Tips Praktis Memakai Dan Membayar Tol Dengan Kartu Tol
Senin, 09 Oktober 2017
ok nusantara
Bagikan

Tips Praktis Memakai Dan Membayar Tol Dengan Kartu Tol

Pembelian Kartu Tol

kartu tol

Untuk kartu tol, saat ini tersedia dua kartu tol yang dikeluarkan dua bank utama swasta dan pemerintah. Jika belum membeli kartu perdananya, pastikan kamu membeli jenis kartu dari bank yang rekeningnya paling sering digunakan. Mengapa? Kartu tol adalah sebuah kartu berisi chip yag bisa diisi ulang. Pengisian kartu tol diambil dari dana rekening tabungan pribadi atau diisi secara tunai di gerbang tol tertentu yang menerima isi ulang. Kartu tol juga bisa diisi ulang di minimarket yang menyediakan jasa ini dengan biaya tambahan. Pastikan kamu membeli kartu tol dari tabungan rekening bank yang paling sering digunakan. Ini semata-mata demi kemudahan pengisian ulang nantinya.

Menjaga Kecukupan Saldo Kartu kartu tol

Kartu tol adalah kartu isi ulang yang memiliki saldo tertentu yang berkuranng setelah digunakan untuk membayar. Pastikan bahwa kartu tol tetap memiliki saldo yang cukup. Buatlah kebiasaan untuk mengisi ulang kartu tol setelah saldo mencapai angka minimal tertentu. Aturan yang bisa dipakai yang bisa dipakai adalah senilai minimal jalur terjauh biaya tol untuk jalur tol yang biasa digunakan sehari-hari. Jadi misalnya jika tinggal di Cibubur dan berkantor di Sudirman yang untuk perjalanan pulang ke Cibubur memerlukan biaya Rp20.000, pastikan saldomu diisi ulang setelah angka mencapai minimal Rp20.000. Ini adalah untuk menghindari kamu tidak kehabisan saldo saat akan keluar dari gerbang tol yang pastinya akan merepotkan.

 

Membatasi Jumlah Saldo Maksimal Kartu Tol

kartu tol

Kartu tol adalah bukan kartu ATM yang memiliki PIN saat digunakan. Jika kartu jatuh ke tangan orang lain yang tidak  dikenal atau hilang, mereka dan orang yang menemukan kartu dapat dengan mudah menggunakan kartu itu untuk keperluan sendiri. Pastikan saldo kartu diisi maksimum dengan rata-rata pengeluaran tol mingguanmu. Jadi, misalnya jika kamu rata-rata perhari selama ini mengeluarkan biaya tol Rp 50.000 sehari, maka batasi saldo maksimum hingga seminggu. Untuk contoh ini kamu harus mengisi hingga maksimal  Rp350.000. Ini adalah untuk menghindari jika kartu hilang. Saat hilang, nilainya tidak begitu besar sehingga kerugianpun juga bisa minimal.

Mengamankan Kartu Agar Tidak Hilang

kartu tol

Ukuran kartu yang relatif kecil terkadang membuat kita meremehkannya. Simpanlah kartu tol di kendaraan pada tempat yang mudah dijangkau saat membayar. Menyimpan kartu di dompet memang akan membuat kartu aman saat tidak digunakan tapi akan sangat repot saat akan membayar. Jika kamu seorang yang pelupa, gunakan wadah kartu (tag kartu) seperti pada gambar. Kartu tol akan mudah terlihat dan dibawa-bawa. Simpan kartu di tempat yang aman. Misalnya, gantungkan di lampu spion di dalam mobil atau di kompartemen dasbor.

Membayar dengan Kartu Tol

kartu tol

Siapkan atau keluarkan kartu dari dompet saat kamu akan mulai mengemudi. Baiknya sebelum menstarter mobil. Simpan kartu tol di kompartemen dasbor yang mudah dijangkau atau gantung di kaca spion di dalam mobil. Bersiaplah saat akan masuk ke pintu tol dan demi keamanan pastikan jarak dengan mobil depan tidak terlalu dekat. Pastikan juga jarak mobilmu cukup dekat dengan mesin pembaca kartu tol.

Jadikan kaca spion mobil kanan sebagai patokan jarak terluar untuk mengukur jarak. Jarak terbaik adalah sekitar 20-30 cm dari tepi spion sampingmu ke mesin pembaca kartu tol. Patokan lainnya adalah pembaca terjangkau saat tangan dijulurkan seluruhnya tanpa harus mengulurkan badan atau membuka pintu mobil dan turun dari mobil.

Berhentikan mobil tepat di sebelah kanan mesin. Posisikan tangan tegak lurus dengan permukaan mesin pembaca kartu tol. Jika tanganmu tidak tegak lurus, ini berarti kamu terlalu terlalu jauh melewati atau terlalu awal berhenti dari mesin pembaca kartu tol. Jika tangan dapat menjulur tegak lurus dan tepat mengenai permukaan pembaca kartu tol, berarti posisimu  sudah tepat.

Bagi kamu yang biasanya mengemudi dengan aman dan menjaga jarak agak jauh dengan mesin pembaca tol saat akan membayar, kini di pasaran tersedia beberapa alat khusus untuk kemudahan pembayaran ini. Alat ini disebut tongtol singkatan dari tongkat tol. Tongtol ini memudahkanmu saat menjulurkan tangan untuk menempelkan kartu ke alat pembayaran. Gunakan alat-alat ini demi kemudahan.

Menjaga Kebersihan Gerbang Tol

kartu tol

Setelah membayar, mesin pembaca kartu tol akan mengeluarkan kuitansi. Banyak kebiasaan buruk dari pemakai jalan tol yang seringkali membiarkan kuitansi ini. Akibatnya, kertas terbuang sia-sia dan menjadi sampah yang tampak tidak enak dipandang mata. Pastikan kamu mengambil kuitansi pembayaran untuk biaya tol yang dipakai. Ini dilakukan agar tidak mengotori gerbang tol. Memang akan ada orang yang membersihkan. Akan tetapi tindakanmu akan membantu menciptakan sebuah kebiasaan buruk yang akan mengotori pintu tol. Pintu tol akan bersih dengan sampah kuitansi jika semua pembayar jalan tol mengambil kuitansinya.

Kembali Fokus ke Jalan Raya

kartu tol

Setelah membayar, ambillah kuitansi pembayaran tol, dan pastikan bahwa palang pintu tol di depan  telah terbuka. Segera tinggalkan pintu tol karena palang akan terbuka hanya beberapa detik saja. Pastikan kamu tidak berada di sisi yang salah saat palang menutup kembali. Simpan kartu tol di tempat yang aman dan mudah dijangkau. Fokuskan kembali pandanganmu ke jalan. Lihat spion kiri kanan untuk melihat kendaraan dari sisi kiri dan kanan. Banyak pengguna jalan lain juga baru selesai membayar tol dan hindari tabrakan yang tidak perlu. Banyak kejadian kecelakaan terjadi saat kendaraan keluar dari pintu tol karena pengemudi tidak segera memfokuskan pandangannya kembali ke jalan.

Semoga tips ini membantu dan menghemat waktumu. Tindakan yang dilalukan meski hanya berarti beberapa detik, namun artinya sangat besar. Penghematan waktu yang diperoleh karena puluhan ribu mobil yang melewati jalan tol setiap harinya akan sangat besar. Tips terakhir yang terpenting adalah: “Tetap Mengemudi dengan aman di Jalan Raya”.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar