TEMPAT-TEMPAT YANG BERSEJARAH DI PULAU SABANG
Selasa, 04 Juli 2017
ok nusantara
Bagikan

TEMPAT-TEMPAT YANG BERSEJARAH DI PULAU SABANG

Hasil gambar untuk tembok pertahanan jepang di sabang
Sabang sangat terkenal dengan wisata baharinya. Semua orang pasti tahu tentang keindahan laut Pulau Sabang. Namun, apakah semua orang juga tahu bahwa pulau itu menyimpan sejuta sejarah? Benteng, meriam, bangunan tua, menjadi saksi bisu sejarah yang telah terukir di masa silam. Tanpa kata mereka bercerita tentang cerita masa lampau. Kita hanya tinggal memilih ingin mendengar atau tidak.
Kota Sabang tampak bagai kota tua karena masih banyak dijumpai bangunan-bangunan tua yang didirikan pada masa penjajahan Belanda, yang sengaja tidak dimusnahkan agar menjadi bukti sejarah. Menyusuri Pulau Sabang seperti menyusuri perjalanan kembali ke masa lalu. Jadi, ketika singgah di Pulau Sabang, selain menikmati keindahan lautnya, tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru untuk melakukan perjalanan menguak sejarah yang terpendam.
Ada begitu banyak bukti sejarah yang masih tertinggal di kota tua ini. Tempat-tempat ini bisa dikunjungi jika ingin melakukan perjalanan wisata sejarah dan membantu kita mengenal sejarah.
Makam Eropa
Makam yang dinamakan Makam Eropa ini merupakan tempat disemanyamkannya warga sipil dan militer Eropa berkebangsaan Denmark, Yunani, Perancis, Jerman, dan terutama Belanda sejak tahun 1800-an. Makam ini terletak di Kota Atas. Ketika melihat makam ini kita akan langsung menyadari bahwa usianya sudah cukup renta karena kesan kunonya yang kentara.
ImageBenteng Pertahanan Pantai Jepang
Benteng Pertahanan Pantai Jepang 1942 terletak di kawasan Sabang Fair. Di kawasan ini dapat dijumpai beberapa benteng peninggalan Jepang.
ImageImage
Meriam
Tak jauh dari Benteng Pertahanan Pantai Jepang yang terletak di kawasan Sabang Fair,  ada pula tujuh meriam yang diatur berjejer. Meriam ini merupakan peninggalan Portugis, yang pada mulanya tersebar di beberapa tempat di Pulau Sabang diantaranya di situs battery ‘A’ Aneuk Laot 4 pucuk dan di situs battery ‘C’ Cot Ba’U 3 pucuk, pada bulan November 2003 oleh Letnan Dua Marinir M. Waluyo dipindahkan ke lokasi Sabang Fair untuk memudahkan melihatnya dan menghindari kerusakan serta hilang oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
ImageRumah Controleur
Sepintas rumah ini tampak biasa saja, tapi ketika melihat tulisan di depannya barulah kita sadari bahwa rumah ini menyimpan sejarah yang berharga. Di gedung inilah berlangsungnya proses serah terima Pulau Weh-Sabang dari tangan Belanda kepada Indonesia pada tahun 1950.
Image
Taman Raja
Taman yang dibangun oleh pihak Belanda pada tahun 1896 ini terletak di kawasan kota. Awalnya taman ini bernama taman raja-raja, diberi nama demikian untuk menghormati ratu Wihelmina di negeri Belanda yang disimbolkan dengan dibuatnya sebuah kursi ratu di taman ini. Tahun 1970 taman ini dipugar dan diganti namanya menjadi Taman Gembira, yang kemudian berganti nama lagi menjadi Taman Ria.
Image
Sekolah Kuno
Europees He Lagere School adalah sebuah sekolah tua yang dibangun oleh pihak Belanda pada tahun 1909. Sekolah dasar ini diperuntukkan bagi putra-putri Belanda serta anak-anak dari hulubalang yang ada di Sabang.
Image
Perumahan Sabang Maskapai
Woon Complex Sabang Maatschappij adalah Perumahan Sabang Maskapai yang dibangun pada tahun 1909. Letaknya berdekatan dengan Europees He Lagere School.
Image
Japanese Coastal Fortress (Benteng Pertahanan Pantai Jepang)
Benteng yang terletak di Tapak Gajah ini sedang dipugar, tampak para pekerja sedang menyulap benteng menjadi lebih indah dilihat. Pantai di pinggir benteng ini cukup indah. Dihiasi oleh  batu karang yang tidak terlalu besar ukuran tapi jumlahnya cukup banyak, yang bagian tengahnya melengkung sehingga terisi pasir putih, serpihan terumbu karang, kerang-kerang yang dibawa arus laut, dan digenangi air laut, sehingga tampaklah seperti kolam yang eksotik. Jadi, di sini kita juga bisa melihat benteng sambil menikmati keindahan pantainya.
Image
Gedung NV Zeehaven En Kolenstation Sabang
Gedung NV Zeehaven En Kolenstation Sabang dibangun pada tahun 1899, kantor yang dulunya mengurusi urusan yang berkaitan dengan pelabuhan Sabang ini sekarang telah dijadikan Bank Mandiri.
ImageBenteng Anoi Itam
Benteng ini terletak di atas bukit dan diantara pohon-pohon, harus menaiki tangga sebanyak tiga puluh anak tangga terlebih dahulu untuk sampai ke atas sana, lalu menyusuri jalan kecil di antara batu karang, dan di ujung jalan itulah benteng peninggalan Jepang itu berada. Jika kita melayangkan pandangan ke depan, kita akan disuguhkan oleh pemandangan yang memukau. Padang rumput yang hijau luas terbentang, laut biru seakan menyatu dengan birunya langit, karang-karang menjulang tinggi. Keindahan yang sempurna. Benteng ini banyak diminati turis asal Jepang untuk mengenang leluhur mereka yang gugur di medang perang, mengunjungi tempat ini mereka sebut sebagai wisata ziarah.
Image
Rumah Sakit Jiwa
Di depan rumah sakit jiwa ini ada tembok bertuliskan “Krankzinnigen Gesticht 1924 (Rumah Sakit Jiwa 1924)”. Kompleks rumah sakit jiwa yang dibangun pada tahun 1924 dengan kapasitas 1200 pasien ini memiliki luas area sekitar 20 Ha, dengan rancangan arsitektur Pieter M. Van Der Veen. Pada masa pendudukan Jepang, rumah sakit ini menjadi barak militer tentara Jepang. Sekarang, rumah sakit ini telah diubah menjadi Rumah Sakit TNI.
Image
Asrama Haji Yang Pertama
Di Pulau Rubiah, kita akan menemukan tembok bertuliskan “Karantina Haji Pulau Rubiah Sabang”. Pada era 60-an pulau ini memiliki nilai yang sangat penting untuk masayarakat Islam di Aceh yang akan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Di pulau inilah dibagun asrama haji pertama. Selain asrama haji, dahulu juga terdapat pelabuhan khusus untuk kapal-kapal yang berangkat membawa jamaah haji. Kapal-kapal yang mengangkut calon jamaah melalui Selat Malaka transit terlebih dahulu di sini. Inilah mengapa Aceh disebut Serambi Mekah.
Image
Selain tempat-tempat yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi peninggalan sejarah di kota yang diberi gelar kota seribu benteng ini. Melihatnya langsung akan memberi kesan yang berbeda dengan hanya sekedar membaca. Jadi, lihatlah sendiri bagaimana bukti sejarah itu ada untuk mengisahkan cerita masa lalu kepada anak cucu.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar