Kopi Tempur Khas Jepara
Kamis, 16 Maret 2017
ok nusantara
Bagikan

Kopi Tempur Khas Jepara

Kopi adalah minuman yang dapat membuat penikmatnya selalu rindu di pagi hari atau bahkan di setiap saat untuk bisa menyeruput minuman yang memiliki keunikan rasa sesuai tempat asalnya.
Indonesia, termasuk salah satu negara penghasil kopi terbesar dengan beragam cita rasa yang istimewa, di antaranya Jawa bagian utara, atau tepatnya di kawasan pesisir utara Jawa, yakni Pati, Kudus dan Jepara.
Kali ini kami akan menjelajah Desa Tempur, sebuah desa kecil  di dataran tinggi yang berada di Kecamatan Keling, Jepara. Desa Tempur, merupakan salah satu desa pengghasil kopi, karena sebagian warganya berprofesi sebagai petani kopi.

img-1489662540.jpg
Kopi Tempur, memang belum begitu lengket di lidah masyarakat Indonesia, seperti halnya Kopi Toraja, Kopi Lampung , Kopi Medan ataupun Kopi Aceh. Namun, jika sudah mencicipi Kopi Tempur, Anda bisa ketagihan untuk terus menyeruputnya, karena Kopi Tempur juga memiliki cita rasa yang khas, tak kalah dengan kopi yang sudah memiliki nama di publik pecinta kopi.

Bahkan soal nilai cita rasa, Kopi Tempur sudah pernah mendapatkan penghargaan. Dalam hal ini, Kopi Tempur memiliki nilai berada persis di bawah Kopi Toraja. ”Untuk Indonesia, bahkan Kopi Tempur itu nomor dua soal nilai cita rasa, sedangkan nomor satu adalah Kopi Toraja. Poinnya, untuk Kopi Toraja adalah 8,4 sedangkan Kopi Tempur nilainya 8,2,” ujar Syaiful Anwar, Ketua Kelompok Tani Sido Makmur VII, Desa Tempur.

Untuk jenisnya sendiri, katanya, Kopi Tempur juga sudah memiliki beberapa varian. Di antaranya Robusta, Coklat, Fermentasi, Kapulaga dan Kopi Tulen. ”Varian ini tentunya akan kita coba tambah lagi, agar pecinta kopi semakin memiliki pilihan rasa dari Kopi Tempur,” katanya.



img-1489662577.jpg

Untuk kelompok tani yang digawangi dirinya, pihaknya bisa memproduksi 60 kilogram per bulannya. Namun, jika pemesanan dan peminat sedang ramai, pihaknya bisa memproduksi hingga dua kuwintal lebih.


Apalagi sekarang, katanya, pihaknya kini sudah memiliki mesin yang mampu memproduksi dengan kapasitas lebih banyak dibanding sebelumnya. Sehingga, dirinya tak khawatir jika ada permintaan yang tinggi dari masyarakat.


Untuk pemasaran, bahkan pihaknya mengaku tidak mengalami kesulitan. Karena, cukup banyak permintaan dari masyarakat untuk memasarkan Kopi Tempur. Yang cukup sulit, katanya, adalah aluminium foil kemasan kopi.


”Targetnya, tentunya Kopi Tempur ini bisa menembus pasar nasional dan bahkan internasional. Namun, untuk hal itu, tentunya membutuhkan kemasan yang menarik dibandingkan yang ada sekarang ini. Nah, dalam hal ini kami cukup terkendala dengan kemasan yang terbuat dari aluminium foil, karena harus mendatangkan dari Jakarta,” sebut Anwar.


Penasaran dengan cita rasa Kopi Tempur? Tak ada salahnya jika Anda berkunjung ke Desa Tempur untuk tidak lupa membawa oleh-oleh kopi. Harganya sangat terjangkau. Untuk kemasan kecil ukuran 100 gram hanya dibanderol harga Rp 6 ribu, sedangkan kemasan 1 kilogram, harganya Rp 60 ribu.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar