Usaha Tali Tambang Tembus Pasar Ke Kota Besar
Minggu, 27 Agustus 2017
ok nusantara
Bagikan

Usaha Tali Tambang Tembus Pasar Ke Kota Besar

Usaha Tali Tambang Kubangwungu, Tembus Pasar Ke Kota Besar

potensi-tambang.jpg

KETANGGUNGAN (cbmnews.net) Saat anda melewati Jalur Brebes tengah, menuju arah Purwokerto, tepatnya di Desa Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan, terdapat potensi UMKM unggulan di Kabupaten Brebes yang tidak bisa anda temui di daerah lain, yaitu Usaha Tali Tambang untuk Kebutuhan para Nelayan dan juga lainnya.

Awalnya rintisan usaha tali tambang ini berbahan pelepah pisang, namun seiring dengan kemajuan zaman kini berkembang menggunakan bahan baku limbah pabrik. Seperti limbah kemasan makanan anak dari plastik dan limbah pabrik tekstil. Yang jelas limbah yang bisa dimanfaatkan adalah limbah panjang, yang dimungkinkan bisa dijadikan tali atau tambang.

Dari perjalanan waktu yang cukup panjang, usaha kerajinan tersebut ternyata kesulitan bahan baku. Diakui, belakangan ini muncul banyak order pesanan dari luar kota, namun kendalanya bahan baku yang sulit dicari.

Jumlah pengusaha tali tambang di desa kubangwungu kurang lebih 50 pelaku usaha. Dari modal yang terbatas hingga pemodal yang besar.

Salah satu pemilik tali tambang Tarjono menyebutkan tidak semua daerah bisa melakukan usaha ini. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam merangkai limbah menjadi tali tambang, ujarnya kepada cbmnews.net, Sabtu, (23/10).

Ia juga menambahkan untuk Proses pembuatan tali adalah pada mulanya, nilon ( majun), limbah pakaian dan limbah karet disambung memanjang sambil ditarik dengan kincir (alat pemutar). Kemudian sambil memutar kincir, dilanjutkan dengan membalutkan kainyang sudah dipotong-potong memanjang dan membentuk satu pintalan tali kecil. Proses itu kemudian diulang empat kali, sehingga didapatkan empat pintalan tali. Selanjutnya, keempat tali tersebut digulung (dipintal) secara bersamaan kemudian akan didapatkan satu gulung tali kapal yang panjangnya 40 50 m

Sekarang pasar yang sering di kirim oleh para pedagang antara lain ke kota Batang, Pekalongan hingga Madura, dengan harga jual menggunakan per kg. satu gulung berisi 40 50 meter dan harga per kilogram kurang lebih 11.000. Kendala sementara ini adalah sulitnya mencari bahan baku. Untuk pemasaran tali kapal biasanya disesuaikan dengan order permintaan agar tidak terjadi penumpukan barang dagangan. Bahan baku untuk pembuatan tali biasaya didapatkan dari pabrik tekstil lokal serta dari pabrik tekstil sekitar Bandung dan Jakarta, imbuhnya. (FH editor BU )

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar