wisata embung kledung
Rabu, 19 April 2017
ok nusantara
Bagikan

wisata embung kledung

embung kledung kolam besar di lereng gunung sindoro


Embung Kledung berada di desa Kledung, kecamatan Kledung, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Embung ini berbentuk persegi dengan panjang setiap sisi sekitar83 meterdankedalaman 3 meter.
Embung Kledungmerupakan waduk mini atau kolam raksasa yang dibangun di lereng Gunung Sindoro bagian selatan. Embung ini dibangun dengantujuan mengatasi kesulitan air pada musim kemarau dan pengembangan kawasan wisata baru. Daya tarik yang ditawarkan olehobyek wisataini adalah pemandangan waduk mini dengan latar Gunung Sindoro dan melihat keindahan Gunung Sumbing dari kawasan perbukitan.

Tulisan Raksasa Embung Kledung Temanggung

Lokasi Embung Kledung berada di dekat jalan raya penghubung Parakan (Temanggung) dengan Wonosobo tepatnya di daerah Kledung. Dari pusat kota Temanggung ikuti jalan ke arah barat/utara menuju ke Parakan. Dari Parakan, pilihlah jalan menuju ke arah Wonosobo pada papan petunjuk arah. Kondisi jalan perlahan-lahan mulai menanjak dan tampak pemandangan Gunung Sindoro di sisi kanan dan Gunung Sumbing di sisi kiri. Saat memasuki wilayah kecamatan Kledung, carilah jalan masuk menuju Embung Kledung yang satu jalur dengan jalan masuk menuju Pos Pendakian Gunung Sindoro di daerah Kledung. Jalur ini letaknya berada setelah melewati gang masukWisata Alam Lembah Posong.

Jalan atau gang masuk menuju Embung Kledung Temanggung masih berupa jalan batu yang dipadatkan atau sering disebut makodam. Jalan tersebut belum lebar dan masih sedikit kesulitan bila ada dua buah kendaraan roda empat yang bersimpangan. Di setiap simpangan jalan sudah terpasang papan petunjuk arah sehingga pengunjung tidak perlu bertanya kepada penduduk sekitar. Sekitar lima menit perjalanan akhirnya pengunjungtiba di area parkir.

Pembangunan Embung Kledung berasaldari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2010 dengan menghabiskan dana sekitar 1,2 milyar rupiah. Pembangunan embung diatas lahan bekas pertanian tembakau seluas 4 hektar.

Keramaian Pengunjung Di Embung Kledung Temanggung

Suasana Embung Kledung pada hari libur tampak ramai dikunjungi pengunjung. Dominasi pengunjung berasal dari sekitar kecamatan Kledung dan sebagian kecil berasal dari sekitar Wonosobo atau luar kota. Hal tersebut tampak dari arus pengunjung yang menggunakan motor tanpa memakai helm. Dari area parkir tampak tulisan Embung Kledung yang cukup besar dan mengisyaratkan bahwa diatas tulisan merupakan kawasan embung. Namun cukup disayangkan bagian depan tulisan dipenuhi parkir kendaraan dan membuat pengunjung tidak dapat berfoto didepan tulisan tersebut. Kami meneruskan perjalan menuju ke tepian embung dengan menaiki tangga di sebelah tulisan tersebut.

Tiba di atas, kami dapat melihat pemandangan Embung Kledung secara utuh. Namun keberuntungan belum berpihak kepada kami karena latar Embung Kledung berupa gunung Sindoro tertutup kabut tebal. Bila cuaca sedang tidak berkabut akan tampak gunung Sindoro secara utuh dan jelas karena cukup dekat

.

Salah Satu Sudut Embung Kledung Temanggung


Embung Kledung yang berbentuk persegi sepertinya kurang menarik karena terkesan kaku dan datar layaknya kolam raksasa. Tidak seperti alur embung yang tidak simetris yang meliuk-liuk seperti padaembung nglanggeran di gunung kidulatau Embung Kleco di Kulon Progo yang pernah kami kunjungi. Selain itu, bentuk pagar embung terkesan biasa dan tidak seperti pagar Embung Nglanggeranyang tampak unik. Namun yang sedikit membuat kami kagum adalah kondisi air embung yang jernih dan terlihat hingga dasar embung.

Sebagai obyek wisata baru, seharusnya fasilitas penunjang Embung Kledung diperhatikan.Ketiadaan kamar mandi atau wc menjadi perhatian karena merupakan fasilitas penunjang yang cukup vital. Kami kurang paham pengelola malah lebih memilih menyelenggarakan hiburan rutin setiap hari minggu berupa panggung musik dan dangdut ketimbang membenahi fasilitas penunjang yang belum lengkap.

Dibalik segala kekurangan dan kritik yang ada, Embung Kledung akan tetap menarik untuk dinikmati ketika cuaca sedang cerah dan gunung Sindoro tampak utuh dibelakangnya. Perhatian khusus kepada kondisi embung yang mulai terlihat adanya sampah dan lingkungan embung yang penuh corat-coretagar segera dibersihkan agar membuat wisatawan nyaman. Bagi petani sendiri, keberadaan Embung Kledung merupakan berkah tersendiri untuk pengairan lahan pertanian saat musim kemarau.(text/foto:



Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar