Perbedaan Peta Lama Dengan Peta Baru Indonesia
Jum'at, 08 September 2017
ok nusantara
Bagikan

Perbedaan Peta Lama Dengan Peta Baru Indonesia

5 Perbedaan Peta Lama dan Peta Baru Indonesia yang Sudah Rilis

Sebagai Warga Negara Indonesia, tahukah kamu bahwa pada tanggal 14 Juli lalu Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman meluncurkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru? Sebelum peta baru tersebut diluncurkan, kamu harus tahu bahwa sebelumnya terdapat perjanjian perbatasan terlebih dahulu yang ditandatangani oleh kedua belah negara, yaitu Indonesia dan Singapura. Selain itu, ada juga perjanjian batas maritim antara Indonesia dan Filipina.

Arif Hava Oegroseno sebagai Deputi bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim menjelaskan bahwa terdapat beberapa perubahan pada peta terbaru, yaitu:

Terdapat Laut Natuna

image: maritim.go.id

Sebagai Warga Negara Indonesia, kamu harus tahu bahwa terdapat pembaruan penamaan dibagian utara Laut Natuna yang sekarang diberi nama Laut Natuna Utara. Dalam peta sebelumnya, Laut Natuna berada di bagian dalam garis laut teritorial.

Batas dengan Palau

image: maritim.go.id

Perbedaan yang kedua adalah batas dengan Palau. Kalau kamu bandingkan dengan peta lama, makan kamu akan menemukan batas wilayah Indonesia yang masih melengkung karena terdapat dua pulau milik Palau. Dilansir darigoodnewsfromindonesia.id, di peta baru, wilayah Palau ditutup karena merupakan batas Zona Tangkap Ekslusif yang menjadi perairan Indonesia. Sedangkan, kedua pulau kecil milik Palau, Karang Haelen dan Pulau Tobi hanya diberi luasan12 nautical mile saja.

Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Selat Malaka

image: maritim.go.id

Selanjutnya, di bagian Selat Malaka terdapat beberapa perubahan. Dilansir dari Kumparan, sebelumnya Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Malaysia belum ditetapkan, namun di peta baru, Indonesiamengklaim ZEE lebih menekan ke sisi Malaysia.

Jika kamu lihat pada peta baru, terdapat garis batas yang jelas akan memudahkan kapal-kapal untuk melakukan patroli perbatasan. Hal ini juga terjadi pada perbtasan Indonesia-Singapura-Malaysia yang tepatnya berada di Selat Riau.

Batas Laut Teritorial di Perbatasan Selat Riau

image: goodnewsfromindonesia.id

Di peta baru, kamu akan melihat sebuah bentuk bulat. Bulatan tersebut berguna untuk mempertegas dua karang kecil, yaitu South Ledge yang masih dinegosiasikan oleh pihak Singapura dan Malaysia, dan Pedra Branca yang merupakan karang milik Singapura.

Secara hukum Internasional, kedua karang tersebut adalah milik Singapura dan Malaysia. Karena di peta ukuranya terlampau kecil, makanya diberikan batas yang cukup luas di peta lama. Tapi, kalau kamu perhatikan di peta baru, pulau tersebut diberikan bulatan dan diberikanalokasi wilayah selebar 500 meter.

Batas antara Indonesia dengan Filipina di Laut Sulawesi

image: maritim.go.id

Yang terakhir, kamu akan melihat perubahan batas antara Indonesia dengan Filipina di Laut Sulawesi. Kalau diperhatikan di peta lama, kamu akan menjumpai garis putus-putus pada batas antara Indonesia dan Filipina, namun, kalau diperhatikan gambar pada peta yang baru, garis putus-putus tersebut sudah menyatu. Mengapa? Dilansir dari Kumparan, hal tersebut disebabkan karena perjanjian Zona Tangkap Eksklusif (ZTE) antara Indonesia dan Filipina sudah selesai. Menurut Arif, Indonesia bahkan sudah ratifikasi dengan undang-undang nomor 4 tahun 2017.

Sebagai informasi tambahan dalam peluncuran peta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbaru, berbagai pihak-pihak perwakilan kementerian dan lembaga terkait juga sudah meresmikan melalui tanda tangannya.

Nah, itu dia perbedaan antara peta lama dan peta baru Indonesia yang sudah rilis. Sudahkah kamu melihat peta baru Indonesia, ShopBackers?

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Nam elit agna,endrerit sit amet, tincidunt ac, viverra sed, nulla. Donec porta diam eu massa. Quisqu... selengkapnya

Lirein

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ... selengkapnya

Steven

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ... selengkapnya

Zaskia Gothic

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ... selengkapnya

Nisa Rahmawati

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ... selengkapnya

Beyonce

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the ... selengkapnya

Roberto Rober
Tambah

Facebook

Twitter