Perbedaan Hidangan Khas Imlek di Cina dan Indonesia
Kamis, 15 Februari 2018
ok nusantara
Bagikan

Perbedaan Hidangan Khas Imlek di Cina dan Indonesia

10 Perbedaan Hidangan Imlek di Cina dan Indonesia

1. Asin VS Manis


Salah satu ciri khas hidangan Imlek di Cina sarat akan makanan asin. Mulai dari menu utama hingga kudapannya bercita rasa asin. Rasa asin pada hidangan Imlek di Cina biasanya diperoleh dari kecap asin serta didominasi oleh bawang putih.

Sedangkan di Indonesia, citarasa makanan Imlek identik dengan makanan manis. Penggunaan kecap manis itu sangat mencerminkan budaya Jawa. Hal ini karena masih diperngaruhi oleh akulturasi makanan jawa yang serba manis serta tambahan bumbu yang kuat.

2. Minuman beralkohol VS sirup atau soda


Bagi negara di belahan benua lainnya, minuman beralkohol justru dilegalkan sebagai bentuk perayaan Imlek. Maka, tak heran jika hidangan yang terseji selalu disandingkan dengan minuman beralkohol. Terlebih lagi di Cina yang kurang afdol jika tidak merayakan Imlek dnegan minuman beralkohol.

Berbeda dengan Indonesia, yang memiliki aturan tertentu untuk mengonsumsi alkohol. Tidak semua orang bebas untuk mengonsumsi minuman untuk dewasa ini. Alternatifnya, sebagian besar kaum Tionghoa mengganti minuman beralkohol dengan sirup maupun minuman bersoda.

8. Tangyuan


Tangyuan merupakan menu khas Imlek yang biasa disantap oleh orang Tionghoa di Cina. Makan ini jika di Indonesia serupa dengan ronde. Mereka percaya jika menghidangkan tangyuan bisa mempererat tali kasih yang ada di keluarga mereka. Berbeda dengan di Indonesia, jarang sekali tangyuan disajikan atau malah menu tersebut hampir tidak pernah di menu hidangan Imlek.

9. Lumpia


Makanan yang sudah familiar di Indonesia ini ternyata memiliki filosofi yang mendalam bagi masyarakat Tionghoa di Cina. Merka percaya bahwa dengan makan lumpia rezeki merka akan terus bertamabha. Hal ini disebabkan karena Lumpia memiliki makna berupa simbol kekayaan. Di Indonesia, lumpia tidak selalu disajikan saat Imlek. Bahkan bisa menjadi menu camilan sehari-hari.

10. Mengonsumsi sawi hijau langsung dalam sekali suap


Di Cina, menu lainnya yang harus kamu santap adalah hidangan berupa sawi hijau. Eits, namun ada persyaratannya lho. Yakni kamu harus menyantapkan hidangan sawi hijau tersebut dalam sekali suap. Sawi hijau melambangkan umur panjang. Jadi, jika masyarakat Tionghoa di Cina melahapnya dalam sekali suap, maka mereka percaya bahwa umur mereka akan bertambah. Sedangkan di Indonesia hidangan sawi hijau tidak selalu berada di atas menu hidangan Imlek.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar