Tips Dan Pertimbangkan Mengajak Partner Bisnis
Selasa, 05 September 2017
ok nusantara
Bagikan

Tips Dan Pertimbangkan Mengajak Partner Bisnis

rekan-bisnis-1.jpg

Selalu ada masalah saat Anda berniat untuk mendirikan sebuah usaha baru yaitu kebingungan untuk mengajak orang dekat anda atau pihak lain yang berpotensi untuk menjadi rekan pendiri atau cofounder Anda. Jangan cemas bro, banyak lho calon entrepreneur yang menghadapi dilema yang sama. Dan tentunya kamu perlu mempertimbangkan masak-masak untung rugi memiliki seseorang atau beberapa rekan pendiri. Nah, Berikut merupakan sejumlah poin yang patut menjadi pertimbangan sebelum mengajak orang lain menjadi cofounder.

Bagaimana track recordnya?

Pernahkah Anda membaca pernyataan sangkalan perdagangan? Misalnya saja, sebagian besar produk investasi keuangan dipasarkan dengan peringatan bahwa “kinerja masa lalu tak selalu menunjukkan hasil di masa datang.” Meskipun kadang kenyataan ini memang ada, penilaian dana dan manajer dana dari media keuangan sering tak didasarkan pada kualifikasi tetapi lebih ke kinerjanya dalam riwayat terkini.

Bagaimanakah kinerja calon rekan pendiri Anda itu?

Cermatilah secara mendetil. Memang sih tak ada yang dapat menjamin apa yang akan terjadi di masa depan tetapi Anda dapat menggunakannya sebagai salah satu panduan untuk mengetahui pola pikirnya, etika kerjanya, tingkat komitmennya, keberhasilan di masa lalunya dan demikian juga atas kegagalannya.

Apakah rekan pendiri Anda tergabung di dalam tim atau organisasi tertentu? Apakah dia familiar dengan cara-cara bekerja dalam tim dan secara bersamaan mampu untuk memberikan kontribusi positif?

Nah, Bagaimana mitra bisnis Anda memandang tantangan dan prestasi yang harus dihadapi bisnis baru nantinya? Menanyakan jenis-jenis pertanyaan seperti ini akan membantu Anda menilai seberapa cocokkah seseorang dalam kriteria rekan pendiri yang ideal. Cermati latar belakangnya sehingga Anda dapat mengetahui kelebihan dan mengantisipasi kekurangannya.

Apa yang memotivasi calon partner Anda?

Apakah calon rekan pendiri yang bekerja termotivasi  untuk meluncurkan startup dengn alasan uang, gaya hidup mewah, ketenaran,  pujian, waktu,dan pengakuan dari orang lain? Mengapa calon rekan pendiri Anda sebenarnya menginginkan memulai sebuah bisnis?

Pahami motivasinya, alasan mengapa mereka memutuskan untuk berwirausaha untuk membantu Anda memutuskan apakah mereka calon yang sudah tepat. Misalnya saja jika calon rekan pendiri Anda ingin mencari exit strategy yang lebih cepat dan Anda memulai sebuah bisnis yang bertujuan jangka panjang, Anda berdua akan mempunyai perbedaan dalam sudut pandang dan tujuannya. Nah, Ketidakserasian dalam hal visi perusahaan akan menumbuhkan benih-benih perpecahan dalam jangka panjang. Ketahui apa yang ia inginkan dan komunikasikan tujuan Anda pula. Jika memang ada perbedaan, tempuh jalan tengah. Jika tak ada kompromi yang dapat dicapai, jangan memaksakan untuk bekerjasama.

Apakah calon partner Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk mengeksekusi ide bisnis?

Perlu anda ketahui, Terdapat demikian banyak pekerja professional berbakat dengan pengetahuan dan ketrampilan yang spesifik, tetapi pertanyaan utamaya ialah: “dapatkah calon rekan pendiri Anda mengeksekusi berdasarkan pengetahuan yang mereka punyai?” terdapat perbedaan besar lho antara mengetahui apa yang harus dilakukan dan benar-benar untuk melakukannya.

Mengembangkan dan berbagi kesepakatan operasional yang secara jelas menggarisbawahi peran dan akuntabilitas/ tanggung jawab akan membantu Anda mengendalikan jikalau rekan pendiri benar-benar dapat bekerja dengan baik. Eksekusi taktik atau kurangnya eksekusi taktik dapat menentukan hidup mati sebuah bisnis, jadi kemukakan apa yang menjadi harapan Anda hingg asedetil mungkin. Ini dapat menjadi ujian pertama dan dapat menjadikannya peluang bagi rekan pendiri untuk mencoba bekerjasama dengan Anda selama beberapa waktu.

Bagaimana gaya hidup calon partner?

Hmm….Apa yang terpenting bagi calon rekan pendiri Anda? Mungkin saja ini terdengar tak relevan ya namun pada kenyataannya adalah bahwa pemahaman prioritas seseorang akan menolong Anda menghindari banyak masalah saat sudah berjalannya roda bisnis.

Mendapatkan ide yang cemerlang dari berbagai jenis komitmen, orang dan hal yang konstan dalam kehidupan calon rekan pendiri Anda adalah puncaknya. Bisnis baru Anda akan menghadapi berbagai tantangan berat saat tahap awal. Maka dari itu, orang dengan kepribadian tak berkomitmen, tak dapat dipercaya, dan tak banyak mempunyai strategi yang berguna akan menjadi beban saja lho bagi perkembangan bisnis Anda.

Dapatkah calon partner itu terus setia di bidangnya?

Kita semua mempunyai kelebihan di bidang tertentu. Nah, Apakah calon rekan pendiri Anda itu menyadari kelebihannya dan bagaimanakah kelak kelebihan itu akan diaplikasikan untuk memajukan bisnis baru?

Alasan Anda untuk mengajaknya masuk adalah untuk memperkecil lubang kelemahan dan menggandakan upaya untuk memajukan usaha. Bila calon rekan pendiri Anda belum menyadari kelebihan itu, cara bagaimana ia menambahkan manfaat pada bisnis Anda berdua nantinya dan bersikeras untuk bekerja di luar aspek yang menjadi kelebihannya, Anda dapat pastikan perpecahan akan terjadi cepat ataukah lambat.

Putuskan jauh-jauh hari kontribusi apa yang dapat ia berikan setiap pendiri dan yang terpenting, bagaimana setiap pendiri dapat menciptakan nilai dan secara bersamaan menyerasikan diri dengan manfaat tersebut.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar