Patin, Calon Ikan Sehat Populer
Rabu, 14 Februari 2018
ok nusantara
Bagikan

Patin, Calon Ikan Sehat Populer

Buat yang senang acara kuliner dan masak memasak di televisi, saat ini banyak sekali acara yang memperkenalkan makanan dunia yang berbahan dasar ikan. Dan dari sekian banyak ikan yang dijadikan bahan dasar acara kuliner tersebut, ikan salmon  menduduki peringkat teratas dari segi branding menyusul tuna di peringkat kedua. "Ya, salmon menduduki popularitas teratas untuk dunia kuliner berbahan dasar ikan saat ini. Kesan gengsi memasak makanan berbahan dasar salmon memang sangat tinggi dibanding ikan lainnya," ungkap Branding Consultant & Ethnographer dari Etnomark, Amalia E. Maulana.

Namun apakah tingginya popularitas ikan salmon tersebut lantaran kandungan gizi dan manfaat di dalamnya? Menurut pakar ikan SMART-Fish Indonesia, Sudari Pawiro, belum tentu juga. Karena banyak ikan-ikan lain yang kandungan manfaatnya pun setara atau lebih dari ikan salmon. Hanya saja, jika seseorang telah melibatkan ikan salmon dalam menu masakan ikan mereka, seolah mereka adalah kalangan menengah ke atas. Sehingga menurut Sudari, pertimbangan kandungan dan gizi dari ikan impor tersebut bukanlah yang utama, tapi yang kedua, ketiga, atau kesekiannya.

Hal itu, pada dasarnya karena branding ikan salmon yang telah sekian lama melekat di dunia kuliner negara-negara bagian barat. Sejak dulu, mereka menjaga gerakan makan ikan salmon dari mulai kalangan kerajaan hingga masyarakat umum. Indonesia, yang merupakan salah satu negara perikanan juga telah mempersiapkan ikan lokal yang akan digadang popularitasnya seperti ikan salmon. Untuk ikan non konsumsi, salah satu ikan khas Indonesia yang telah mendunia adalah ikan arwana. Sedangkan untuk ikan konsumsi, Indonesia punya ikan mujair. Tapi sayangnya, bukan mendunia di jagat kuliner, namun dari sisi sejarahnya yang unik.

Ikan mujair sebenarnya memiliki habitat asli di Afrika. Namun entah bagaimana, oleh seorang pria asal Blitar bernama Mujair, ikan ini ditemukan di Blitar, Jawa Timur. Dan akhirnya ikan dengan nama latin Oreochromis mossambicus ini diberi nama Ikan Mujair, demi mengenang sang penemunya. Hanya saja, sebagai ikan konsumsi yang memiliki rasa gurih dan kenyal, popularitasnya di dunia kuliner sangat redup. SMART-Fish Indonesia dan UNIDO (Badan PBB untuk pembangunan infrastruktur) saat ini sedang mengupayakan salah satu jenis ikan lokal yang mulai tampak kiprahnya di dunia kuliner, yakni ikan patin (Pangasius pangasius).

Ikan lokal yang kadang disebut ikan sius di daerah Bogor, Jawa Barat ini bentuknya mirip dengan ikan lele. Saat ini popularitas ikan patin di Indonesia telah mampu menandingi ikan kembung dan ikan layang di pasar tradisional. Seperti kembung dan layang, ikan patin banyak disukai dan cukup mudah didapat di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Jawa, Sumatera, Kalimanta, dan Sulawesi. Struktur tubuhnya yang panjang serta lebar mirip seperti ikan hiu ini, memiliki rasa daging yang gurih dan khas. Karenanya, ikan patin relatif cocok disajikan dengan berbagai kreasi makanan.

Untuk yang suka pedas, dapat disajikan dengan cara sambalado atau gulai. Bisa juga dibuat menjadi sop ikan patin, dibakar, rebus, pepes, dan juga digoreng. Kandungan gizi ikan patin pun tak kalah bermanfaat dibanding ikan lainnya, seperti kandungan omega 3, DHA, asam lemak tak jenuh ganda, dan manfaat daging ikan lainnya. Maka mari, kita sama-sama mendorong potensi ikan patin agar menjadi ikan yang populer di dunia. Dan yang terpenting dari kesemuanya adalah gemari ikan sejak dini, agar bisa mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar