Struktur Batu Mirip Candi Ditemukan Warga di Lereng Anjasmoro
Rabu, 30 Agustus 2017
ok nusantara
Bagikan

Struktur Batu Mirip Candi Ditemukan Warga di Lereng Anjasmoro

Struktur dari batu yang menyerupai bangunan candi, ditemukan warga di lereng Pegunungan Anjasmoro, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Warga menduga bangunan tersebut merupakan situs purbakala peninggalan Kerajaan Kahuripan yang dipimpin Raja Airlangga.

Bangunan tersebut terletak cukup jauh dari pemukiman penduduk Dusun Begagan, Desa Begaganlimo. Untuk mencapai lokasi, hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 500 meter melintasi jalan setapak dan hutan. Bangunan ini terletak sekitar 100 meter pada sisi utara situs Watu Bancik yang sudah ditetapkan sebagai situs purbakala peninggalan Kerajaan Kahuripan.

Foto: Enggran Eko Budianto

Bangunan yang masih misterius ini diperkirakan berukuran sangat besar. Warga menyebutnya sebagai situs Watu Piring karena bentuknya yang mirip tumpukan piring. Pada bagian tengah situs dibelah oleh sungai kecil yang mengalir dari Gunung Anjasmoro ke pemukiman penduduk.

Pada sisi utara sungai ini, terdapat lempengan batu besar masing-masing sepanjang 30 meter dengan ketinggian sekitar 4 meter. Lempengan batu ini membentang sepanjang sekitar 100 meter. Sementara pada ujung timurnya, terdapat tumpukan lempengan batu yang tersusun rapi menyerupai candi. Ketebalan batu penyusunnya 2-5 cm.

Foto: Enggran Eko Budianto

Sementara pada sisi barat, tepatnya di bukit yang dinamai warga Bukit Asmoro, bangunan serupa juga ditemukan dalam bentuk yang lebih besar. Tersusun dari lempengan batu seukuran bata merah, bangunan tersebut menyerupai candi lengkap dengan undakan seperti tangga. Bahkan, di tengah aliran sungai juga ditemukan struktur mirip candi dari bebatuan serupa. Ketinggian struktur di sungai itu sekitar 1 meter.

"Situs Watu Piring ini kami temukan setelah banjir bandang beberapa waktu yang lalu. Bangunan ini awalnya tertutup tanah dan semak di bukit, kemudian nampak setelah tersapu banjir bandang," kata tokoh masyarakat Dusun Begagan, Sauji (47) kepada wartawan, Sabtu (8/4/2017).

Foto: Enggran Eko Budianto

Sauji menjelaskan, warga setempat meyakini situs Watu Piring sebagai peninggalan bersejarah dari Kerajaan Kahuripan yang dipimpin Raja Airlangga. Warga mengaitkan situs ini dengan keberadaan situs Watu Bancik yang lebih dulu ditemukan sekitar 100 meter pada sisi selatan. Watu Bancik sendiri merupakan situs purbakala dari batu, peninggalan Kerajaan Kahuripan

"Memang masih menjadi teka-teki, dugaan warga mengarah pada situs purbakala karena batunya nampak tertata. Kalau peninggalan Majapahit identik dengan bata merah, diperkirakan situs ini peninggalan Raja Airlangga yang kebanyakan situsnya dari batu," terangnya.

Foto: Enggran Eko Budianto

Raja Airlangga memerintah Kerajaan Kahuripan tahun 1009-1042 masehi dengan gelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa. Kerajaan ini berpusat di Kahuripan, Kabupaten Sidoarjo. Wilayah kekuasaannya membentang dari Pasuruan hingga Madiun. Pantai utara Jawa, terutama Surabaya dan Tuban, menjadi pusat perdagangan yang penting pada masa kerajaan ini. 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar