Primadona wisata bahari, keindahan bawah laut Alor
Kamis, 25 Mei 2017
ok nusantara
Bagikan

Primadona wisata bahari, keindahan bawah laut Alor

Hasil gambar untuk alam bawa laut alor
Primadona wisata bahari, keindahan bawah Laut Alor. 2015 Merdeka.com

Namanya boleh singkat, namunAlormemiliki keindahan alam bawah laut yang begitu menakjubkan. Tak cukup seminggu untuk mengagumi pesona yang ditawarkan dari salah satu pulau di Flores, Nusa Tenggar Timur ini. Sebagai salah satu primadona wisata bahari, boleh dibilang keindahan Alor merupakan saingan berat Raja Ampat dan Pulau Komodo. Sebab, bukan hanya di dalam laut, pemandangan pantai dan bentang alamnya juga tak kalah menakjubkan. Selain itu, Alor juga masih menyimpan beragam atraksi wisata lainnya, seperti budaya dan sejarah.

Hasil gambar untuk alam bawa laut alor

Selamat Datang di Surga Diver Sedunia
Alor sendiri terkenal dari mulut ke mulut, khususnya dari para diver yang mengakui betapa cantiknya alam bawah lautPulau Alor. Ada 50 titik penyelaman di Pulau Alor yang tersebar hingga Pulau Pantar. Bahkan, 20 di antaranya termasuk spot penyelaman terbaik dunia. Pula Alor juga sering didatangi oleh para peneliti karena banyak biota langka yang belum teridentifikasi. Bagi yang ingin diving, ada banyak jasa penyelaman yang bisa dipilih. Salah satu jasa penyelaman yang recommended karena cukup berpengalaman adalah Dive Alor Dive. Jasa penyelaman ini memiliki instruktur handal, Donovan Whitford, yang sudah berpengalaman menyelami laut Alor selama 20 tahun.

Hasil gambar untuk alam bawa laut alor

Al Quran Tertua
Saat di darat dan beristirahat selepas menyelam luangkan waktu sehari untuk berkeliling menikmati uniknya kebudayaan Alor. Salah satunya adalah melihat langsung Al-Quran tua di Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut. Al-Quran tertua di Indonesia bahkan di Asia Tenggara ini ditulis pada kulit kayu dengan pewarna alam dan masih utuh kelengkapan ayat dan suratnya meskipun beberapa bagian sudah terkoyak. Al Quran ini masih tersimpan rapi di kediaman Nurdin Gogo yang merupakan generasi ke-15 keturunan Iang Gogo, salah seorang penyebar agama Islam dari Ternate pada masa pemerintahan Sultan Baabullah.


Gambar terkait
Kebudayaan Zaman Batu Yang Masih Terjaga
Di daratan Pulau Alor berdiam beberapa suku tradisional Flores dengan adat-istidat yang tidak banyak berubah sejak zaman batu. Bahkan, salah satunya masih menyimpan tradisi membuat pakaian dari kulit pohon. Adapula perkampungan tradisional diAloryang meliputi 10 hingga 50 rumah. Uniknya, rumah-rumah ini berjajar mengelilingi sebuah tumpukan batu yang disebut misbah, yang tak lain pusat ritual pemujaan, simbol pemersatu sekaligus kekuatan spiritual suku. Semua keunikan budaya Alor tersebut dapat ditemukan di desa wisata Takpala, yang memiliki 12 rumah adat khas.

Membuat Prasasti di Hutan Nostalgia
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan selama di Alor, terlebih setiap penginapan juga memiliki jasa penyewaan kendaraan yang bisa dimanfaatkan untuk berkeliling pulau. Jika ingin menikmati suasana berkendara umum yang berbeda, bisa mencoba kendaraan yang dibuat semenarik mungkin layaknya mobil sport dengan bodykit dan stereo set yang menggelegar.

Hasil gambar untuk alam bawa laut alor

Dengan mobil sewaan maupun transportasi umum tersebut, wisatawan dapat mengunjungi Hutan Nostalgia. Dinamakan demikian, karena wiatawan dapat andil menanam pohon yang diberi nama dan alamat. Harapannya, saat kembali lagi ke Alor, wisatawan dapat melihat kembali sembari bernostalgia. Wisata ini tentu cukup edukatif, karena tak hanya menyuguhkan keindahan alam, namun juga mengajak wisatawan ikut peduli dengan kelestarian alam di Pulau Alor.

Gambar terkait

Bagaimana Pergi ke Sana?
Pulau Alor dapat disambangi dengan transportasi udara dari Kota Kupang menuju Bandara Mali di Kota Kalabahi. Jarak tempuhnya sekitar 1 jam. Sementara maskapai yang bisa dipilih adalah Trans Nusa yang menyediakan penerbangan dari Kupang ke Alor setiap hari. Jika ingin menempuh jalur laut, bisa memanfaatkan kapal feri dengan waktu tempuh sekitar 12 jam, menuju pelabuhan Larantuka. Selanjutnya, melanjutkan perjalanan menggunakan kapal kayu menuju Pelabuhan Kalabahi sekitar 1 jam.


Hasil gambar untuk alam bawa laut alor


Arus pelayaran di Pelabuhan Kalabahi sangat ramai. Sebab, di pelabuhan ini kapal penumpang, kargo, niaga hingga perahu tradisional merapat jadi satu. Semua kapal memiliki jadwal menghubungkan Kalabahi dengan desa-desa diAlormaupun yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Jika ingin tahu tentang beberapa rute perjalanan maupun lainnya, bisa langsung bertanya ke penduduk Alor yang terkenal keramahannya. Itulah yang mengilhami munculnya sebutan Alor yang tak lain akronim dari Alam Lestari dan Orang Ramah.

Setelah membaca dengan saksama ulasan tentang Alor, bisa jadi langsung ada keinginan dalam hati untuk segera menyambanginya. Alor memang indah, tapi akan lebih terasa bila langsung mengujunginya. Karena Alor,#pesonaindonesiakian dikenal dunia. Ingin melihat pesona Indonesia yang lainnya

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar