Kuliner Khas Banyuwangi
Minggu, 23 September 2018
ok nusantara
Bagikan

Kuliner Khas Banyuwangi

10 Kuliner Khas Banyuwangi yang Lezat

1. Rujak Soto

Rujak Soto

Pertama, mungkin kamu cukup bingung, ini soto atau rujak? Atau campuran keduanya? Yap, betul! kuliner yang wajib dicoba ini merupakan campuran soto dan rujak. Isinya ada potongan tahu, tempe, kangkung, dan kecambang, yang kemudian dicampur bumbu rujak pada cobek berukuran besar.

Memang terlihat seperti rujak pada umumnya, tapi yang membedakan adalah sentuhan akhirnya. Campuran sayuran yang sudah disajikan dalam piring akan diguyur kuah soto plus jeroan sapi. Kalau ingin kenyang, kamu tentunya perlu menambahkan lontong di dalamnya. Paduan rujak dan soto akan memberi sensasi rasa yang unik yang hanya akan ditemukan di Banyuwangi.

Bagi yang ingin mencicipinya maka kamu bisa langsung berlibur ke ujung timur pulau Jawa tersebut, kamu bisa menemukannya di sejumlah daerah. Tapi, kedai yang paling terkenal dan salah satu yang cukup melegenda ada di warung Ibu Tik di jalan Kapten Pieretendean Banyuwangi.

2. Sayur dan Sambal Lucu

Sayur dan Sambal Lucu


Namanya unik, bahkan akan membuat kamu tertawa atau mengerenyitkan dahi. Nama makanan ini diambil dari bahan dasarnya yaitu tanaman bernama “lucu.” Bentuknya mirip tanaman laos, berdaun lebar, dan tumbuh secara berkelompok. Kuliner kuno ini biasa ditemui di Desa Kemiren.

Kuliner tradisional ini bercita rasa unik, segar, ada mentolnya, dan beraroma seperti sirih. Biasanya, tumbuhan ini dijadikan lalapan atau dicampur dengan bahan daging. Bisa juga dijadikan sambal yang dicampur dengan kacang panjang, tentu dengan sedikit cabai agar terasa nikmat.

Sayangnya, sayur dan sambal lucu cukup sulit untuk ditemui jika bukan di Desa Kemiren, itu juga terkadang hanya untuk hidangan hajatan atau ritual adat.

3. Pecel Pitik

Pecel Pitik


Seperti yang lainnya, kuliner ini memiliki cita rasa unik nan lezat. Pecel pitik berbahan dasar ayam kampung muda yang dipanggang, kemudian disuwir dan dipisahkan dengan tulangnya, lalu dicampur dengan bumbu-bumbu khas serta kelapa. Ketiga bahan itu dimasak secara bersamaan sehingga meresap ke setiap dagingnya.

Ada yang unik dari kuliner ini. Berasal dari masyarakat suku Using di Banyuwangi, pecel pitik kaya akan filosofi. Pemasak tidak boleh menggunakan pisau ketika menyuir ayam, harus dengan tangan kosong. Kemudian pemasak lebih baik diam, atau berdoa agar cita rasa ayam benar-benar istimewa. Bahkan dulu, perempuan Using yang memasak ini harus keadaan suci atau tidak dalam masa haid.

4. Pindang Koyong

Pindang Koyong


Kuliner ini tak jauh berbeda dengan masakan ikan sayur atau soto ikan lainnya. Ikan yang digunakan biasanya tongkol dan tenggiri, dengan bumbu yang sering digunakan masyarakat Jawa kebanyakan, seperti bawang, cabe, lengkuas, jahe, garam, dan lainnya. Hanya saja, pindang koyong akan dicampur dengan belimbing waluh.

Belimbing ini berfungsi untuk menghilangkan rasa amis dari ikan. Tapi disamping itu, rasanya yang asam akan memberi sensasi segar pada masakan sehingga sangat cocok disantap ketika siang hari. Ketika berkunjung ke Banyuwangi, kamu tidak akan kesulitan mencari makanan yang satu ini karena banyak warung-warung yang menyajikan pindang koyong.

5. Sego Tempong

Sego Tempong


Tidak akan pernah lengkap rasanya jika mengunjungi Banyuwangi tanpa sego (nasi) tempong. Ya, kuliner khas ini sangat populer di kalangan wisatawan. Isinya terdiri dari nasi dan lauk pauk yang cukup lengkap. Rasanya sangat beragam ketika masuk di mulut, seperti manis, gurih, asin, dan tentunya pedas yang menampar.

Pedasnya ini yang sangat terkenal. Dalam bahasa masyarakat suku Osing, tempong sendiri berarti tampar. Jadi, bagi kamu yang tidak menyukai pedas, sebaiknya jangan coba-coba jika tidak ingin “ditampar” oleh rasa pedasnya dari Sego Tempong. Tapi bagi penyuka pedas, mendingan kamu merasakan tamparan kuliner Banyuwangi sebelum pulang ke rumah.

Selain pedas, sego tempong punya aroma khas kencur yang menyengat sehingga dapat menambah rasa nafsu makan kamu. Untuk mendapatkannya, kamu bisa pergi ke warung sego tempong Mbok Nah, di Jalan Kolonel Sugiyono, Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Di sana, harganya sangat bersahabat, yakni Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

6. Sego Cawuk

Sego Cawuk


Sego ini merupakan campuran yang terdiri dari kelapa muda, jagung muda yang dibakar, timun, dan bumbu yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, serta sedikit asam. Campuran ini tentu sangat berbeda dengan sego tempong yang memiliki rasa pedas nampar. Rasa sego cawuk malah identik manis gurih.

Rasa yang menjadi ciri khas tersebut berasal dari kuah pindang yang dimasak dengan cara digendam. Cara masak ini hanya ditemukan di Banyuwangi. Proses ini yaitu mencairkan gula pasir hingga seperti karamel, kemudian dicampur air hingga mendidih. Setelah itu, campurkan rempah laos dan ikan laut yang sebelumnya sudah dipindang.

Salah satu penjual sego cawuk yang melegenda di Banyuwangi adalah Mbah Mantih. Kamu bisa datang ke wilayah Barat Pasar Rogojampi, dekat dengan bandara. Untuk harga, kamu sudah bisa mencicipi sego cawuk dengan kisaran sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

7. Jangan Uyah Asem

Jangan Uyah Asem


“Jangan” memiliki arti sayur, yang berarti jangan uyah asem adalah kuliner berkuah. Kuahnya begitu istimewa, karena bening dan memiliki rasa pedas asam. Rasa khasnya berasal dari campuran belimbing waluh dan ramuan daun wadung yang bercita rasa asam. Isinya, kamu akan mendapatkan potongan ayam berukuran besar dengan rasa gurih nan nikmat.

Jika dilihat sekilas, kamu akan berpikir jika kuliner ini adalah sop. Tapi ketika mencicipnya, rasa uniknya tak akan hilang dari lidah kamu. Untuk harganya, kamu bisa mendapat seporsi jangan uyah asem dengan membayar sekitar RP10 ribu hingga Rp15 ribu.

8. Bagiak

Bagiak


Jika daritadi membahas makanan berat, kali ini ada jajanan khas Banyuwangi yang bisa kamu jadikan buah tangan. Bagiak merupakan cemilan berbahan tepung sagu yang dicampur dengan kelapa parut, susu, telur, jahe, gula, dan kayu manis. Bentuknya lonjong dan tekstur sedikit keras. Meski demikian, ketika sudah masuk mulut, bagiak jadi lunak dan cocok disantap untuk bersantai.

Panganan khas ini hampir sama dengan bagea di wilayah Sulawesi, khususnya Maluku. Perbedaannya hanya terdapat pada tekstur. Jika di Maluku, kue kering ini lebih keras dibanding dengan di Banyuwangi.

9. Kue Klemben

Kue Klemben


Kue atau sering disebut roti klemben ini adalah jajanan khas Banyuwangi yang mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Teksturnya cukup empuk, seperti kue pada umumnya. Rasanya juga manis, cocok dihidangkan saat santai dan menemai secangkir teh atau kopi.

Ada dua jenis kue klemben ini, yakni kering dan basah. Perbedaan ini hanya dalam teksurnya saja, untuk rasa tetap lezat. Kamu bisa menjadikannya oleh-oleh untuk mereka yang menunggu kamu pulang berlibur dari Banyuwangi. Tapi kalau belum ke Banyuwangi, kamu juga bisa mendapatkan kue klemben di toko-toko daring (online).

10. Ladrang

Ladrang


Ketika melihat cemilan ini, siapa pun pasti langsung mengetahui asalnya dari Banyuwangi. Warnanya begitu mencolok, yaitu ungu. Warna ini berasal dari bahan utama ladrang, ubi ungu. Bentuknya seperti sistik atau mie kering tipis.

Selain cita rasa manis dan nikmat, ladrang memiliki manfaat sebagai cemilan untuk diet. Kandungan nutrisi dalam ubi ungu memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi sehingga dapat membuat kamu cepat kenyang saat menyantapnya.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar