Manusia kurcaci di Flores diklaim
Senin, 14 Mei 2018
ok nusantara
Bagikan

Manusia kurcaci di Flores diklaim

Ilmuwan telah menemukan fosil berusia 700.000 tahun di Flores yang merupakan nenek moyang dari manusia primitif yang kerap disebut “hobbit” atau manusia kurcaci.

Dari fosil tersebut ilmuwan memprediksi bahwa manusia primitif seukuran manusia normal yang menginjakkan kaki pertama kali di sana, “mengecil sangat cepat” hingga menjadi seukuran kurcaci.

Temuan fosil tersebut terdiri dari satu fosil dewasa dan dua anak-anak, yang keseluruhannya sama kecilnya dengan keturunan mereka.

Kurcaci

Penemuan fosil manusia kurcaci di sebuah gua di Flores, menyulut kehebohan 12 tahun lalu. Dengan tinggi cuma satu meter, mereka semula diduga telah hidup di Flores sejak 12.000 tahun lalu.

Hak atas fotoKINEZ RIZAImage captionTemuan gigi dari moyang Homo floresiensis.

Namun, penelitian susulan memperlihatkan bahwa mereka ternyata telah ada lebih awal, yaitu antara 50.000 hingga 60.000 tahun lalu – tetapi itu tidak mengurangi ketertarikan orang terhadap spesies yang berjumlah sedikit dan secara resmi bernama Homo floresiensis.

Dan sekarang, dengan temuan baru, peneliti menemukan fosil berusia jauh lebih tua, yaitu 700.000 tahun, yang ditemukan di sebuah situs penggalian bernama Mata Menge.

Fosil tersebut terdiri dari sebuah rahang bawah dan sejumlah gigi. Temuan tersebut sangat mirip dengan fosil manusia kurcaci yang ditemukan 2004 silam.

Temuan terkini itu diyakini sebagai nenek moyang dari floresiensis.

‘Mengecil cepat’

Selain fosil, arkeolog juga menemukan perkakas batu, yang jauh lebih tua. Ini mengindikasikan spesies serupa-manusia telah hidup di Flores sekitar satu juta tahun lalu.

Salah satu teori menyebut, spesies seukuran ‘manusia-normal’ itu adalah Homo erectus, yang hidup di pulau Jawa, sekitar 500km di barat Flores.



Hak atas fotoKINEZ RIZAImage captionPerkakas batu yang ditemukan di lokasi penemuan fosil.

Dr Yousuke Kaifu dari National Museum of Nature and Science, Tokyo, menyebut ukuran erectus mungkin saja telah menyusut cepat dalam rentang waktu 300.000 tahun, jangka waktu yang sangat singkat untuk evolusi dengan hasil seperti itu.

“Karena yang paling tidak terduga adalah Homo floresiensis sudah berukuran sangat kecil, setidaknya 700.000 tahun lalu.”

Dr Gert van den Bergh, dari Universitas Wollongong, yang memimpin tim mengaku keseluruhan anggota timnya terkejut dengan temuan rahang dewasa yang berukuran kecil itu.

“Kami mengira akan menemukan fosil yang lebih besar, atau mendekati ukuran manusia pertama di Flores, Homo erecus. Tapi yang kami temukan ternyata sangat kecil, bahkan mungkin lebih kecil dari Homo floresiensis.”

“Evolusi cepat yang terjadi mungkin terkesan sangat cepat, dan kami tidak memiliki contoh bandingan manusia atau primata di pulau lain yang mengecil secepat itu.”

Minim sumber makanan?

Salah satu teori menyebut Homo erectus mengecil untuk beradaptasi dengan Flores yang wilayahnya berukuran kecil dan minim sumber makanan.

Namun, sebenarnya pertanyaan besarnya adalah bagaimana erectus bisa sampai di Flores. Erectus diklaim terlalu primitif untuk bisa membuat perahu untuk berlayar. Selain itu, berenang dari Jawa ke Flores tidak kepalang tanggung jauhnya.

Salah satu kemungkinannya adalah, ada beberapa erectus yang terbawa ombak, hanyut dan terdampar di flores.

Hak atas fotoDR GERRIT VAN DEN BERGH UNIVERSITY OF WOLLONGONGImage captionLokasi penemuan fosil berusia 700.000 tahun.

Namun, Prof Chris Stringer dari the Natural History Museum di London belum yakin terhadap teori Homo erectus menyusut pesat dan menjadi moyang Homo floresiensis: “Kita belum tahu benar seberapa besar ukuran manusia yang bisa membuat perkakas pada satu juta tahun lalu, karena kita belum punya fosilnya. Kedua, kita juga belum tahu apakah benar manusia pertama yang menginjakkan kaki di Flores tiba di sana pada satu juta tahun lalu.”

Dia menambahkan: “Kemungkinannya adalah nenek moyang si manusia kurcaci (floresiensis) berasal dari Sulawesi. Tetapi kita belum ada bukti sejauh ini, spesies apa yang ada di Sulawesi lebih satu juta tahun lalu.”

Saat ini tim di lapangan terus mengumpulkan sebanyak mungkin fosil untuk mengetahui gambaran menyeluruh dari manusia kurcaci dan moyangnya.

“Kami sangat penasaran seperti apa manusia paling pertama yang menginjakkan kaki di Flores. Untuk itu kami harus menemukan fosil yang berusia lebih tua dari satu juta tahun lalu.”

Dr van den Bergh menegaskan penemuan manusia kurcaci yang telah hidup 700.000 tahun lalu mematahkan salah satu teori yang sempat mengemuka 2004 lalu, yang menyebut bahwa manusia kurcaci atau Homo floresiensis adalah Homo sapiens (manusia modern) yang terserang penyakit yang membuat tubuhnya mengecil.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar