Makanan Tradisional Jawa
Rabu, 28 Maret 2018
ok nusantara
Bagikan

Makanan Tradisional Jawa

8 Makanan Tradisional Jawa Ini Sebelum Punah

1. Mie lethek

Makanan Tradisional Jawa

Mie Lethek merupakan makanan khas dari Yogyakarta. Makanan ini memiliki warna yang kusam, dalam bahasa Jawa disebut “lethek”. Oleh karena itu mie ini dikenal juga dengan sebutan mie lethek. Tidak seperti makanan khas Jawa lainnya yang sering kita temui di berbagai daerah lain, mie lethek ini cukup susah ditemukan. Biasanya wisatawan yang berkunjung ke Jogja akan ke daerah bantul untuk mencicipi langsung mie lethek ini.

Mie lethek berbahan dasar tepung tapioka dan gaplek, diolah secara tradisional tanpa pewarna makanan dan bahan kimia lainya. Mie lethek biasa dimasak di atas tungku anglo berbahan bakar arang batok kelapa kemudian dicampur dengan beraneka bumbu dapur. Seperti olahan mie lainnya, mie lethek juga diolah menjadi mie goreng, mie rebus hingga dijadikan campuran nasi seperti magelangan. Jika sudah diolah, mie berwarna kusam ini menjadi sangat menggoda selera.

2. Clorot

Makanan Tradisional Jawa

Clorot adalah jajanan khas dari Purworejo yang terbuat dari adonan tepung beras dan gula merah yang dikukus. Clorot ini memiliki tekstur kenyal dan rasanya manis, banyak dinikmati wisatawan yang berkunjung ke Purworejo. Selain rasanya yang khas, kemasan untuk membungkus clorot juga sangat unik. Bungkusnya terbuat dari daun kelapa muda yang dibuat kerucut, melingkar dan memanjang dan tengahnya berisi adonan.

3. Semanggi

Makanan Tradisional Jawa

Makanan yang satu ini merupakan makanan khas dari Surabaya. Berbahan baku rumput semanggi, pembuatannya juga dicampur dengan rebusan kecambah. Lalu, disiram dengan bumbu yang terdiri dari garam, gula, cabai, petis, kacang tanah, dan ketela rambat.

Sekilas makanan ini seperti pecel yang sering kita jumpai, tapi yang membedakan adalah campuran rasa petis dan ketela pada bumbu kacangnya. Yang menjadi langka pada makanan ini adalah rumput semanggi itu sendiri. Konon, rumput semanggi diibaratkan sebagai keberuntungan. Untuk menemui penjaja makanan ini pun cukup sulit di Surabaya, biasanya yang menjual akan keliling keluar masuk kampung.

4. Grontol jagung

Makanan Tradisional Jawa

Makanan tradisional yang berbahan dasar jagung manis ini berasal dari Jawa Tengah atau biasa dikenal juga sebagai brondong jagung. Pengolahannya dengan merebus jagung manis, kemudian ditaburi dengan parutan kelapa dengan gula pasir. Grontol jagung saat ini semakin sulit ditemui, apalagi banyaknya olahan yang mirip dengan grontol jagung dijual di pasaran. Biasanya diolah dengan keju, susu, atau cokelat. Padahal pengolahan asli grontol jagung itu sendiri tidak kalah nikmat loh.

5. Jadah

Makanan Tradisional Jawa

Jadah semakin banyak dicari ketika Sultan Hamengkubuwono IX pernah mencicipinya dan ketagihan. Makanan ini berasal dari beras ketan dimasak bersama dengan parutan kelapa dan garam. Setelah dimasak kemudian ditumbuk dan dipotong sesuai selera. Sekilas mirip dengan olahan beras ketan biasa, namun makanan ini akan semakin nikmat jika dihidangan dengan tempe bacem.

Cara menghidangkannya juga sangat unik, potongan jadah akan ditumpuk berupa burger dan di tengahnya disisipkan tempe bacem. Jika kamu ingin mencicipinya, dapat mendatangi daerah Kaliurang yang terkenal dengan jadahnya yang terkenal.

6. Orem-orem

Makanan Tradisional Jawa

Orem-orem merupakan makanan khas yang berasal dari Malang, Jawa Timur. Isi dari makanan ini ada irisan tempe, potongan ketupat, ayam serta sedikit sayuran seperti kecambah yang biasa dimasak dengan kuah santan yang kental. Keunikan dari orem-orem ini, biasanya dimasak dengan menggunakan arang. Bara api tersebut lah yang memberikan aroma pada bumbu menjadi semakin nikmat. Dulu makanan ini selalu disajikan di beberapa hajatan. Namun, saat ini hanya ada beberapa tempat terkenal yang menjual orem – orem di Malang.

7. Kue kipo

Makanan Tradisional Jawa

Kue Kipo adalah kudapan yang enak berasal dari Kotagede. Apalagi kalau disajikan dengan keadaan yang hangat. Memiliki bentuk yang lonjong, teksturnya yang kenyal dan juga warna kehijauan dengan isian gula Jawa yang menggugah selera. Bahan utama dari kue ini adalah tepung beras yang juga dicampur dengan tepung ketan. Untuk adonannya, dicampur dengan parutan kelapa, daun suji dan pewarna hijau alami seperti daun pandan.

8. Pecel sego abang

Makanan Tradisional Jawa

Sajian kuliner yang satu ini berasal dari kota Solo. Yang membedakan pecel sego abang dengan yang lainnya yaitu nasi merah yang disajikan. Pecel lezat ini terdiri dari banyak sayuran mulai dari daun pepaya, bayam, lamtoro, tauge, kembang turi dan kemangi. Sambal pecelnya juga sedikit berbeda, karena dibuat dari wijen hitam sehingga warnanya terlihat lebih pekat. Katanya, sajian kuliner di kota Solo ini sudah hampir jarang ditemui loh.

Bagaimana, dari makanan-makanan di atas apakah kalian sudah pernah mencobanya? Bagi yang belum, buruan mencipipi makanan ini sebelum sulit ditemukan.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar