Tradisi Sumatra Unik yang Masih Beratahan Sampai Sekarang
Jum'at, 14 September 2018
ok nusantara
Bagikan

Tradisi Sumatra Unik yang Masih Beratahan Sampai Sekarang

5 Tradisi Sumatra Unik yang Masih Beratahan Sampai Sekarang

1. Tradisi Mangongkal Holi – Sumatera Utara

Tradisi Sumatra Unik

Mangongkal Holi adalah salah satu tradisi Batak yang masih dilestarikan oleh sebagian etnis Batak sampai saat ini.

“Mangongkal” dalam bahasa Indonesia artinya menggali, sedangkan “Holi” artinya tulang, sehingga mangongkal holi adalah menggali tulang – dalam hal ini menggali kuburan manusia untuk memindahkan tulang orang yang sudah lama meninggal dunia ke kuburan baru.

Menurut kepercayaan, orang yang telah meninggal dunia, maka bukanlah “tiada” melainkan mereka menuju ke proses yang sempurna di alam keabadian dan berkumpul dengan arwah satu keluarga. Sehingga dengan adanya kepercayaan yang telah turun temurun, maka etnis Batak pun melakukan prosesi upacara Mangongkal Holi. Seringkali, Mangongkal Holi, bukan hanya sekeda memindahkan ke kuburan yang baru, tetapi membuat “Tugu Marga”.

2. Tradisi Upacara Belian

tradisi di sumatra

Upacara Belian ini adalah upacara untuk tolak bala, yang pada umumnya ditujukan untuk 4 hal, yaitu mengobati orang sakit, membantu orang hamil yang ditengarai sulit melahirkan, mengobati kemantan dan menolak wabah penyakit.

Suku yang masih melaksanakan upacara adat ini adalah suku Petalangan, yang merupakan suku terbesar di Riau. Upacara adat ini biasanya digelar malam hari, di rumah orang yang sakit, atau di rumah adat yang besar sehingga banyak warga suku yang hadir.

3. Tradisi Nganggung – Bangka Belitung

Tradisi Sumatra Unik

Adat Nganggung, adalah tradisi masyarakat Kabupaten Bangka. Yaitu setiap keluarga membawa 1 dulang dengan isi berbagai penganan yang tertutup tudung saji. Karena setiap keluarga membawa dulang, maka adat Nganggung juga disebut dengan adat Sepintu Sedulang. Nama Sepintu Sedulang kemudian menjadi nama lain dari kabupaten Bangka, yakni bumi Sepintu Sedulang.

Sepintu Sedulang digelar pada saat perayaan hari – hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Miraj, menyambut tamu penting, maupun jika ada warga kampung yang meninggal dunia. Warga masyrakat akan membawa dulang berisi penganan ke masjid untuk memperingati meninggalnya keluarga mereka pada saat 3 hari, 7 hari, 25 hari, 40 hari, dan 100 hari. Sebelum isi dulang disantap akan dibacakan doa oleh tokoh agama setempat ataupun imam masjid kampung. Adat ini merupakan cerminan dari kegotongroyongan masyarakat setempat.

4. Tradisi Ngobeng – Palembang

tradisi di sumatra

Ngobeng merupakan tradisi makan bersama warisan budaya leluhur. Tradisi itu, kini mulai jarang dijumpai karena masyarakat lebih memilih menjamu tamu dengan prasmanan. Padahal, “ngobeng” sangat dalam maknanya, yaitu untuk menghargai tamu dan mempererat silaturahmi. Ketika masuk rumah, tamu langsung disiapkan air untuk cuci tangan dan kemudian menuju hidangan.

Satu hidangan dengan menu beragam, akan disantantap oleh delapan orang. Biasanya, nasi minyak adalah santapan utama yang dilengkapi dengan opor ayam, gulai kambing dan daging sapi masak malbi. Kadangkala ditambahkan acar dan tumisan buncis yang diberi santan serta sambal nanas. Makanan penutupnya adalah srikaya, yang dibuat dari campuran telur, santan dan gula yang diberi pewarna dari perasan daun suji.

5. Tabuik – Sumatera Barat

tradisi di sumatra tabuik

Upacara Tabot atau Tabuik adalah tradisi masyarakat di Bengkulu dan di pantai barat Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam untuk memperingati kematian cucu Nabi Muhammad, Husein.

Tabuik berasal dari bahasa Arab Melayu yang berarti tabut atau peti atau biasa disebut dengan keranda yang dihiasi bunga-bunga dan kain warna-warni yang diarak keliling kampung dan terakhir dilarung di laut. Tradisi ini bersifat kolosal, karena melibatkan banyak orang, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan tahap akhir puncak acara.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar