“Lele” Raksasa Air Tawar Pemakan Manusia
Rabu, 14 Juni 2017
ok nusantara
Bagikan

“Lele” Raksasa Air Tawar Pemakan Manusia

Wah…, ditemukan Lele monster pemangsa manusia

Kita yang hidup di  Indonesia sudah tak asing lagi dengan ikan lele. Hewan air tawar yang khas dengan “kumisnya” itu sangat sedap disantap bersama nasi hangat dengan olahan bumbu rempah. Namun apa jadinya jika ikan lele bermutasi menjadi sosok ikan raksasa yang bisa melahap tubuh manusia hidup-hidup. Bagaimana wujudnya?

  1. Lele kanibal “goonch fish”

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu.

Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.

Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata di daerah itu bukan habitat buaya.

Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.

Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.


Jeremy Wade berhasil menangkap goonch fish, lele kanibal dari Sungai Kali-Nepal

Jeremy Wade berhasil menangkap goonch fish, lele kanibal dari Sungai Kali-Nepal

Goonch fish, lele kanibal dari Sungai Kali-Nepal


Goonch fish, lele kanibal dari Sungai Kali-Nepal

Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia.

Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish alias lele kanibal.

  1. Pemangsa dari Huadu’s Furong

Kejadian ditemukannya ikan pemangsa manusia berukuran raksasa di Waduk Huadu’s Furong-China ini memang sudah beberapa tahun silam, tepatnya tahun 2008 lalu. Tapi tetap saja fenomena ini bikin kita geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, beberapa orang hilang di dam tersebut dan pelakunya adalah seekor lele raksasa

Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu.


Lele raksasa diri Waduk Huadu, Furong-China


Lele raksasa diri Waduk Huadu, Furong-China

Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka.

Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Waking Catfish atau clarius batrachus (ikan lele berjalan). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran normal bisa menjadi begitu besar.

Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.

  1. Raksasa Sungai Mekong

Sungai Mekong yang merupakan salah satu sungai utama di dunia banyak menyimpan berbagai jenis ikan-ikan raksasa. Batang air ini merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia, dan ke-10 terbesar dalam volume (melepas 475km³ air setiap tahunnya),

Menurut para peneliti, sungai ini adalah rumah dari berbagai jenis ikan raksasa air tawar. Yang paling terkenal adalah Mekong Giant Cat Fish. Jenis ikan lele raksasa ini memang hidup disepanjang aliran Sungai Mekong yang melintasi beberapa negara di Asia tersebut.

Pada tahun 2005, seorang nelayan Muangthai menangkap ikan lele raksasa sebesar beruang Grizzly di Sungai Mekong. Ukuran ikan ini berkisar 2,7 Meter dengan berat sekitar 300 kg.


Giant cat fish Sungai Mekong


Memang penangkapan ikan lele berukuran raksasa di Sungai Mekong bukanlah hal yang aneh. Sudah berulang kali nelayan setempat mendapatkan ikan lele berukuran raksasa di sungai itu. Namun sepertinya belum ada yang menyamai ukuran ikan lele yang ditangkap nelayan Muangthai tersebut.

Berbeda dengan kasus di Sungai Kali di Nepal dan Waduk Huadu’s Forung di China, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa ikan lele raksasa di Sungai Mekong adalah pemangsa manusia. Meski demikian, bukan tak mungkin iwak ini suatu hari dapat menyerang manusia.

  1. Lele Raksasa dari Bogor

Tak hanya di belahan negara lain, penemuan lele raksasa juga menggemparkan warga Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat pada tahun 2013 lalu. Seekor lele raksasa dengan panjang dua meter dan berat 50 kilogram ditemukan disebuah lubang. Tak hanya satu ekor, melainkan tujuh ekor lain dengan berat masing-masing 25-50 kg.

Nunung, 36, seorang warga Tanah Sereal mengatakan, sekitar tiga minggu lalu, pegawai jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) membawa enam lele raksasa. Warga yang melihat lele raksasa itu bukan main terkejut.

Daging lele itu kemudian dibagikan kepada warga, tapi sebagian warga tidak memakannya, karena takut dengan bentuk dan beratnya yang mencapai 50 kg. “Saya tidak makan, takut lele ‘jadi-jadian’,” kata Nunung.


Lele raksasa dari Tol BORR - Bogor, Jawa Barat


Lele raksasa dari Tol BORR – Bogor, Jawa Barat

Meski tidak makan, Nunung sempat memperhatikan daging lele tersebut. Lele raksasa ini dagingnya hitam agak pucat, sedangkan lele yang biasa di makan dagingnya putih.

Dendi salah seorang mandor proyek itu mengatakan awal mula penemuan lele tersebut. Menurut dia, pegawainya saat itu hendak mengebor tanah untuk pondasi tiang tol. Rupanya bornya tembus gorong-gorong yang di dalamnya ada lele besar. Setelah dicek, ternyata ada sekitar 7 lele, dengan berat bervariasi antara 20-50 kg. Lele itulah yang kemudian dibagi-bagikan kepada warga sekitar.

Meski lele monster ini hidup di daerah tersebut, warga belum pernah mendengar adanya seekor lele raksasa mengganggu manusia. Tapi melihat ukurannya yang besar, bisa saja seorang anak kecil dimangsa dengan mudah.

Memang menakutkan jika kita membayangkan keberadaan raksasa-raksasa air tawar pemangsa daging manusia tersebut. Kita sekarang tentu akan menjadi was-was jika berenang di sungai maupun danau air tawar. Namun pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa menjadi kanibal dan doyan makan manusia. Apakah mereka yang mengganggu manusia, atau malah manusia yang mengusik habitat mereka..?

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar