Virus Pada Android
Sabtu, 29 April 2017
ok nusantara
Bagikan

Virus Pada Android

PenggunaAndroidharus lebihberhati-hati setelah penelitikeamananmengenali sebuah virus baru yang kini diduga telah diunduh hingga duajuta kali.

MengutipThe Sun, Kamis (27/4/2017), virus yang diketahui bernama Falseguide itu tersembunyi di sejumlah aplikasi di Google Play Store,toko resmi tempat pengguna Android mengunduh aplikasi.

Virus ini tersembunyi di aplikasi-aplikasi panduan berbagai gim populer. Ketika seseorang mengunduh aplikasi tersebut, ponsel mereka terinfeksi secara otomatis.

Baru-baru ini, sekelompok peretasRusia yang berada di balik virus tersebut berupaya mengembangkan sebuahbotnet.Botnetyang dimaksud memungkinkan perangkat yang terinfeksi, dikendalikan penjahat siberuntuk meretassitus web dan target lainnya.

Falseguide digunakan untuk mengumpulkan uang denganadware,yang mengeruk keuntungan dengan cara menginfeksi ponsel dan menampilkanberbagai jenis iklan yang tak diinginkan. Namunvirusini bisa berevolusi dan memungkinkan penjahat mengambil alih ponsel dan menggunakan data di dalamnya sebagai senjata untuk mengancamsi pemilik.

Aplikasi panduan gim yang dipercaya mengandung virus Falseguide (Sumber: The Sun)

"FalseGuide membuat sebuahbotnetdi ponsel yang telah terinfeksi virus untukadware.Botnetmerupakan sekelompok perangkat yang dikendalikanhackertanpa sepengetahuan pemiliknya," kataperusahaan keamanan Checkpoint.

Checkpoint juga menambahkan, aplikasi-aplikasi yang terinfeksi virus telah diunggah di Google Play Store setidaknya sejak November 2016. Artinya, para pelaku telah sukses melakukan aksinya selama lima bulan terakhir. Terlebih, jumlah unduhannya pun cukup banyak.

Head of Mobile Thread and Security di AVG Nikolaos Chrysaidos mengatakan, "Kini, penjahat siber di balik ancaman ini hanya tertarik mencari uang melalui iklan. Namun ancaman ini bisa saja berubah menjadi lebih canggih di masa depan"

Ia menambahkan, seiring dengan banyaknya ponsel yang terinfeksi, kelompok di balikvirusitu bisa mengirimkan pesan untuk menyasar perangkat dan memerintahkan ponsel korban mengunduh lebih banyak virus berbahaya.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar