pabrik keramik mustika klampok  banjarnegara
Kamis, 09 Maret 2017
ok nusantara
Bagikan

pabrik keramik mustika klampok banjarnegara

Melewati gapura kokoh, dimana teko keramik dengan warna cokelat yang berada samping lengkungan gapura menjadi simbol telah memasuki kawasan Sentra Industri Keramik Klampok Banjarnegara. Sekira lima ratus meter dari gapura tersebut, terdapat rumah toko (ruko) keramik yang berderet di kanan-kiri Jalan Raya Klampok.

Empat ruko dengan nama yang sama, yaitu Keramik Mustika, adalah deretan ruko pertama yang bisa disinggahi jika kamu datang dari arah timur. Keramik Mustika, sebuah industri kerajinan keramik milik keluarga; orangtua beserta anaknya. FYI, Purwareja Klampok atau yang lebih sering disebut Klampok adalah nama Desa sekaligus Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara. Sebuah desa yang cukup maju dengan hasil karya para warganya berupa Keramik.

Untuk membedakan masing-masing dari ruko Keramik Mustika, pemilik memberi urutan berdasarkan nomor. Keramik Mustika 2, misalnya. Adalah keramik ke dua yang didirikan dan merupakan toko keramik milik anak. Sedangkan, Keramik Mustika yang pertama berdiri adalah milik Ibu Djoerijah yang letaknya paling ujung barat, tanpa urutan nomor, hanya tertulis Keramik Mustika saja di dinding atas depan ruko.

Selain menawarkan cinderamata, Keramik Mustika yang sudah lama berdiri ini menjadi pabrik yang tiap harinya tidak pernah sepi dari para pengrajin keramik yang giat menyelesaikan pesanan. Hampir tiap hari ada kegiatan produksi untuk memenuhi pesanan dari kota tetangga. Kota Tegal, misalnya. Kota yang rutin memesan teko poci lengkap dengan tatakan dan gelas. Atau, lambar kecil yang bisa digunakan untuk menaruh sambal atau gelas.

PEMBUATAN KERAMIK KLAMPOK BANJARNEGARA

ah ,cantik, banget, .

Kesempatan singgah di dapoer atau pabrik keramik mustika saya dspat ketika menemani rekan kerja untuk membeli asbak keramik dengan ukuran besar. Karena sudah beberapa kali singgah ke sentra industri keramik klampok, saya sudah cukup paham toko mana yang sekiranya menyediakan asbak besar. Tanpa pertimbangan lama, saya pun mengajaknya ke Keramik Mustika yang ada pabriknya.

Sesampainya di depan ruko, mobil yang kami naiki segera parkir tepat di depan ruko Keramik Mustika Klampok. Beruntung, halaman ruko cukup luas, mudah untuk parkir.

Ibu Siti Supiah menyambut kedatangan kami saat baru melangkah beberapa jengkal dari mobil. Begitu sopan dan ramah Ibu paruh baya ini.

“Buuk, di dalam sedang produksi tidak?”. Saya seperti menodong Ibu Supiah ketika beliau sedang mencarikan asbak permintaan kami. Aaah…memang buru-buru banget ingin segera masuk dapoer keramik!

CONTOH HASIL KERAMIK KELAMPOK

 .sentuhan ukiranya tajem banget .

Memilih asbak pasti membutuhkan waktu yang lama. Sebab, harus konfirmasi terlebih dahulu kepada atasan untuk jenis, motif dan juga harga. Maka dari itu, saya memilih masuk dapoer keramik mustika untuk melihat produksi keramik yang memang tidak semudah membuat mie instant. 😆

Bangunan yang digunakan untuk produksi keramik cukup luas. Tampak seperti bangunan kuno, kentara dari dinding dan lantainya. Bangunan yang terdiri dari empat ruang ini cukup bersih. Ruang utama yang mana dimanfaatkan sebagai toko jelas sangat diperhatikan kebersihannya. Hanya saja, keramik yang mungkin sudah lama berada di toko kurang mendapat perhatian. Seperti debu ya g menempel atau keramat yang berada di dalam keramik.

PEMBUATAN CUP POCI UNTUK TEGAL

pesanan ,pocii

Ada beberapa tahapan dalam memproduksi keramik. Prosenya cukup lama, namun secara detilnya saya kurang paham. Sejauh mata melihat, beberapa tahapan dimulai dari membuat bahan, semacam adonan dari tanah liat yang didatangkan langsung dari Ajibarang, membentuk keramik menggunakan alat yang sederhana, membuat pola ukiran untuk mempercantik keramik, mengaluskan keramik dengan amplas, mengecat keramik jika ingin menjadikan keramik berwarna, memasukkan keramik ke oven besar untuk dibakar, kemudian tahap akhir yaitu finishing dengan cara membersihkan keramik, dilap menggunakan kain.

Pembuatan keramik pada tahap cetak awal atau desain yang berada di ruang tiga, difokuskan. Semisal, Pak Hadi yang tiap harinya membuat gelas, maka seterusnya membuat gelas. Semacam spesialis, gitu. Lain halnya dengan para nyonya cantik yang bertugas menata, mengamplas dan atau mengecat keramik. Mereka bekerja acak. Keramik yang sekiranya sudah siap dicat, diamplas, ya, langsung dikerjakan.

PEKERJA KERAMIK KELAMPOK BANJARNEGARA

para nyonya cantik pakai masker saat mengamplas keramik .

Setelah selesai diamplas untuk menghasilkan keramik menjadi halus, merata, keramik dicelupkan ke air supaya tampak bagian mana yang sekiranya belum rata dengan sisi lainnya. Jika sekiranya sudah halus, keramik siap untuk dibakar. Amplas ulang jika ada bagian yang belum rata.

Masuk ruang paling ujung, yaitu dapoer keramik, ruang khusus yang digunakan untuk membakar keramik. Saat itu, ruang ini dijaga oleh satu anak muda dan dua orang tua.

PEMBAKARAN SENTRA KERAMIK KLAMPOK

Mereka tampak santai menjaga oven yang berisi banyak keramik di dalamnya. Santai hanya beberapa jam, kemudian sibuk mengambil, memindahkan keramik dari oven ke dalam rak yang ada pada ruang tersebut.

Selain proses produksi yang amat detil, hal lain yang saya kagumi dari paroduksi Keramik yaitu ada pada para pekerja. Hampir seluruh pekerja yang ada di Keramik Mustika adalah orang tua. Hanya di bagian pengecatan dan pembakaran keramik ada beberapa pekerja muda. Ini semacam bukto, bahwa memanfaatkan pekerja usia lanjut tidak selamanya buruk. Sebab, saya melihat mereka bekerja sangat serius. Fokus dengan pekerjaan yang ada di depan mata.

TAHAPAN PEMBUATAN KERAMIK KLAMPOK

Keramik Mustika yang berlokasi kurang lebih dua puluh lima kilo meter dari pusat kota Banjarnegara atau tujuh ratus meter dari pertigaan Klampok-Purbalingga, bukanlah sentra industri keramik satu-satunya di Banjarnegara. Sebab, kurang lebih tiga ratus meter dari Keramik Mustika, masih cukup banyak deretan ruko keramik. Hanya saja, ruko Keramik Mustika milik Ibu Djoerijah lebih fokus menjual aneka macam kerajinan Keramik. Sedangkan ruko lainnya sudah banyak tambahan pilihan produk, diantaranya; aksesoris wanita, tudung saji dan aneka macam kerajinan anyaman bambu yang sebagian mereka datangkan dari Yogyakarta.

Jika punya kesempatan main ke Banjarnegara, silakan singgah ke Sentra Industri Keramik Klampok. Serius, asyik banget ngobrol dengan para pengrajin keramik di sini. Harga keramiknya juga cukup ramah. Insya allah tidak mengecewakan. 😉

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar