Permainan Tradisional Masa Kecil yang Sudah Mulai Dilupakan
Selasa, 06 November 2018
ok nusantara
Bagikan

Permainan Tradisional Masa Kecil yang Sudah Mulai Dilupakan

7 Permainan Tradisional Masa Kecil yang Sudah Mulai Dilupakan

Congklak

permainan tradisional

Permainan congklak sudah dikenal di seluruh Indonesia. Selain papan congklak, dibutuhkan juga kerang atau biji-bijian sebagai biji congklak. Permainan ini dimainkah oleh 2 orang. Cara bermainnya adalah dengan mengisi setiap lobang kecil dengan 7 biji congklak. Lubang yang besar adalah kepunyaan masing-masing pemain untuk mengumpulkan biji congklak. Para pemain dapat mengambil biji dari lubang kecil di sisinya, lalu menaruh 1 biji di lubang-lubang sebelahnya sampai biji yang ada di tangan kita habis. Permainan selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil (semua biji sudah masuk ke dua lobang besar pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak. Cukup rumit, tapi kalau sudah bisa memainkannya, asik kok!

Gasing


Permainan gasing mengandalkan keseimbangan pada porosnya. Gasing tradisional terbuat dari kayu sedangkan gasing modern terbuat dari plastik. Gasing tradisional sudah jarang digunakan karena kalah saing dengan berkembangnya gasing modern dengan berbagai bentuk yang keren. Selain itu, gasing tradisional agak lebih sulit untuk dimainkan. Cara memainkannya adalah dengan menarik tali yang tersangkut di gasing sehingga gasing tersebut dapat berputar pada porosnya. Permainan ini bisa dimainkan sendiri, bisa juga dimainkan beberapa orang. Jika dimainkan beberapa orang, yang menang adalah pemilik gasing yang berputar paling lama.

Kelereng / Gundu


Kelereng adalah bola kecil yang terbuat dari kaca atau marmer. Permainan ini biasa dimainkan 3 – 5 orang. Ada banyak jenis permainan tradisional yang bisa dimainkan menggunakan kelereng.  Salah satu cara memainkan kelereng adalah dengan membuat suatu lingkaran di pasir atau tanah, atau membuat pembatas di lantai. Lalu taruh beberapa kelereng di dalam lingkaran tersebut. Lalu menggunakan kelereng lain, pemain menjentikan atau menyentil kelereng tersebut ke arah kelereng yang ada di dalam lingkaran. Jika kena, maka kelereng itu diambil oleh si pemain. Pemenangnya adalah pemain yang paling banyak mengumpulkan kelereng.

Bekel


Permainan yang berasal dari Jawa Timur ini dimainkan oleh dua orang atau lebih. Peralatan yang digunakan adalah sebuah bola karet berukuran kecil dengan beberapa biji bekel. Selain menggunakan biji bekel, bisa juga menggunakan kerang atau kuaci. Permainan dimulai dengan melambungkan bola bekel lalu menyebarkan biji di lantai. Selanjutnya, pemain akan melemparkan bola ke atas. Saat bola melambung, pemain dengan sigap mengambil satu biji bekel lalu menangkap bola. Banyaknya mengambil biji bekel adalah sesuai dengan tingkatan pemain. Pemain yang tingkatannya tinggi bisa mengambil semua biji bekel  sekaligus. Jika biji bekel atau bola tidak sempat terambil, permainan dilanjutkan oleh pemain yang lain.

Mobil jeruk bali


Sebelum mobil-mobilan remot eksis, ada satu jenis mobil-mobilan yang banyak dimainkan anak zaman dulu. Ya, mobil-mobilan dibentuk dari jeruk bali. Cara membuatnya adalah dengan membentuk kulit jeruk bali dengan bentuk roda dan alas mobil. Lalu setelah itu sambungkan bagian-bagian ini dengan tusuk sate. Setelah itu, pasang tali untuk menarik mobil-mobilan. Jadi deh!

Balon Tiup


Mainan ini cukup digemari oleh banyak anak-anak pada zamannya. Cara bermainnya adalah dengan menaruh cairan balon ke ujung sedotan kecil, lalu meniupnya sampai ukuran yang pemain mau. Jika bermain bersama teman-teman, biasanya para pemain akan berlomba siapa yang bisa meniup balon paling besar. Serunya!

Lompat Karet


Permainan ini biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan. Ada 3 orang yang akan bermain, yaitu 1 yang melompat dan 2 yang memegangi tali. Cara memainkannya adalah dengan menyambungkan satu karet dengan yang lain sampai menjadi panjang seperti tali. Setelah itu, karet bisa digunakan untuk bermain lompat tali. Satu orang yang melompat akan berusaha mengikuti irama putaran tali kedua orang yang memegangi tali.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar