SPESIES TANAMAN PEMANGSA SERANGGA
Jum'at, 17 Februari 2017
ok nusantara
Bagikan

SPESIES TANAMAN PEMANGSA SERANGGA

10 Spesies Tanaman Pemangsa Serangga



Tumbuhan ialah semua jenis organisme yang biasa kita kenal seperti pepohonan, semak, terna, rerumputan, paku-pakuan, lumut, serta sejumlah alga hijau. Adapun ciri yang mudah dikenali pada tumbuhan yaitu warna hijau yang dominan akibat kandungan pigmen klorofil yang berperan penting dalam proses penangkapan energi melalui fotosintesis. Cara tumbuhan makan yaitu dengan membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Akar menancap ke dalam tanah bertujuan untuk memperoleh air dan mineral penting yang dibutuhkannya, terutama untuk fotosintesis, selain itu untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan penting lainnya di dalam tubuhnya. Meski demikian, namun ada beberapa jenis tumbuhan yang malah mengkonsumsi serangga sebagai makanan utama mereka. Seperti sepuluh spesies tanaman pemangsa serangga berikut ini.

1. Nepenthes
Nepenthes rajah 6
By NepGrower at en.wikipedia [Public domain], from Wikimedia Commons
Nepenthes merupakan tumbuhan tropis dengan bentuk mirip kendi yang juga sering dijuluki dengan "kantong semar". Ada 130 spesies yang tersebar luas, dan dapat ditemukan di China, Malaysia, Indonesia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia dan India. Sebagian besar spesies Nepenthes adalah tanaman merambat yang dapat mencapai tinggi 10 sampai 15 meter, dengan sistem akar dangkal. Dari batang anda akan melihat daun seperti payung, dengan sulur yang menonjol dari ujung daun. Pada akhir sulur itu, terdapat bentuk seperti sebuah bola kecil, yang kemudian mengembang dan membentuk cangkir. Perangkap ini berisi cairan, yang dihasilkan oleh tanaman, yang digunakan untuk menenggelamkan dan mencerna serangga. Bagian bawah cangkir tanaman ini mengandung kelenjar yang menyerap dan mendistribusikan nutrisi. Sebagian besar tanaman ini cenderung untuk menjebak serangga saja, tetapi beberapa spesies yang lebih besar, seperti Nepenthes rafflesiana dan Nepenthes rajah, dapat menangkap mamalia kecil seperti tikus.

2. Dionaea muscipula
Dionaea--june-17-07
By Kimmo Palosaari [Public domain], via Wikimedia Commons
Dionaea muscipula, atau yang lebih dikenal sebagai penangkap lalat Venus, mungkin adalah tanaman karnivora yang paling terkenal dengan makanan utama berupa serangga dan araknida. Penangkap lalat Venus merupakan jenis tanaman kecil yang memiliki 4-7 daun yang tumbuh dari batang bawah tanah yang pendek. Helai daun dibagi menjadi dua wilayah yaitu wilayah datar, panjang, berbentuk hati, dan mampu berfotosintesis, dan juga sepasang lobus terminal, berengsel di pelepah, membentuk perangkap yang sebenarnya adalah daun sejati. Permukaan bagian dalam lobus ini berisi pigmen merah dan tepiannya mengeluarkan lendir. Lobus ini dapat bergerak dengan sangat cepat untuk menutup ketika ada serangga. Tanaman ini sangat maju sehingga bisa membedakan antara stimulus hidup dan stimulus tidak hidup. Lobus menutup dalam waktu hanya 0,1 detik. Mereka dibatasi oleh tonjolan atau silia kaku seperti duri, yang saling bertautan dan mencegah mangsa berukuran besar melarikan diri. Setelah mangsanya tidak dapat melarikan diri, menyebabkan permukaan dalam lobus terus-menerus mengecil, sehingga tepi lobus akan tampak menyatu, menyegel perangkap dan menciptakan "perut" tertutup di mana pencernaan dan penyerapan dapat terjadi.

3. Drosera
Drosera trinervia
By Andrew massyn (Karya sendiri) [Public domain], via Wikimedia Commons
Drosera adalah salah satu marga terbesar dari tanaman karnivora, dengan sedikitnya 194 spesies. Drosera dapat ditemukan tersebar luas di setiap benua kecuali Antartika. Tinggi tumbuhan ini mulai dari 1 sentimeter sampai 1 meter dan dapat hidup hingga 50 tahun. Ciri-cirinya yaitu drosera memiliki kelenjar tentakel yang dapat bergerak, ditutupi dengan cairan lengket yang manis. Ketika serangga mendarat pada tentakel lengket tersebut, maka tanaman ini dapat menggerakkan lebih banyak tentakel ke arah serangga untuk menjebaknya. Setelah terperangkap, kelenjar sessile kecil akan mencerna serangga dan menyerap nutrisi yang kemudian dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan.

4. Pinguicula
Pinguicula alpina - Slovenia
By Filip Dominec (Filip Dominec) [Public domain], via Wikimedia Commons
Pinguicula adalah kelompok tanaman karnivora yang menggunakan kelenjar daun yang lengket untuk menjebak dan mencerna serangga. Ada 80 spesies yang dapat ditemukan di seluruh Amerika Utara dan Selatan, Eropa dan Asia. Daun Pinguicula sangat berair dan biasanya berwarna hijau cerah atau merah muda. Ada dua jenis sel khusus yang dapat ditemukan di sisi atas daun Pinguicula. Salah satunya dikenal sebagai kelenjar penduncular yang terletak di atas sel batang tunggal. Sel-sel ini menghasilkan mucilaginous yang membentuk tetesan di permukaan daun, dan bertindak sebagai "lem" untuk menjebak lalat. Sel lainnya yang disebut kelenjar sessile terdapat pada permukaan daun dan memproduksi enzim seperti amilase, protease dan esterase, yang membantu dalam proses mencerna. Terdapat beberapa spesies Pinguicula yang berdaun karnivora sepanjang tahun, selain itu, banyak juga jenis Pinguicula yang tidak memiliki daun karnivora pada musim dingin. Namun, ketika musim panas tiba, daun karnivora akan tumbuh.

5. Sarracenia
Kew.gardens.pitcher.plant.sarracenia.arp
By Arpingstone (Karya sendiri) [Public domain], via Wikimedia Commons
Sarracenia adalah Genus tanaman karnivora yang berasal dari daerah pesisir timur Amerika, Great Lakes dan tenggara Kanada. Daun tanaman telah berevolusi menjadi berbentuk corong, dengan struktur seperti tudung yang tumbuh di atas "mulut" tanaman ini untuk mencegah air hujan mengencerkan cairan pencernaannya. Serangga tertarik dengan warna, bau dan nektar di mulut tanaman ini. Daunnya yang licin dan daya tarik nektarnya menyebabkan serangga terjatuh di dalam yang kemudian mereka akan mati dan dicerna oleh enzim protease dan enzim pencernaan lainnya.

6. Aldrovanda Vesiculosa
10 Spesies Tanaman Pemangsa Serangga
Ilustrasi Aldrovanda Vesiculosa
Aldrovanda vesiculosa, juga dikenal sebagai tanaman kincir air, adalah tanaman air tanpa akar. Tanaman ini biasanya memakan vertebrata air kecil, menggunakan mekanisme yang disebut perangkap kancing. Jenis tanaman ini sebagian besar terdiri dari batang mengambang yang panjangnya mencapai 6-11 cm. Perangkap melekat pada petioles, yang berisi udara, dan membantu tanaman ini mengapung di air. Mereka dapat tumbuh dengan sangat cepat dan bisa mencapai 4-9 mm per hari, dalam beberapa kasus bahkan menghasilkan ulir baru setiap hari. Ketika tanaman tumbuh ke satu ujung, ujung lainnya akan mati. Perangkap pada dasarnya terdiri dari dua lobus yang melipat untuk membuat perangkap kancing. Bukaan ke arah luar dari titik perangkap, dan ditutupi oleh lapisan rambut pemicu yang halus, yang menyebabkan perangkap dapat menutup setiap mangsa datang. Perangkap tertutup hanya dalam 10 milidetik, sehingga tanaman ini menjadi salah satu tanaman dengan gerakan paling cepat.

7. Utricularia
Utricularia aurea Darwiniana
By Michal Rubeš (http://www.darwiniana.cz/vamr/?page=obrazek&id=740) [CC-BY-3.0-cz], via Wikimedia Commons
Utricularia adalah genus tanaman karnivora yang terdiri dari 220 spesies. Mereka biasa dijumpai di air tawar dan tanah lembab sebagai spesies darat atau air, dan dapat ditemukan di setiap benua kecuali Antartika. Tumbuhan jenis ini adalah satu-satunya tumbuhan karnivora yang menggunakan "kantong perangkap". Sebagian besar spesies ini memiliki perangkap yang sangat kecil, di mana mereka hanya dapat menangkap mangsa yang berukuran mikro, seperti protozoa. Perangkap dapat berukuran dari 0.2mm sampai 1.2cm yang dapat menjebak mangsa yang lebih besar seperti kutu air dan bahkan berudu kecil. Perangkap memiliki rambut-rambut pemicu kecil yang menempel pada pintu jebakan. Kantong perangkap, ketika dipasang, berada di bawah tekanan negatif dengan sekitarnya. Ketika rambut pemicu jatuh, pintu perangkap akan terbuka, menghisap serangga dan air di sekitarnya, dan kemudian akan menutup pintu kembali, semua terjadi hanya dalam hitungan sepersekian detik.

8. Byblis liniflora

img-1487308907.jpg


Byblis, atau tanaman pelangi, adalah genus kecil tanaman karnivora asli Australia. Nama tanaman pelangi berasal dari penampilan menarik musilago mereka yang ditutupi daun jika dilihat di bawah sinar matahari. Daun tanaman ini memiliki penampang bulat, dan mereka cenderung memanjang dan meruncing di ujungnya. Permukaan daun benar-benar tertutup rambut kelenjar yang melepaskan zat mucilaginous yang lengket, yang pada gilirannya memerangkap serangga kecil pada daun menggunakan tentakelnya.

9. Darlingtonia Californica
img-1487308947.jpg


Darlingtonia californica, yang biasa juga disebut dengan Lilly Cobra, adalah satu-satunya anggota genus darlingtonia, dan merupakan tanaman asli California Utara dan Oregon. Mereka tumbuh di rawa dan sangat jarang dijumpai. Daun dari Lily Cobra berbentuk bulat dan membentuk rongga, dengan bukaan yang terletak di bawah struktur seperti balon dan dua daun runcing yang tergantung di ujung seperti taring. Tidak seperti tanaman karnivora lainnya, Lilly Cobra menggunakan "perangkap lobster". Setelah masuk, serangga akan kebingungan dengan bintik cahaya besar yang bersinar melalui tanaman. Ketika mereka mendarat, ada ribuan rambut halus yang menuju organ pencernaan, mereka tidak akan bisa berbalik atau bergerak mundur untuk melarikan diri.

10. Genlisea
Genlisea aurea flower Darwiniana
By Michal Rubeš [CC-BY-3.0-cz], via Wikimedia Commons
Genlisea, lebih dikenal sebagai tanaman pembuka botol, terdiri dari 21 spesies dan umumnya tumbuh di lingkungan basah dan semi perairan, dan tersebar di seluruh Afrika, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Genlisea merupakan jenis tumbuhan kecil dengan bunga berwarna kuning yang menggunakan perangkap lobster (perangkap yang mudah untuk masuk tetapi tidak mungkin untuk keluar, dengan menggunakan rambut halus). Spesies tanaman ini memiliki dua jenis daun yang berbeda, daun fotosintesis di atas tanah, dan daun bawah tanah khusus untuk menarik, menjebak dan mencerna organisme mikro, seperti protozoa. Daun bawah tanah ini juga melakukan tugas sebagai akar, seperti menyerap air karena tanaman ini tidak memiliki akar. Daun bawah tanah ini membentuk sebuah tabung berongga di bawah tanah, tabung ini memiliki bentuk seperti pembuka botol, dan dengan bantuan aliran air yang konstan, mikroba kecil dapat masuk ke dalam tabung, tetapi tidak dapat keluar lagi. Ketika mereka mencapai bagian tertentu dari tabung, mereka akan dicerna dan diserap.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar