Langkah Cerdas Balik Nama (Mutasi) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Jum'at, 26 Oktober 2018
ok nusantara
Bagikan

Langkah Cerdas Balik Nama (Mutasi) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

5 Langkah Cerdas Balik Nama (Mutasi) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Setiap pemilik rumah pasti ingin mengganti nama di lembaran kertasnya dengan namanya sendiri. Namun, terkadang, harga yang ditawarkan untuk mutasi PBB cukup besar, seperti pengalaman yang saya dapatkan saat ingin mengubah nama di lembaran kertas merah tersebut.

Karena harga yang ditawarkan untuk mutasi PBB cukup tinggi, yaitu sekitar 1,5 juta rupiah, akhirnya saya memutuskan untuk mengurus semuanya sendiri. Mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama dan juga prosesnya yang bisa dilakukan sendiri, akhirnya saya langsung mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan. Dengan bantuan dari internet, semua informasi mengenai dokumen yang dibutuhkan bisa didapatkan dengan mudahnya.

Untuk mengurus keperluan tersebut, ditambah lagi kebutuhan untuk merevisi letak Objek Bangunan, saya pergi ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Sesuai dengan tempat tinggal, saya menuju ke Dispenda Kota Bekasi yang berada di Jl. Ir. H Juanda No 100, yang letak gedungnya sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), tempat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta Kartu Keluarga (KK).

Setelah tiba di Dispenda Kota Bekasi, untuk memudahkan, saya langsung menuju ke resepsionis untuk mencari tau informasi lengkap yang berhubungan dengan pengurusan kebutuhan tersebut. Nah, ini dia langkah yang dilakukan sebagai proses mutasi PBB.

5 Langkah Cerdas Balik Nama (Mutasi) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Mengambil nomor antrian

Sebagaimana pengurusan lain, hal pertama yang harus dilakukan agar bisa dilayani oleh petugas adalah mengambil nomor antrian. Tentunya, ada banyak antrian yang juga menunggu untuk kebutuhan yang sama. Jadi, ada baiknya untuk bersabar dan datang lebih awal agar dapat mendapatkan nomor antrian awal.

Jelaskan maksud dan tujuan

Setelah nomor antrian dipanggil, jelaskanlah maksud dan tujuan kedatangan. Setelah itu, petugas akan memberikan formulir Lampiran Surat Pemberitahuan Objek Pajak (LSPOP) dan lembar Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah diisi, kembalikan formulir tersebut ke tempat yang sudah diinformasikan, saat itu, saya harus mengembalikan formulir ke loket dua. Namun, sebelumnya juga harus mengambil nomor antrian kembali.

Usahakan untuk menjelaskan maksud dan tujuan dengan jelas untuk memudahkanmu dalam melakukan mutasi PBB tersebut.

Melengkapi persyaratan

Untuk mengurus kebutuhan mutasi PBB, ada banyak persyaratan yang harus dilengkapi, seperti:

  • Fotocopy KTP, KK, dan NPWP.
  • Fotocopy Sertifikat atas nama saya.
  • Fotocopy Akta Jual Beli atas nama saya.
  • Fotocopy IMB (Izin Mendirikan Bangunan) berserta gambar bangunan.
  • Copy SPPT PBB, dan STTS tahun 2016 yang sudah lunas.
  • Copy SSB BPHTB yang telah divalidasi.
  • Foto Rumah (optional) untuk mengubah letak Objek Bangunan.

Usahakan untuk melengkapi berbagai dokumen tersebut dari rumah dan memastikan semua dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap.

Menunggu PBB baru dicetak

Setelah semua berkas sudah diserahkan, tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah menunggu lembar PBB baru bisa dicetak dengan menggunakan nama pribadi. Biasanya, proses menunggu ini dilakukan dalam hitungan hari. Kebetulan waktu itu saya hanya menunggu 5 hari kerja.

Datang kembali untuk mencetak PBB

Setelah mendapatkan konfirmasi setelah 5 hari kerja tersebut, selanjutnya datang kembali untuk mencetak PBB tersebut dengan membawa tanda terima yang sudah diberikan.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar