spermonde


facebook-imageshare.png

Selamat datang di Cangke!

jalan2men

Pulau Cangke adalah salah satu pulau di gugusan Kepulauan Spermonde. Secara geografis termasuk dalam Kabupaten Pangkajenne Kepulauan. Pulau ini dapat ditempuh selama 3 jam dari Pelabuhan Paotere Makassar dengan perahu. Sayangnya, belum ada perahu reguler ke pulau ini, jadi kita harus menyewa perahu sendiri. Di perjalanan, kita akan melewati beberapa pulau dan bisa berhenti di Pulau Karanrang untuk sini kamu bisa membeli air mineral galon untuk keperluan selama di Cangke.

Pulau kecil nan rimbun dengan pepohonan yang hijau menjulang tinggi, itulah tampilah Pulau Cangke. Saat perahu semakin mendekat, warna air laut semakin jernih dan karang serta ikan warna-warni terlihat jelas.


facebook-imageshare.png

Terumbu karang di Cangke

jalan2men


facebook-imageshare.png

Jernihnya bawah laut Cangke

jalan2men

Jangan berharap di Cangke sudah ada penginapan, warung, ataupun penyewaan alat snorkeling, dan lain-lain. Di sini hanya terdapat 2 rumah yang dihuni oleh Daeng Abu dan Maidah, sepasang suami-istri yang sudah tinggal lebih dari 30 tahun. Kalau main ke sini, kamu harus bawa sendiri tenda dan perlengkapannya. Bakalan asyik banget kamping di tempat yang kayak pulau pribadi ini.

Cangke terkenal dengan terumbu karangnya yang indah, yang dapat dinikmati cukup dengan snorkeling. Pastikan kamu enggak menginjak atau merusak karang, ya. Pulau Cangke juga menawarkan keindahan sunrise dan sunset karena keduanya bisa kita saksikan dari kedua sisi pulau.

Kisah Cinta Daeng Abu dan Maidah


facebook-imageshare.png

Daeng Abu dan Bu Maidah

www.danlangkah.blogspot.com

Terus, kenapa Cangke disebut-sebut Pulau Cinta? Apa pulaunya berbentuk hati?

Pada awal tahun 1980-an cerita cinta di Pulau Cangke bermula ketika Daeng Abu mengasingkan diri akibat penyakit kusta. Ketika itu masyarakat Desa Bungoro, kampung halaman Daeng Abu, tidak menerima keberadaannya karena dianggap mengidap penyakit kutukan yang bisa menular ke masyarakat. Maka, berangkatlah ia ke Pulau Cangke bersama istrinya, Ibu Maidah.

Pulau Cangke menjadi tujuannya berlabuh dan memulai hidup baru dengan segala kekurangannya. Saat itu Cangke hanyalah sebuah pulau yang kecil, tandus, dan tidak berpenghuni. Mereka merawat Pulau Cangke setulus hati, menanam pohon satu demi satu hingga bisa serimbun sekarang. Dedikasi Daeng Abu terhadap Pulau Cangke sebanding dengan kesetiaan Maidah, istri yang menemaninya hingga kini.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar