VGA Terbaik Tahun 2017
Senin, 08 Mei 2017
ok nusantara
Bagikan

VGA Terbaik Tahun 2017

GIGABYTE RADEON RX 470 G1 GAMING 4

Strategi AMD untuk menggarap segmen pasar menengah saat menghadirkan seri kartu grafis Radeon RX 400 berlanjut dengan RX 470 yang merupakan ‘adik’ dari Radeon RX 480. AMD menyiapkannya bagi gamer berdana terbatas dan menjanjikan pengalaman gaming lancar di resolusi Full HD 1080p termasuk virtual reality (VR) jika Anda menginginkannya. Unit pengujian diwakili oleh Gigabyte Radeon RX 470 G1 Gaming 4G yang menawarkan kecepatan overclock pabrikan, sistem pendingin mumpuni, dan efek pencahayaan RGB. Gigabyte membekali Radeon RX 470 G1 Gaming 4G dengan sistem pendingin Windforce 2x yang dilengkapi dengan dua kipas 90 mm berdesain unik khas Gigabyte.


Seperti sistem pendingin unggulan lainnya, kedua kipas Windforce 2x tidak berputar saat beban kerja kartu grafis rendah. Saat bekerja, hembusan angin kedua kipas menghalau panas dari sirip heatsink aluminium berkelengkapan tiga heatpipe tembaga komposit yang menempel langsung pada chip GPU. Jubah sistem pendingin berwarna hitam dihiasi aksen berwarna oranye yang dilengkapi dengan fitur pencahayaan Spectrum RGB pada logo Gigabyte dan indikator kipas di bagian pinggir. Untuk chip GPU, Gigabyte mengklaim telah memilih yang terbaik melalui proses GPU Gauntlet Sorting. Desain baru fase daya 6+1 disiapkan untuk stabilitas overclock yang didukung oleh satu konektor daya 8-pin, bukan 6-pin versi rujukan. Memperkuat konstruksi kartu grafis, Gigabyte membekali Radeon RX 470 G1 Gaming 4G dengan backplate di bagian belakang. GPU Polaris dengan arsitektur AMD Graphic Core Next (GCN) generasi keempat yang dimiliki Radeon RX 470 mengalami pemangkasan jumlah inti prosesor stream menjadi 2048. Angka tersebut sekitar 11 persen lebih rendah daripada 2304 milik Radeon RX 480.

 

Gigabyte Radeon RX 470 G1 Gaming 4G menawarkan kecepatan overclock 1230 MHz (boost clock) pada core yang tidak tergolong agresif dengan peningkatan 24 MHz. Namun dengan sistem pendingin Winforce 2x dan desain fase daya baru, potensi overclock bisa lebih tinggi. Di sisi performa, Gigabyte Radeon RX 470 G1 Gaming 4G menorehkan skor 7760 pada uji sintetis 3DMark13 Fire Strike. Pada uji game Rise of the Tomb Raider dengan seting Very High pada resolusi Full HD 1080p, Gigabyte Radeon RX 470 G1 Gaming 4G mencatatkan FPS rata-rata 50 FPS, sedangkan pada game Middle-earth: Shadow of Mordor dengan seting Ultra di resolusi yang sama, Radeon RX 470 besutan Gigabyte ini menorehkan FPS rata-rata 67 FPS. Harga yang ditawarkan Gigabyte memang tergolong tinggi namun menjadi salah satu dari varian Radeon RX 470 terbaik di pasaran.

SPESIFIKASI
TRANSISTOR GPU : 5,7 miliar
CORE CLOCK : 1230 MHz
MEMORI : GDDR5 4 GB
MEMORI CLOCK : 6600 MHz
HARGA : RP. 3.489.000

 

  • NVIDIA GEFORCE GTX 1060

Melalui GeForce GTX 1060, NVIDIA telah melengkapi inti dari lini kartu grafis berbasis Pascal. Artinya, NVIDIA telah menyediakan kartu grafis bagi tiga segmen pasar berbeda. Dan seperti dua kartu grafis Pascal sebelumnya yang menawarkan performa tinggi di tiap tingkatan harga masing-masing, demikian pula dengan GeForce GTX 1060. Kartu grafis ini memang menyasar segmen mainstream, tapi performanya berada di kelas lebih tinggi. GeForce GTX 1060 mempertahankan seluruh fitur utama GeForce GTX 1070 dan 1080 termasuk unit Simultaneous Multi-Projection (SMP).

vga-pc-terbaik-saat-ini

GeForce GTX 1060 juga mendukung GPU Boost 3.0 dan Fast Sync – GPU Boost 3.0 memungkinkan offset frekuensi kustom per-voltase, sedangkan Fast Sync membantu menciptakan pengalaman latensi rendah di game ringan seperti League of Legends. Chip GPU GeForce GTX 1060 juga berbasiskan pada proses pabrikasi FinFET 16 nm seperti kedua saudara tuanya sehingga memiliki efisiensi daya lebih tinggi. Ini adalah kartu grafis TDP 120 Watt atau sama dengan GeForce GTX 960 yang hadir sebelumnya, tapi dengan performa jauh lebih baik. Tidak seperti kartu grafis Pascal lainnya, GeForce GTX 1060 berbasiskan pada GPU baru GP106. GeForce GTX 1060 itu sendiri menggunakan desain jubah pendingin dan kipas yang sama seperti kartu grafis Founders Edition lainnya, tapi tanpa dilengkapi dengan backplate sehingga papan PCB terlihat. Meski demikian, jubah pendingin bermaterial aluminium memiliki kualitas tinggi dan tidak banyak yang bisa dikeluhkan. NVIDIA mengklaim GeForce GTX 1060 memiliki tingkatan performa setara GeForce GTX 980; pengujian kami menunjukkan performanya mendekati, tapi tertinggal dari kartu grafis dengan overclock pabrikan seperti MSI GeForce GTX 980 Gaming 4G.

 

Pada game baru seperti Hitman, GeForce GTX 1060 mampu menorehkan 59,32 FPS di resolusi 2560 x 1600 piksel dengan mode DirectX 12 pada seting Ultra. Performa yang memikat dan menjadi salah satu kartu grafis mainstream yang mampu menyuguhkan performa tinggi di atas resolusi 1080p. Tentu saja, kompetitor terdekat yakni AMD Radeon RX 480, mampu mengunggulinya di beberapa game. Jika ada satu kekurangan adalah GeForce GTX 1060 tidak mendukung SLI. Tapi bukan sebuah kekurangan besar karena jika membutuhkan performa lebih tinggi, Anda bisa mendapatkan GeForce GTX 1070 dengan harga lebih murah dibandingkan dengan membawa pulang dua GeForce GTX 1060.

 

  • ASUS MATRIX HD7970 Platinum 3 GB

Duduk di kasta tertinggi lini kartu grafis milik ASUS, Matrix menawarkan beragam kustomisasi bagi pengguna ekstrim baik gamer maupun overclocker. Bagi pecinta kubu merah, ASUS menghadirkan Matrix HD7970 Platinum 3 GB. Model Platinum menandakan yang terbaik mulai dari seleksi ketat chip GPU 28 nm Tahiti HD7970 hingga penerapan overclock sejak lahir. Namun bukan kencang semata yang ingin dihadirkan ASUS melalui Matrix HD7970 Platinum 3 GB, tapi juga potensi overclocking berkat jajaran fitur serta kendali overclocking.

Sebagai penyokong potensi overclocking tinggi, ASUS melengkapinya dengan sistem pendingin masif DirectCU II yang menyita tiga slot ekpansi pada motherboard. Seperti DirectCU II lainnya, kipas pendingin ganda 100 mm bekerja sangat sunyi asalkan tidak menyentuh kecepatan penuh. Lima heatpipe menghubungkan dua heatsink yang terpisah sebagai media pelepas panas chip GPU. Tampak pula heatsink terpisah untuk mendinginkan komponen regulator daya (VRM) dan chip memori grafis. Matrix HD7970 Platinum 3 GB terasa berbobot dan kokoh berkat pelat metal di belakang kartu grafis. Selain bridge CrossFireX untuk setup multi kartu grafis dan konektor daya molex 8-pin ganda, Matrix HD7970 Platinum 3 GB dilengkapi beragam tombol dan konektor.

 

Di ujung kartu grafis bisa ditemukan tiga tombol bulat di mana dua di antaranya merupakan tombol TweakIT (plus & minus) untuk manipulasi voltase GPU secara realtime. Satu tombol lainnya adalah Safe Mode yang berfungsi mengembalikan seting BIOS hanya dengan satu pencetan tombol. Sebuah tombol merah berfungsi sebagai akses cepat memacu maksimal kipas pendingin tanpa bantuan software. Meski mengusung chip GPU AMD HD7970 GHz Edition dengan core clock rujukan 1050 MHz, ASUS membesutnya 50 MHz lebih cepat menjadi 1100 MHz pada Matrix HD7970 Platinum 3 GB. Jika kebanyakan pabrikan tidak menyentuh kecepatan memori, ASUS mempercepat 150 MHz dibandingkan dengan versi rujukan menjadi 1650 MHz (efektif 6600 MHz). Menggunakan aplikasi ASUS GPU Tweak dengan seting tombol TweakIT default (LED hijau), kami berhasil meraih kecepatan 1200 dan 1700 MHz berturut-turut untuk core dan memori clock.

 

Pada kecepatan standar, ASUS HD7970 Matrix Platinum 3 GB sedikit unggul berkat overclocking lebih agresif dibandingkan dengan Sapphire HD7970 VaporX. ASUS HD7970 Matrix Platinum 3 GB unggul 3 FPS pada uji game S.T.A.L.K.E.R Call of Pripyat dan 100 poin pada uji 3DMark11 (Performance). Pada kecepatan overclock yang kami peroleh, ASUS HD7970 Matrix Platinum 3 GB hanya menunjukkan peningkatan performa sekitar 2 persen pada pengujian sintetis. Meski demikian, ASUS HD7970 Matrix Platinum 3 GB menjanjikan potensi overclocking lebih tinggi melalui manipulasi voltase serta dukungan sistem pendingin ampuh.

 

GpU CLOCk
1100 MHz
MeMORi CLOCk
1650 MHz
bUS MeMORi
384-bit
MeMORi
GDDR5 3 GB
HaRGa
Us$ 613

SpeSifikaSi GpU Tahiti // pabRikaSi 28 nm // JUMLaH TRanSiSTOR 4,3 miliar // GpU
CLOCk 1100 MHz // MeMORi CLOCk 1650 MHz (efektif 6600 MHz) // pROSeSOR STReaM 2048
// UniT TexTURe MappinG (TMU) 64 // UniT ROp 32 // LebaR bUS MeMORi 384-bit //
MeMORi GDDR5 3 GB // anTaRMUka PCI Express 3.0 // pORT i/O DVI x2, HDMI x1, DisplayPort x4
// GaRanSi 3 tahun // SiTUS www.asus.com

  • ASUS GTX670-DC2-4GD5

Beberapa judul game modern pun cukup menguras memori MESKIMENGGUNAKAN Konfigurasi satu monitor Full HD 1080p, apalagi jika pengguna melakukan modifikasi game tersebut. Menyasar pengguna ekstrim tersebut, ASUS menghadirkan GTX670 DirectCU II dengan memori GDDR5 4 GB. Mengusung jubah pendingin dual slot DirectCU II, GTX670 besutan ASUS ini tampak bongsor .

Di balik jubah metal tersembunyi sirip heatsink aluminium sebagai penyebar panas dari tiga heatpipe yang menempel langsung ke chip GP.  Kipas ganda 90 mm bertugas mempercepat pelepasan panas dari sirip heatsink yang sunyi saat beroperasi. ASUS menggunakan heatsink terpisah untuk mendinginkan komponen regulator daya (VRM) serta pelat METALDIBELAKANGKARTUGRAÛS agar papan PCB tidak bengkok oleh panas. ASUS GTX670 DirectCU II 4 GB HADIR DENGAN Konfigurasi DUA konektor daya 6-pin, masingmasing dilengkapi lampu LED sebagai tanda kesempurnaan koneksi. Dua konektor bridge SLI menandakan kesiapan GTX670 DirectCU II 4 GB untuk setup MULTI KARTU GRAfis SEPERTI KARTU Grafis KELAS ATAS.

DirectCU II 4 GB mengusung komponen tangguh Super Alloy Power untuk menjamin stabilitas dan daya tahan komponen saat aksi overclocking. Dua port DVI bersanding dengan satu port DisplayPort dan satu port HDMI yang kini bisa digunakan secara BERSAMAANUNTUKKONÛGURASI multi-monitor. Bisa jadi untuk menekan harga, ASUS tidak menerapkan overclocking pada GTX670 DirectCU II setelah membenamkan memori 4 GB. Seperti versi rujukan, GTX670 DirectCU II 4 GB berjalan pada kecepatan core clock 915 MHz dan memori clock 1502 MHz (efektif 6008 MHz). Memori GDDR5 4 GB memang menjadi keunggulan dari GTX670 besutan ASUS kali ini atau dua kali lipat dari tawaran versi rujukan. Tambahan KAPASITAS MEMORI GRAÛSAKAN mendukung jika Anda berencana menggunakan resolusi layar dan detil gambar tinggi saat menjalankan game.

Pada resolusi Full HD 1080p, ASUS GTX670 DirectCU II 4 GB tidak menampakkan keunggulan memiliki kapasitas MEMORI Grafis LEBIH BESAR mESKI mejalankan game uji pada seting detil tertinggi, ASUS GTX670 DirectCU II 4 GB yang berjalan pada versi rujukan tertinggal 10 hingga 20 persen dibandingkan MSI GTX670 Power Edition. Kecepatan overclock hingga 1019 MHz milik MSI GTX670 Power Edition tampak kentara keunggulannya meski hanya MENGUSUNGMEMORIGRAÛS'” Meski demikian, mengusung sistem pendingin DirectCU II yang mumpuni, GTX670 besutan ASUS ini memiliki potensi overclock menjanjikan. Sebab resolusi dan detil game tinggi tidak hanya mensyaratkan KAPASITASMEMORIGRAÛSTAPI juga kecepatan GPU untuk menjalankan game dengan lancar.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar